olahraga

Perbati puas tinju Nusantara ukir prestasi setelahnya 34 tahun

Ibukota Indonesia – Pengurus Besar Tinju Tanah Air (Perbati) menyatakan puas terhadap olahraga tinju Nusantara yang digunakan mengukir prestasi pasca 34 tahun melalui perolehan medali emas di dalam event Asian Boxing U19 kemudian U23 2026.

"Ya, (kami dari Perbati) sangat puas. Capaian itu kerja serupa regu yang baik, sangat puas. Karena sudah ada lama kami impikan prestasi ini, sudah ada sekitar 34 tahun," kata Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang untuk awak media pada turnamen Asian Boxing U19 kemudian U23 2026 ke Basket Hall, Senayan, Jakarta, Kamis.

Tim nasional tinju Indonesi mengoleksi tujuh medali di event Asian Boxing yang dimaksud dijalankan untuk pertama kali di Indonesia. Urutan ke-7 medali itu terdiri dari satu medali emas oleh Anggie Intania Chalik dalam kelas terbang ringan putri U19 (45-48kg), satu perak dari Dira Artika juga meraih perak di dalam kelas bulu putri U19 (57kg).

Sedangkan, lima perunggu disumbangkan Linda Sarui Langi Malin (kelas minimum putri U23/45-48kg), Maria Mesita Manguntu (kelas welter ringan putri U23/65 kg), dan juga Rliko Praveg (kelas penjelajah putra U23/85kg), Joshua Toni Marties Lahin (kelas ringan putra U19/60kg), serta Viktor Wengkang (kelas welter putra U19/65 kg).

Hengky memaparkan pihaknya merasa bangga serta puas oleh sebab itu selain sebagai tuan rumah, petinju Indonesi juga meraih medali emas. Hasil itu menandai prestasi tinju Indonesi telah terjadi kembali setelah puluhan tahun.

Tinju Indonesia pernah mengukir masa kejayaannya pada 1992 ketika Hendrik Simangunsong berhasil menjuarai Tinju Amatir Asia dalam Bangkok, Thailand.

Pada tahun yang mana sama, Albert Papilaya juga menembus fase perempat final tinju kelas menengah (75kg) di dalam Olimpiade Barcelona 1992.

Hengky menyatakan tinju Tanah Air mulai menunjukkan kebangkitan untuk bersaing ke panggung Asia melalui prestasi yang ditorehkan petinju putri.

"Itu hasil yang tersebut sangat luar biasa kemudian dengan hasil di dalam kompetisi ini paling tak memacu kami untuk memulihkan tinju Nusantara mampu berjaya pada level-level internasional," katanya.

Dia menambahkan, target utama Perbati adalah mengakibatkan atlet-atlet tinju Nusantara tampil di panggung multi cabang olahraga terbesar dunia, teristimewa Olimpiade.

Oleh sebab itu, langkah-langkah pembinaan untuk menyiapkan para atlet akan terus diwujudkan diantaranya menyiapkan mereka itu menghadapi multi cabang lain seperti Asian Games juga SEA Games, demikian Hengky.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles