Tag: Timnas Indonesia

  • Fenomena Proyek Pemain Naturalisasi, Van Dijk: Anak Kampung Makin Susah Masuk Timnas!

    Fenomena Proyek Pemain Naturalisasi, Van Dijk: Anak Kampung Makin Susah Masuk Timnas!

    ligapedianews.com Sergio van Dijk menyoroti masifnya pemain naturalisasi yang menguatkan Timnas Indonesia . Dia mengingatkan PSSI untuk tidak ada melupakan pembinaan pemain muda yang tersebar dalam berbagai penjuru Tanah Air.

    Tak bisa saja dipungkiri kalau PSSI cukup gencar melakukan proyek naturalisasi. Itu semua dilaksanakan demi mendongkrak performa Timnas Indonesia dan juga mewujudkan mimpi tampil di dalam Piala Dunia.

    Van Dijk turut menyoroti masifnya pemain naturalisasi yang pada saat ini menguatkan Timnas Indonesia. Menurutnya, fenomena itu akan mempunyai dampak terhadap para pemain lokal. Sebab, mereka akan merasa minder untuk bermimpi membela Skuad Garuda.


    “Kalau kita lihat sejumlah yang dinaturalisasi, saya sedikit merasa anak-anak sekarang yang dimaksud main sepak bola di tempat kampung-kampung, seperti Jawa Barat, Ambon, di dalam Bali atau pada mana-mana mungkin saja merasa susah untuk masuk Timnas ya,” kata Van Dijk, dikutipkan dari instagram pribadinya, Rabu (14/1/2025).

    “Tak punya semangat lagi mau main pada timnas dikarenakan mereka itu merasa harus main dalam Eropa kemudian hanya sekali pemain naturalisasi yang dimaksud dapat masuk (Timnas Indonesia),” sambungnya.

    Eks pemain Timnas Indonesia menilai bahwa di area sedang gencarnya proyek naturalisasi, PSSI harus tetap memperlihatkan memperhatikan pembinaan talenta lokal. Menurutnya, harus ada keselarasan pada dua hal tersebut.

    “Saya berharap PSSI sekarang punya fokus (bangun akademi kemudian pembinaan). Mereka pasti pergi dari uang ke timnas senior tapi semoga merek juga lihat pembinaan kemudian akademi,” tuturnya.

    “Timnas senior naik tapi juga yang tersebut akademi juga anak-anak masa depan sepak bola Indonesia juga bergabung naik. Harus ada kombinasi dari lokal kemudian naturalisasi supaya punya koneksi serupa di area lapangan,” lanjut dia.

    Lebih lanjut, Van Dijk sadar kalau proyek naturalisasi ini adalah inisiatif jangka pendek agar Timnas Indonesia menuju Piala Dunia. Namun beliau harap, PSSI bukan melupakan salah satu tugas utamanya, yakni pembinaan sepak bola pada akar rumput.

    “Saya mengerti ya untuk jangka pendek; kalau dapat hasil yang digunakan bagus akan lebih banyak sejumlah motivasi dari publik Indonesia. Tapi semoga PSSI tidak ada lupa masa depan Indonesia dengan pemain lokal,” pungkas Van Dijk.

  • Menpora Bocorkan 2 Inisiatif Timnas Indonesia di tempat Bawah Asuhan Patrick Kluivert

    Menpora Bocorkan 2 Inisiatif Timnas Indonesia di tempat Bawah Asuhan Patrick Kluivert

    ligapedianews.com Menteri Pemuda serta Olahraga (Menpora) berbicara tentang kegiatan naturalisasi dan juga pembinaan bakat pemain lokal usai menerima kunjungan Patrick Kluivert . Dito mengatakan, dua inisiatif ini kemungkinan besar akan tetap memperlihatkan menjadi fokus di tempat Timnas Indonesia .

    Kemenpora telah dilakukan menerima kunjungan ahli baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert di tempat Kantor Kemenpora RI, Awal Minggu (13/1/2025) kemarin. Dalam kunjungan itu, Kluivert juga Menpora Dito berdiskusi masalah masa depan Timnas Indonesia.

    Dito mengatakan, inisiatif Timnas Indonesia yang dimaksud sebelumnya sudah ada berjalan akan tetap saja dimaksimalkan. Politikus Partai Golkar itu menyatakan, inisiatif pemantauan pemain kelompok etnis yang tersebar di berbagai negara juga lokal adalah salah satunya.

    “Prinsipnya seperti yang mana saya sampaikan, yang dimaksud kita lakukan ketika ini adalah memaksimalkan kemungkinan para diaspora, atlet darah Indonesia yang tersebut lahir di area luar kita tarik kembali. Pastinya ini tingkatkan prestasi olahraga kita di area dunia,” kata Dito.

    “Tapi acara di tempat lokal dan juga tempat tidaklah berhenti, juga talent scout (terus) dilakukan,” sambungnya.

    Lebih lanjut, Dito mengakui belum ada pembahasan persoalan tambahan pemain naturalisasi baru. Patrick Kluivert, kata Dito, juga menyampaikan pentingnya pemain lokal Indonesia untuk Skuad Garuda.

    “Belum, yang digunakan pasti tadi dibahas Patrick Kluivert Februari ke di lokasi ini untuk talent scout, lalu beliau katakan pemain lokal itu jantung Timnas Indonesia,” ungkap Dito.

  • Apakah Elkan Baggott akan Dipanggil Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert?

    Apakah Elkan Baggott akan Dipanggil Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert?

    ligapedianews.com Elkan Baggott kemungkinan besar akan kembali jadi bagian Timnas Indonesia setelahnya Patrick Kluivert mengambil alih kursi kepelatihan. Kabar ini mulai beredar pasca Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan akan ada beberapa pemain yang kembali ke timnas.

    Erick Thohir sempat memperkirakan jikalau Elkan Baggott dan juga beberapa pemain lainnya akan memiliki kesempatan lagi untuk membela regu Garuda. Meski begitu, hal ini masih bergantung pada tindakan ahli anyar Patrick Kluivert.

    Sebelumnya Elkan Baggott sempat berkonflik dengan Shin Tae yong, lantaran absen ketika Timnas Indonesia menjalani putaran kedua Kualifikasi Piala Global 2026 Zona Asia. Pemain setinggi 196 cm itu juga sempat absen ketika Tim Garuda menjalani playoff Olimpiade 2024.

    Hal yang dimaksud membuatnya bukan lagi dipanggil STY di dalam beberapa kesempatan kualifikasi Piala Bumi 2026 Zona Asia yang tersebut seharusnya pemain berusia 22 tahun yang disebutkan sanggup mengikutinya. Elkan tercatat sudah ada tidaklah lagi dipanggil untuk meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia sejak Maret 2024 lalu.

    Setelah tak ada lagi panggilan dari Timnas Indonesia, pecinta sepak bola Tanah AIr mulai penasaran dengan kabar dari pemain abroad tersebut.

    Pada pertengahan tahun 2024 lalu, Elkan sempat berjuang pulih dari cedera pergelangan kaki yang mana diderita sejak Agustus 2024, ketika dipinjamkan ke Blackpool.

    Bersama dengan Blackpool yang tampil dalam League One, Elkan baru mengemas dua penampilan, ditambah dengan satu penampilannya pada Carabao Cup.

    Namun apakah akan ada tempat bagi Elkan Baggott dalam Timnas Indonesia? Mengingat ketika ini Tim Merah Putih sudah pernah diberkati dengan sejumlah bek berpengalaman seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Mees Hilgers, Jordi Amat hingga Justin Hubner.

  • Kecelakaan Mees Hilgres Butuh Recovery Lama, Maret Terancam Tak Bisa Bela Timnas Indonesia

    Kecelakaan Mees Hilgres Butuh Recovery Lama, Maret Terancam Tak Bisa Bela Timnas Indonesia

    ligapedianews.com Kabar buruk menimpa Timnas Indonesia . Bek andalan, Mees Hilgers , kelihatannya akan datang absen membela Skuad Garuda lantaran masih diselimuti cedera serta harus menjalani proses pemulihan yang dimaksud cukup panjang.

    Cedera yang mana menimpa Hilgers terjadi sejak pertandingan Kompetisi Europa melawan Olympiakos. Kondisi ini tampaknya semakin parah juga membutuhkan waktu pemulihan yang dimaksud cukup panjang.

    Mengutip laporan Twenteinsite, asisten pembimbing Twente, Peter Uneken, menuturkan cedera yang tersebut dialami Hilgers cukup serius serta akan membuatnya absen di jangka waktu yang tersebut lama. Absennya pemain keturunan Indonesia ini tentu menjadi pukulan telak bukanlah hanya saja bagi klub tempat ia bermain, tapi juga Timnas Indonesia.


    Sebab, Timnas Indonesia akan segera menjalani laga lanjutan fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia pada Maret 2025 mendatang. Ada dua pertandingan krusial yang digunakan dihadapi Skuad Garuda, yakni bertandang ke markas Australia serta menjamu Bahrain.

    Hilgers mengaku mengalami hambatan pada kakinya sekitar satu setengah bulan. Bahkan, Hilgers sampai harus meminum obat penahan rasa sakit untuk bisa jadi bermain.

    “Saya sudah pernah menderita sakit pada kaki selama satu setengah bulan. Itu menimbulkan saya berlari dengan cara yag berbeda juga saya mulai merasakan keluhan di dalam tempat lain,” tutur Hilgers.

  • Irfan Bachdim Jadi Staf Patrick Kluivert? Erick Thohir: Hari Minggu Depan Kita Umumkan

    ligapedianews.com JAKARTA – Mantan Pemain Timnas Indonesia Irfan Bachdim dikabarkan menjadi kandidat asisten instruktur Timnas Indonesia di dalam era Patrick Kluivert. Hal itu untuk mendampingi Patrick Kluivert yang ketika ini menempati kedudukan instruktur kepala Skuad Garuda

    Sebagaimana diketahui, Patrick akan dibantu lima asisten dengan syarat Belanda untuk menangani Pratama Arhan kemudian kolega. Sementara itu, akan ada dua pembimbing lokal yang mana turut akan mendampinginya.

    Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir mengungkapkan PSSI membuka kesempatan kandidat instruktur lokal yang ingin menjadi asisten Patrick di area Timnas Indonesia. Namun, pihaknya akan menyortir belaka 10 nama yang digunakan akan dipilih dua instruktur oleh Patrick.

    “Iya kan nanti dari pasukan kepelatihan Patrick Kluivert dan juga Alex Pastore semua Kan nanti rencana Kita PSSI akan membuka siapa yang mana berminat untuk menjadi timnya,” kata Erick Thohir di tempat Jakarta, Rabu (15/1/2025).

    “Mungkin minggu depan kita akan umumkan siapa. Lalu, nanti kita pilih 10 nama. Nanti diseleksi sendiri mirip pasukan kepelatihan Patrick tentunya,” tambahnya.

    Menteri BUMN itu mengenal dekat dengan Irfan Bachdim. Akan tetapi, beliau menilai sejauh ini Irfan Bachdim belum menjadi salah satu kandidat asisten pembimbing pembimbing selama Belanda tersebut.

    “Saya tiada pernah dengar nama itu. Saya hubungannya baik sejenis Irfan,” ucapnya.

    “Cuma saya belum denger nama itu. Sebab, nanti prosesnya kan siapa yang digunakan ingin bergabung pada pasukan pelatihan Itu yang digunakan nanti yang diseleksi,” sambungnya.

  • Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    ligapedianews.com JAKARTA – Mantan instruktur Timnas Indonesia , Shin Tae-yong, mengungkapkan pengalaman mengejutkan di area balik pemecatannya dari kursi ahli kepala. Pelatih jika Korea Selatan itu mengaku baru diberitahu tentang langkah yang disebutkan pada tanggal 6 Januari 2025 pukul 09:40 pagi, cuma beberapa jam sebelum diberitahukan ke publik.

    “Saya diberitahu tentang pemecatan saya pada pukul 09:40 pagi tanggal 6 Januari, kemudian pada siang hari saya diberitahu bahwa instruktur baru akan datang,” ujar Shin Tae-yong terhadap Yonhap News dikutipkan akun X, @idextratime.

    Keputusan mendadak tersebut, menurut Shin Tae-yong, cukup sulit dipahami. Namun, ia mencoba untuk menerima dengan lapang dada. “Saya bukan sanggup memahami kebijakan ini, tetapi saya menerimanya dengan rendah hati,” tambahnya.

    Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    Selama hampir lima tahun menakhodai Timnas Indonesia, Shin Tae-yong meninggalkan warisan prestasi yang membanggakan. Ia berhasil mengakibatkan Timnas Indonesia: Runner-up Piala AFF 2020, Semifinalis Piala AFF 2022
    16 besar Piala Asia 2023 (pertama kali di sejarah), Babak ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia, Shin Tae-yong juga menghadirkan Timnas U-23 melangkah hingga semifinal Piala Asia U-23 2024, sebuah capaian yang belum pernah diraih sebelumnya.

    Meski merasa kecewa, Shin Tae-yong menyatakan kecintaannya pada Indonesia tiada akan pudar. Ia berjanji akan kerap kembali ke Tanah Air meskipun saat ini fokusnya beralih ke karier di dalam Korea Selatan.

    “Meskipun saya akan pulang (ke Korea Selatan), saya berencana untuk kerap kembali (ke Indonesia) akibat saya mencintai Indonesia,” ungkapnya.

    Posisi Shin Tae-yong pada masa kini digantikan oleh Patrick Kluivert, mantan pemain bintang selama Belanda. Dengan pengalaman internasionalnya, Kluivert diharapkan mampu menyebabkan Timnas Indonesia ke level yang mana lebih lanjut tinggi, melanjutkan fondasi yang digunakan telah lama dibangun oleh Shin Tae-yong.

    Keputusan ini menandai sesi baru bagi sepak bola Indonesia, walau meninggalkan catatan emosional dari sosok yang dimaksud sudah memberikan partisipasi besar selama lima tahun terakhir.

  • 3 Alasan Nathan Tjoe-A-On Terancam Tak Dipanggil Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert

    3 Alasan Nathan Tjoe-A-On Terancam Tak Dipanggil Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert

    ligapedianews.com JAKARTA – Era baru pada Timnas Indonesia di tempat bawah kendali ahli Patrick Kluivert mengakibatkan dinamika tersendiri, termasuk ancaman bagi beberapa pemain yang berpotensi terdepak. Salah satu nama yang tersebut sekarang berada di sorotan adalah Nathan Tjoe-A-On , bek kiri yang mana bermain untuk Swansea City. Letak Tjoe-A-On pada Skuad Garuda terancam sebab beberapa faktor yang dimaksud diungkapkan Kluivert juga para pengamat sepak bola.

    Berikut adalah tiga alasan utama mengapa Nathan Tjoe-A-On terancam tak masuk daftar panggilan Timnas Indonesia:

    1. Minimnya Menit Bermain dalam Klub

    Patrick Kluivert secara terang-terangan menjadikan menit bermain sebagai indikator utama pada memilih pemain untuk Timnas Indonesia. Tjoe-A-On, yang digunakan belaka mencatatkan 127 menit bermain bersatu Swansea City musim ini, jelas tiada memenuhi kriteria tersebut.

    “Jika para pemain bukan punya playing time dalam klub, maka kamu tiada bisa saja dapat kesempatan. Kami juga harus diskusikan situasi dengan coach physical pemain dalam klub,” ujar Kluivert.

    Minimnya kesempatan bermain memproduksi Tjoe-A-On kesulitan menunjukkan performa yang digunakan konsisten, sehingga ia dianggap kurang siap untuk bersaing di area level internasional.

    2. Kehadiran Jairo Riedewald

    Proses naturalisasi Jairo Riedewald semakin memperkecil prospek Tjoe-A-On untuk masuk pada Skuad Garuda. Kluivert bahkan secara khusus mengumumkan Riedewald sebagai pemain yang dimaksud cocok dengan keperluan taktiknya.

    “Jairo Riedewald akan dinaturalisasi secepatnya,” kata Kluivert di konferensi pers.

    Pengamat sepak bola, Haris Pardede, juga menilai diperkenalkan Riedewald sebagai ancaman serius bagi kedudukan Tjoe-A-On. Menurutnya, Riedewald mempunyai kemampuan yang dimaksud lebih tinggi lengkap lalu pengalaman bermain dalam liga papan menghadapi seperti Premier League, yang digunakan menjadi nilai tambah di area mata Kluivert.

    3. Terbentur Sistem yang tersebut Diterapkan Patrick Kluivert

    Sebagai pemain serba bisa, Tjoe-A-On sebenarnya memiliki keunggulan di fleksibilitas posisinya. Namun, kurangnya menit bermain pada klub menyebabkan ia sulit untuk tampil maksimal ketika dipanggil Timnas.

    Dalam sistem yang tersebut diterapkan Kluivert, pemain dituntut bukan hanya sekali mempunyai kemampuan teknis, tetapi juga komitmen fisik juga mental yang tersebut tinggi. “Bukan cuma datang, lalu main. Kami harus benar-benar cek bagaimana merek berlatih, apakah mereka ada latihan ekstra,” tegas Kluivert.

    Kurangnya performa menonjol dari Tjoe-A-On di dalam laga internasional sebelumnya menambah keraguan berhadapan dengan kemampuannya memenuhi standar tinggi yang tersebut diharapkan ahli dengan syarat Belanda tersebut.

    Era Patrick Kluivert menyebabkan tantangan baru bagi pemain naturalisasi seperti Nathan Tjoe-A-On. Minimnya menit bermain, peluncuran Jairo Riedewald, lalu kurangnya partisipasi signifikan di dalam level internasional menjadi tiga alasan utama yang membuatnya terancam kehilangan tempat pada Timnas Indonesia.

    Kehadiran generasi baru pemain naturalisasi seperti Riedewald menjadi sinyal bahwa persaingan di area Timnas Indonesia semakin ketat. Kini, Tjoe-A-On harus segera meningkatkan performanya apabila ingin kembali menarik perhatian Kluivert.

  • Profil Nurdin Halid, Eks Ketum PSSI yang mana Sebut Shin Tae-yong Tak Punya Peran pada waktu Timnas Indonesia Tekuk Arab Saudi

    Profil Nurdin Halid, Eks Ketum PSSI yang mana Sebut Shin Tae-yong Tak Punya Peran pada waktu Timnas Indonesia Tekuk Arab Saudi

    ligapedianews.com Nurdin Halid, mantan Ketua Umum PSSI, kembali menjadi perhatian pasca mengkritisi peran Shin Tae-yong di kemenangan Timnas Indonesia melawan Arab Saudi. Artikel ini juga mengkaji perjalanan karier Nurdin, termasuk sumbangan kemudian kontroversi yang tersebut menyertainya.

    Dalam sebuah wawancara, Nurdin sempat mengungkapkan apabila pasca rangkaian hasil buruk Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Planet 2026, para pemain memilih untuk mengatur strategi sendiri dan juga bukan murni lantaran strategi Shin Tae yong.

    “Saya dengar kabar, semua pemain itu telah ada dinamika dengan pembimbing pasca laga di dalam China, juga puncaknya pada waktu menang menghadapi Arab Saudi. Para pemain berkumpul tanpa STY, bermain dengan mengatur strategi sendiri kemudian tidak murni strateginya STY,” ungkap Nurdin Halid.

    Tidak hanya sekali itu, Nurdin juga sempat sindir STY yang digunakan tidaklah mempunyai satupun prestasi ketika menjadi pelatih. Menurut eks Ketum PSSI itu, prestasi terbesar instruktur selama Korea Selatan itu adalah mengakibatkan Indonesia ke Semifinal Piala Asia 2023.

    Politisi Golkar ini juga mengumumkan jikalau Timnas Indonesia pada pada waktu dirinya mengatur pada tahun 2003 lalu sangat lebih banyak baik dikarenakan dipenuhi dengan pemain lokal, tiada seperti sekarang yang mana penuh pemain naturalisasi tetapi tak menciptakan peringkat apa-apa.

    Pernyataan Nurdin Halid terhadap Shin Tae-yong menuai berbagai tanggapan dari publik.

    Profil Nurdin Halid

    Nurdin Halid atau yang miliki nama lengkap Andi Muhammad Nurdin Halid lahir pada 17 November 1958, di dalam Watampone, Sulawesi Tenggara. Dalam riwayat pendidikannya, ia menghabiskan waktu SD, hingga SMA di area tanah kelahirannya Watampone.

    Pada tahun 1977, Nurdin terdaftar sebagai pelajar IKIP Makassar Jurusan Perekonomian Perusahaan. Barulah setelahnya itu ia mulai menjalani kariernya yang dimulai dengan menduduki kedudukan PPK Daerah Gowa di tempat tahun 1983.

    Dalam riwayat kariernya, Nurdin tercatat pernah menjabat sebagai Dirut Puskud Hasanuddin Sulsel tahun 1991, hingga jadi Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) pada 1998.

    Setelah itu, dirinya mulai masuk ke ranah PSSI pasca dipercaya menduduki jabatan Ketua Lingkup Pembinaan Prestasi PSSI pada 1999. Hingga pada tahun 2003, ia ditunjuk menjadi Ketua Umum PSSI.

    Sebelumnya di tempat tahun 1999, Nurdin sempat meraih kemenangan Pemilihan Umum yang tersebut membuatnya menjabat sebagai Anggota DPR/MPR RI 1998-1999 Dan 1999-2004.

  • Inilah Ramalan Jitu Hard Gumay yang dimaksud Meramal Shin Tae-Yong Dipecat

    Inilah Ramalan Jitu Hard Gumay yang dimaksud Meramal Shin Tae-Yong Dipecat

    ligapedianews.com Keputusan mengejutkan datang dari Federasi Sepak Bola Indonesia ( PSSI ) yang mana mengakhiri pembimbing Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, di dalam sedang upayanya menghadirkan Timnas mencetak sejarah di dalam Piala Dunia. Keputusan ini tak semata-mata menuai kontroversi, tetapi juga seolah membuktikan kebenaran ramalan sosok indigo, Hardiansyah Gumay atau Hard Gumay.

    Pada tahun 2021, Hard Gumay pernah meramalkan perjalanan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-Yong. Dalam sebuah video yang mana diunggah di dalam akun TikTok @zunrafflesia05, ia menyebutkan bahwa pembimbing jika Korea Selatan itu tiada akan bertahan lama dengan Timnas.

    “Shin Tae-Yong adalah sosok bertangan dingin, melatih dengan disiplin, keras, juga ambisius. Namun, saya meninjau bahwa di 3 hingga 5 tahun ke depan, akan ada pergantian pembimbing di dalam Timnas Indonesia,” ungkap Hard Gumay. Ia juga menyatakan bahwa pergantian yang disebutkan akan disertai dengan pro serta kontra yang mana menyebabkan gaduh masyarakat.

    Kini, ramalan yang dimaksud terbukti benar. Shin Tae-Yong, yang mana sebelumnya menyebabkan Timnas Indonesia mencatatkan data berbagai pencapaian signifikan, resmi didepak sebelum kontraknya berakhir pada 2027.

    Pemecatan Shin Tae-Yong ini memicu reaksi. Menurut Hard Gumay, terdapat ketidaksepakatan antara ahli serta pihak perekrut yang akhirnya menjadi pemicu tindakan ini.

    Banyak netizen menduga pelanggaran yang disebutkan terkait kontrak kerja Shin Tae-Yong yang seharusnya berlaku hingga 2027. Keputusan ini pun menyebabkan pro juga kontra di tempat kalangan masyarakat, sesuai dengan apa yang dimaksud diramalkan Hard Gumay.

    Kabar pemecatan ini menimbulkan gaduh jagat maya. Sebagian besar rakyat menyesalkan tindakan PSSI yang mana dianggap tidak ada menghormati kontribusi besar Shin Tae-Yong. Namun, tak sedikit pula yang dimaksud membantu langkah ini dengan alasan perlunya penyegaran di kepemimpinan.

    Terlepas dari kontroversi yang dimaksud ada, fakta bahwa ramalan Hard Gumay menjadi kenyataan telah lama menambah daya tarik cerita di tempat balik perjalanan Timnas Indonesia. Shin Tae-Yong sekarang diprediksi akan kembali ke Korea Selatan, sementara masyarakat mengawaitu sosok pembimbing baru yang akan melanjutkan perjuangan Timnas ke depan.

  • Pergantian Pelatih Timnas Indonesia: Taruhan Besar Erick Thohir, Bung Kus Beri Komentar

    Pergantian Pelatih Timnas Indonesia: Taruhan Besar Erick Thohir, Bung Kus Beri Komentar

    ligapedianews.com Mohamad Kusnaeni atau akrab disapa Bung Kus, memberikan pujian setinggi langit untuk Ketua Umum PSSI, Erick Thohir . Dalam sebuah diskusi publik, pengamat sepak bola kenamaan di dalam Tanah Air itu menilai bahwa Erick sudah mengakibatkan angin segar bagi sepak bola Indonesia, khususnya di pengembangan Timnas Indonesia lalu kompetisi domestik.

    “Harus diakui Erick adalah ketum PSSI terbaik, dilihat Timnas sangat berhasil dari segi prestasi, peringkat FIFA, Profit Center juga mampu memberikan rasa kebanggaan dan juga rasa nasionalisme yang digunakan luar biasa,” ujar Kusnaeni ketika hadir menjadi pembicara di rilis survei Indikator Politik Indonesia dengan tema Isu-isu Persepakbolaan dalam Mata Publik lalu Pertaruhan Besar PSSI, Kamis (16/1/2025).

    Kemudian juga ketika ini kompetisi domestik mulai mengalami peningkatan kualitas. Contohnya adalah penampilan VAR dalam Kejuaraan 1 musim ini.

    Kusnaeni memberikan nilai 75 terkait kompetisi lokal dalam bawah kepemimpinan Erick. “Dengan adanya VAR ini membantu kredibilitas sebuah pertandingan, perbaikan wasit, dan juga jadwal pertandingan yang digunakan sudah ada tetap. Secara umum semuanya telah baik, nilainya diatas 75 lah,” tutur dia.

    Bung Kus menambahkan ada dua hal yang digunakan belum digarap PSSI secara maksimal ketika ini yakni Youth Development lalu Football Community. Dia memperlihatkan kalau Federasi Sepak bola Inggris (FA) miliki acara nyata untuk football community yank dengan mengundang juga melibatkan orang Asia Selatan agar suka sepak bola, melibatkan perempuan.

    Di sisi lain, Kusnaeni turut memberikan komentar tentang pergantian instruktur Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. Dia menyampaikan kalau hal yang dimaksud adalah sesuatu yang mana sah dan juga merupakan pertaruhan besar dari Erick.

    “Ini pergantian yang mana sah, tapi ini sangat besar pertaruhannya, kalau masih STY serta ia gagal bersatu Timnas, Erick tak akan disalahkan. Tetapi sekarang kalau Kluivert, Erick lah yang akan disalahkan. Ini adalah kebijakan yang tersebut berani serta tidak ada populer,” pungkas Kusnaeni.