
London – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) Kaja Kallas mengutuk pembunuhan individu personel Tim sepak bola Sementara PBB pada Lebanon (UNIFIL) awal pekan ini juga kembali menuntut pertanggungjawaban melawan insiden tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Akhir Pekan (7/6), Kallas mengungkapkan EU mendesak semua pihak untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian antara tanah Israel kemudian Hizbullah dan juga menolak "syarat tambahan apa pun" dari kelompok perlawanan Lebanon tersebut.
Kallas menegaskan bahwa rakyat Lebanon membayar nilai tukar kemanusiaan kemudian sosial-ekonomi yang dimaksud "berat lalu tidaklah dapat diterima" akibat eskalasi kemudian serangan udara yang mana terus berlanjut.
"Uni Eropa menuntut implementasi penuh Resolusi Dewan Ketenteraman PBB (UNSCR) 1701 yang tersebut menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan lalu integritas teritorial Lebanon oleh Israel, juga pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, satu di antaranya Hizbullah," katanya.
Kallas juga menegaskan kembali dukungan penuh EU terhadap UNIFIL serta mandatnya.
EU, kata dia, "mengutuk keras semua serangan terhadap personelnya, di antaranya pembunuhan orang personel UNIFIL pada serangan 4 Juni," yang tersebut merupakan penjaga perdamaian ketujuh yang mana tewas sejak Maret.
"Pembunuhan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran hukum internasional kemudian harus ditindaklanjuti dengan pertanggungjawaban penuh," kata Kallas.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.


