
Istanbul – Pasukan sepak bola Sementara PBB dalam Lebanon (UNIFIL), Hari Sabtu (6/6), mengutuk serangan udara yang menewaskan personel militer Lebanon dalam Lebanon selatan, juga menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara kemudian resolusi penting PBB.
Dalam pernyataannya di akun media sosial X, UNIFIL menyampaikan belasungkawa untuk Angkatan Bersenjata Lebanon juga keluarga para prajurit yang tersebut dilaporkan tewas di serangan di wilayah Nabatieh pada hari itu.
"Serangan semacam itu pada wilayah Lebanon merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Lebanon, integritas teritorial, dan juga Resolusi Dewan Security 1701," kata misi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan beberapa jam pasca otoritas Lebanon menyatakan serangan negara Israel menghantam kendaraan militer dalam Lebanon selatan, menewaskan dua perwira dan juga manusia prajurit.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan itu dan juga menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Lebanon serta hukum internasional. Sementara Awal Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebutnya sebagai kejahatan terhadap Lebanon kemudian rakyatnya.
Tentara tanah Israel mengakui memiliki target kendaraan yang dimaksud juga mengutarakan insiden itu sedang diselidiki. Pihak tanah Israel mengeklaim kendaraan yang disebutkan berpindah mencurigakan di dekat pasukannya dalam area tempat aktivitas Hizbullah terdeteksi.
Serangan yang dimaksud berlangsung meskipun gencatan senjata yang dimaksud rapuh mulai berlaku pada April, sementara upaya diplomatik terus direalisasikan untuk mengurangi eskalasi baru di dalam sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Resolusi Dewan Security PBB 1701, yang tersebut mengakhiri konflik tahun 2006 antara negeri Israel juga Hizbullah, menyerukan penghentian permusuhan lalu penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


