
DKI Jakarta – Kepelatihan tim panjat tebing disiplin speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, memaparkan para pembimbing akan mengevaluasi secara menyeluruh performa atlet pasca tampil pada World Climbing Series Madrid 2026, Spanyol, walaupun berhasil meraih satu medali perak.
Dia menyatakan bersyukur Indonesi masih mampu naik podium dari sektor putra, tetapi itu belum menyebabkan tim instruktur puas lantaran masih ada beberapa aspek yang dimaksud perlu dibenahi, teristimewa konsistensi.
"Kami akan menyusun program-program untuk mengatasi kekurangan regu kami," kata Galar pasca Antasyafi Robby Al Hilmi meraih medali perak yang digunakan berubah menjadi satu-satunya medali untuk Indonesi dari kompetisi itu, Senin.
Menurut dia, pasukan instruktur akan mengevaluasi berubah-ubah unsur yang digunakan memengaruhi performa atlet, mulai situasi fisik, pemulihan, hingga adaptasi cuaca.
Pengalaman yang diperoleh pada Madrid akan berubah menjadi komponen penting pada persiapan menghadapi seri berikutnya dalam banyak negara Eropa lain.
Galar menafsirkan cuaca panas yang tersebut melanda Madrid berubah menjadi tantangan bagi atlet, yang dirasakan hampir seluruh kontestan sehingga memengaruhi performa lomba.
Dia menambahkan pasukan juga akan fokus pada acara pemulihan, penguatan fisik, juga peningkatan performa agar atlet lebih lanjut siap menghadapi persaingan pada level internasional, setelahnya beberapa atlet mengalami cedera yang tersebut membutuhkan waktu lama untuk pemulihan.
Antasyafi Robby Al Hilmi meraih medali perak speed putra, yang mana menjadi medali pertamanya dari World Climbing Series, sekaligus melanjutkan tren positif pasca meraih medali perak pada Asian Beach Games 2026.
Robby juga membukukan waktu terbaik pribadinya, 4,72 detik, ketika semifinal.
Pada fase final, beliau harus mengakui keunggulan atlet China Shouhong Chu yang tersebut membukukan waktu 4,75 detik, sementara Robby menyelesaikan lomba pada waktu 4,81 detik.
Secara keseluruhan hasil di Madrid lebih lanjut baik dibandingkan seri Wujiang, yang dimaksud hanya saja menghasilan satu medali perunggu melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi dari speed putri.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



