Tag: pelatih timnas indonesia

  • Curhat Anak Shin Tae-yong pada IG: Ayah Sudah Bekerja Keras Mendongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia

    Curhat Anak Shin Tae-yong pada IG: Ayah Sudah Bekerja Keras Mendongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja serupa dengan Shin Tae-yong pada Mulai Pekan (6/1/2025) menuai perhatian luas, termasuk dari keluarga sang pelatih. Shin Jae-won, putra Shin Tae-yong, mengungkapkan isi hatinya melalui sebuah unggahan dalam Instagram yang menyentuh sejumlah hati.

    Dalam unggahan tersebut, Jae-won menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi sang ayah selama melatih Timnas Indonesia. “Selama lima tahun, Ayah telah dilakukan bekerja keras mengangkat peringkat FIFA hingga naik 50 kedudukan serta menghadirkan Indonesia ke tempat ketiga di dalam Kualifikasi Piala Dunia,” tulisnya, disertai foto Shin Tae-yong sama-sama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

    Unggahan ini juga menyiratkan kekecewaan melawan langkah PSSI. Jae-won mempertanyakan langkah yang dimaksud dengan menyebutkan pencapaian ayahnya yang dimaksud signifikan. “Ayah telah memberikan yang digunakan terbaik untuk Indonesia. Keluarga kami tahu itu,” tambahnya di bahasa Korea, dengan emotikon hati sebagai penutup.

    Curhat Anak Shin Tae-yong dalam IG: Ayah Sudah Bekerja Keras Mendongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia

    Shin Jae-won sendiri lahir pada 16 September 1988 lalu mengikuti jejak sang ayah dalam dunia sepak bola. Dengan tinggi badan 183 cm, ia pernah bermain untuk klub-klub profesional di tempat Korea Selatan sebelum akhirnya memilih fokus pada keberadaan pribadi. Meski tak lagi berpartisipasi di tempat lapangan, dukungannya terhadap sang ayah tetap memperlihatkan terlihat jelas.

    Unggahan Jae-won menuai beragam komentar dari netizen Indonesia. Banyak yang tersebut menyampaikan dukungan terhadap Shin Tae-yong serta mengungkapkan rasa terima kasih berhadapan dengan kontribusinya bagi sepak bola Indonesia. Tagar seperti #ThankYouShinTaeYong kemudian #GarudaSelamanya mulai banyak di area media sosial sebagai bentuk apresiasi.

    Keputusan PSSI untuk berpisah dengan Shin Tae-yong melakukan penutupan sesi penting pada sejarah sepak bola Indonesia. Namun, bagi berbagai orang, sosok instruktur jika Korea Selatan itu akan masih dikenang sebagai figur yang mengakibatkan inovasi besar kemudian mendirikan fondasi untuk masa depan Garuda.

    “Pelatih mampu pergi, tetapi warisannya akan setiap saat ada,” tulis salah satu netizen di area kolom komentar unggahan Jae-won. Terima kasih, Coach Shin.

  • 3 Kandidat Pelatih Pengganti Shin Tae-yong di dalam Timnas Indonesia, Siapa Saja?

    3 Kandidat Pelatih Pengganti Shin Tae-yong di dalam Timnas Indonesia, Siapa Saja?

    Ligapedianews.com Ada 3 kandidat instruktur pengganti Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia , siapa saja? Ada banyak nama kandidat pembimbing pengganti Shin Tae-yong di tempat Timnas Indonesia. Salah satunya pernah melatih Timnas Belanda selama beberapa edisi berbeda.

    Kabar mengejutkan datang dari PSSI pada waktu memutuskan menghentikan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan hal yang dimaksud di konferensi pers di dalam Menara Danareksa, Jakarta, pada Mulai Pekan (6/1/2025).

    Pada penjelasannya, Erick Thohir mengungkapkan bahwa langkah ini diambil setelahnya melalui evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan timnas selama berada di dalam bawah asuhan Shin Tae-yong. Kemudian, beliau juga mengonfirmasi bahwa PSSI telah lama memiliki kandidat pengganti Shin Tae-yong.

    Erick mengumumkan sosok pembimbing baru itu akan diinformasikan untuk umum pada 12 Januari mendatang. Dari sekian nama yang tersebut berhembus, berikut ini beberapa dalam antaranya yang disebut-sebut.

    Kandidat Pelatih Pengganti Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia

    1. Louis van Gaal

    Satu nama yang mana trending menyusul pemecatan Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia adalah Louis van Gaal. Beberapa pihak pada media sosial bahkan menyampaikan PSSI sudah ada merancang rapat dengan eks instruktur Manchester United tersebut.

    Menurut catatan Transfermarkt, van Gaal pada waktu ini menjadi penasehat di dalam Ajax Amsterdam. Sebelum itu, beliau melatih Timnas Belanda periode 2021-2022.

    Van Gaal mulai menjadi instruktur pasca gantung sepatu pada 1987. Riwayatnya pun cukup mentereng dengan beberapa kali menukangi klub besar.

  • Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Ligapedianews.com Kabar pemecatan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia pada Mulai Pekan (6/1/2025) mengguncang dunia sepak bola nasional. Namun, sebelum kita melangkah ke era baru, mari sejenak mengenang momen-momen manis yang tersebut ditorehkan pria dengan syarat Korea Selatan ini selama tambahan dari empat tahun masa baktinya.

    Jurnalis foto SINDOnews menghimpun beberapa orang foto Shin Tae-yong pada waktu melatih Timnas Indonesia, berikut hasil jepretannya:

    1. Support untuk Palestina di tempat Tengah Kekalahan

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Salah satu momen unik yang mana terjadi pada kepelatihan Shin Tae-yong dengan Timnas Indonesia adalah ketika ia menunjukkan solidaritas terhadap Palestina usai laga menghadapi Irak pada Kamis (6/6/2024). Meski Timnas Indonesia kalah 0-2 pada lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Global 2026 dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Shin Tae-yong kemudian Ragnar Oratmangoen mengangkat syal hitam bertuliskan “Indonesia for Palestine”.

    Momen ini terjadi pada waktu Shin Tae-yong dengan para pemain menyapa suporter pasca pertandingan. Gambar yang menangkap aksi yang disebutkan menjadi viral, menunjukkan sisi humanis sang instruktur yang dimaksud dikenal disiplin namun peduli pada isu-isu global.

    Dalam wawancara setelahnya laga, Shin Tae-yong mengakui kekalahan yang disebutkan disebabkan oleh kesalahan pasukan sendiri. Namun, ia tetap saja optimis menghadapi laga krusial melawan Filipina di dalam pertandingan berikutnya. “Perjalanan kita masih panjang, jadi kita harus berjuang lebih lanjut keras untuk meraih kemenangan pertandingan berikutnya,” tegasnya.

    2. Diusung Pemain usai Berhasil ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Shin Tae-yong mencetak sejarah dengan mengakibatkan Timnas Indonesia lolos ke sesi ketiga Kualifikasi Piala Planet untuk pertama kalinya, sekaligus menjadi pembimbing pertama yang mana secara berturut-turut meloloskan Indonesia ke Piala Asia 2027. Kepastian ini diraih pasca kemenangan 2-0 menghadapi Filipina pada Selasa (11/6/2024) pada SUGBK.

    Gol pertama diciptakan oleh Thom Haye melalui tendangan jarak terpencil spektakuler di dalam menit ke-32, sedangkan gol kedua dicetak oleh Rizky Ridho dengan sundulan indah setelahnya menerima umpan matang dari Nathan Tjoe-A-On di area menit ke-56. Thom Haye, yang dimaksud bermain dengan penuh semangat sepanjang laga, bahkan tak kuasa menahan air mata bahagia usai mencetak gol luar biasa tersebut.

    Tak hanya saja para pemain yang mana tampil maksimal, Shin Tae-yong pun menjadi pusat perhatian di perayaan setelahnya pertandingan. Ia diangkat oleh para pemain di area depan ribuan suporter yang memenuhi stadion. Perayaan penuh suka cita ini memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara instruktur kemudian para pemain.

    3. Support Fanatik La Grande Indonesia

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Momen kemenangan yang disebutkan juga diramaikan oleh aksi La Grande Indonesia, salah satu kelompok suporter fanatik Timnas Indonesia. Mereka membagikan bunga mawar untuk para pemain serta ofisial sebagai bentuk apresiasi menghadapi perjuangan mereka. Bantuan penuh cinta dari suporter menjadi bukti nyata betapa Shin Tae-yong telah terjadi menghadirkan inovasi besar bagi sepak bola Indonesia.

    Dengan capaian tersebut, Shin Tae-yong tak semata-mata dikenang sebagai pembimbing dengan dedikasi tinggi, tetapi juga sebagai sosok yang digunakan mampu merancang semangat kolektif di tempat pada serta luar lapangan. Terima kasih, Coach Shin, untuk semua momen berharga sama-sama Timnas Indonesia.

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina
  • Fabrizio Romano: Patrick Kluivert Pelatih Baru Timnas Indonesia, Dikontrak 2 Tahun

    Fabrizio Romano: Patrick Kluivert Pelatih Baru Timnas Indonesia, Dikontrak 2 Tahun

    Ligapedianews.com JAKARTA – Teka-teki mengenai sosok ahli baru Timnas Indonesia akhirnya terjawab. Legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, sudah resmi ditunjuk oleh PSSI untuk menggantikan Shin Tae-yong. Pengetahuan ini dikonfirmasi oleh pakar transaksi terkenal, Fabrizio Romano, melalui akun media sosialnya.

    “Patrick Kluivert telah terjadi mengesahkan kontrak sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia. Kesepakatan selesai dengan durasi dua tahun dan juga opsi perpanjangan dua tahun. Ia akan diperkenalkan pada 12 Januari mendatang di area Indonesia,” tulis Romano.

    Kluivert datang dengan tugas berat. PSSI, melalui Ketua Umumnya Erick Thohir, memiliki target sang pembimbing menyebabkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Planet 2026. Saat ini, Skuad Garuda berada pada tempat ketiga Grup C Kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia, bersaing ketat dengan Australia lalu Bahrain.

    Pemilihan Kluivert sebagai instruktur baru tidak kebijakan instan. Erick Thohir mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mewawancarai tiga kandidat ahli dari Eropa sebelum akhirnya memilih Kluivert.

    “Setiap instruktur yang digunakan diwawancarai sudah memahami target kami, yaitu lolos ke Piala Global 2026. Patrick Kluivert adalah salah satu dari kandidat yang disebutkan serta akhirnya kami menetapkan sebagai pilihan terbaik,” ujar Erick.

    PSSI dikabarkan memang benar mengincar pembimbing dengan syarat Eropa untuk menggantikan Shin Tae-yong. Media Massa Italia, Tuttosport, sebelumnya melaporkan bahwa PSSI menginginkan pembimbing dengan pendekatan taktik serta strategi yang digunakan lebih besar kuat, berbeda dari fokus fisik yang diterapkan oleh Shin Tae-yong.

    Patrick Kluivert akan dengan segera dihadapkan dengan jadwal padat dan juga tugas berat. Dalam waktu dua setengah bulan, ia harus mempersiapkan Timnas Indonesia untuk menghadapi laga krusial melawan Australia juga Bahrain pada Maret 2025. Dua pertandingan ini akan sangat menentukan kesempatan Indonesia melaju ke fase berikutnya pada Kualifikasi Piala Bumi 2026.

    Sebagai pembimbing baru, Kluivert diharapkan menghadirkan pengalaman serta keahliannya di melatih kelompok ke level yang dimaksud lebih lanjut tinggi. Sebagai mantan pemain top yang pernah membela Barcelona serta Belanda, reputasinya menjadi modal besar untuk meningkatkan performa Timnas Indonesia.

    Penunjukan Patrick Kluivert mendapat sorotan luas, teristimewa dari para pendukung Timnas Indonesia yang tersebut berharap era baru ini menyebabkan hasil yang mana lebih besar baik. Dalam perjalanan panjang menuju Piala Global 2026, dukungan penuh dari pemain, federasi, serta masyarakat akan menjadi faktor penting untuk kesuksesan.

    Dengan segala tantangan yang ada, langkah Kluivert untuk menghadirkan Timnas Indonesia ke level dunia pada saat ini dimulai. Pertanyaan besar pun muncul: mampukah Patrick Kluivert memenuhi ekspektasi tinggi dan juga mengakibatkan Garuda terbang lebih tinggi tinggi? Waktu yang akan menjawabnya.

  • Patrick Kluivert Suksesor Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia? Netizen: Downgrade!

    Patrick Kluivert Suksesor Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia? Netizen: Downgrade!

    Ligapedianews.com Patrick Kluivert yang dimaksud dikabarkan akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia menuai beragam reaksi dari netizen. Meski PSSI belum secara resmi mengumumkan, kabar ini telah cukup menimbulkan media sosial padat dengan komentar pro serta kontra.

    Banyak netizen yang tersebut mempertanyakan rekam jejak Kluivert, khususnya terkait dengan kontroversi yang digunakan pernah membayangi kariernya. Kasus judi ilegal pada 2016 serta dugaan penggelapan dana pada waktu menjabat pada PSG menjadi sorotan utama.

    Salah satu netizen dengan akun Mas A* menilai bahwa langkah PSSI memilih Kluivert sebagai pembimbing adalah langkah yang keliru.

    “Malah downgrade dari STY, CV-nya nih orang buruk banget sumpah. Kalau Timnas nggak lolos Piala Dunia, balik ke zaman era kegelapan,” tulisnya.

    Akun lain bernama @yudhi***_ juga menyoroti kontroversi Kluivert dengan nada sinis. “Pelatih bermasalah kok dipilih,” katanya.

    Komentar sejenis datang dari fu***fa jiran yang dimaksud mengolok-olok latar belakang Kluivert. “Dari mantan instruktur Piala Planet sekarang dilatih penjudi,” tulisnya.

    Sementara itu, akun Acesa @bubble***miasa menambahkan, “Pelatih berbagai perkara gini ke Indonesia.”

    Nama Patrick Kluivert memang benar tak lepas dari kontroversi. Pada 2016, ia tersandung tindakan hukum judi ilegal di dalam Belanda. Kluivert diduga memiliki utang sekitar 1 jt Euro atau sekitar Rp16 miliar untuk sindikat perjudian dan juga sempat menjadi target tekanan kelompok kriminal. Meski demikian, bukan ada bukti yang tersebut menghubungkannya dengan pengaturan skor sehingga ia terbebas dari dakwaan pidana.

    Selain itu, ketika menjadi Direktur Akademi PSG, Kluivert juga sempat dihadapkan dengan tuduhan penggelapan dana. Namun, perkara ini diselesaikan secara internal tanpa melibatkan proses hukum lebih tinggi lanjut.

    Di sedang gelombang kritik, ada sebagian pihak yang dimaksud masih percaya pada kemampuan Kluivert sebagai pelatih. Pengalamannya sebagai pemain top di area klub besar seperti Barcelona kemudian timnas Belanda menjadi modal yang tersebut diharapkan dapat menghadirkan inovasi positif bagi Timnas Indonesia.

    Kini, tantangan besar menanti Kluivert jikalau ia benar-benar resmi menakhodai Skuad Garuda. Salah satu target utamanya adalah menghadirkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Bumi 2026, sebuah tugas yang mana tak mudah mengingat persaingan di dalam Kualifikasi Piala Global zona Asia sangat ketat.

    Waktu akan membuktikan apakah langkah PSSI memilih Kluivert akan berbuah manis atau justru menjadi langkah yang digunakan disesali.

  • Minim Prestasi Sebagai Pelatih, Bisa Apa Patrick Kluivert?

    Minim Prestasi Sebagai Pelatih, Bisa Apa Patrick Kluivert?

    Ligapedianews.com Nama Patrick Kluivert mencuat sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia setelah PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sebanding dengan Shin Tae-yong. Meski dikenal sebagai legenda sepak bola Belanda, rekam jejak Kluivert sebagai instruktur kepala justru sangat jauh dari kata mentereng.

    Karier kepelatihan Patrick Kluivert lebih lanjut berbagai diluangkan sebagai asisten dibandingkan sebagai pembimbing kepala. Sejak pensiun sebagai pemain, ia hanya saja tercatat tiga kali menduduki kursi ahli kepala.

    Pertama, ia melatih Jong Twente, pasukan cadangan FC Twente, pada 2011-2012. Kedua, ia menangani Timnas Curacao di dua periode, yakni 2015-2016 dan juga 2021. Ketiga, Kluivert menjadi ahli Adana Demirspor di area Kompetisi Turki pada 2023.

    Namun, masa tugasnya dengan Adana Demirspor berlangsung singkat. Ia belaka bertahan selama kurang dari enam bulan sebelum dipecat pada Desember 2023. Keputusan yang disebutkan dilaporkan dikarenakan hasil buruk yang digunakan diraih klub selama diasuh olehnya.

    Karier Bersinar Sebagai Pemain, Tidak Berlanjut di area Kepelatihan
    Kluivert memang sebenarnya miliki rekam jejak luar biasa sebagai pemain. Ia pernah menjadi bagian penting Ajax Amsterdam, Barcelona, kemudian Timnas Belanda. Gelar Turnamen Champions bersatu Ajax (1994/1995) lalu La Kompetisi bersatu Barcelona (1998/1999) menjadi pencapaian besar pada kariernya.

    Namun, sebagai pelatih, Kluivert gagal menyebabkan prestasi serupa. Tidak ada trofi maupun pencapaian besar yang digunakan berhasil ia raih selama menjadi pembimbing kepala. Hal ini mengakibatkan keraguan apakah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang digunakan melekat pada sikap pembimbing Timnas Indonesia.

    Meskipun minim pengalaman sebagai pembimbing kepala, tetapi Patrick Kluivert punya rekam jejak yang mana mentereng ketika menjadi asisten pelatih. Sebab, dari pekerjaannya itu, beliau telah terjadi membantu berbagai instruktur hebat pada Eropa.

    Yang pertama ialah ketika membantu Ange Postecoglou menangani klub selama Australia, Brisbane Roar. Saat ini, Ange Postecoglou sudah menyeberangi berbagai perjalanan hingga akhirnya ditunjuk menjadi instruktur Tottenham Hotspur.

  • Kelebihan Patrick Kluivert: Jago Bahasa Belanda, Dekat dengan Budaya Indonesia

    Kelebihan Patrick Kluivert: Jago Bahasa Belanda, Dekat dengan Budaya Indonesia

    Ligapedianews.com Patrick Kluivert, mantan pemain legendaris Belanda, mencuat sebagai salah satu kandidat pembimbing Timnas Indonesia setelahnya PSSI memutuskan mengakhiri kerja sebanding dengan Shin Tae-yong. Di sedang pro dan juga kontra mengenai rekam jejak kepelatihannya, satu kelebihan Kluivert yang digunakan menonjol adalah kemampuannya pada mengomunikasikan menggunakan bahasa Belanda, yang tersebut secara budaya dekat dengan beberapa pemain Indonesia.

    Sebagai pembimbing dengan syarat Belanda, Kluivert dianggap memiliki nilai tambah tersendiri apabila resmi ditunjuk sebagai ahli kepala Timnas Indonesia. Banyak pemain timnas yang mana mempunyai hubungan erat dengan Belanda, baik lantaran berkarier pada kompetisi Belanda, miliki darah keturunan Indonesia-Belanda, maupun pernah dilatih instruktur Belanda pada masa lalu.

    Pemain-pemain seperti Marc Klok, Ivar Jenner, kemudian Rafael Struick, yang dimaksud memiliki keterkaitan dengan Belanda, diprediksi akan lebih besar mudah memahami arahan Kluivert. Komunikasi yang tersebut lancar antara pembimbing lalu pemain rutin menjadi faktor penting pada mendirikan kekompakan tim.

    “Patrick Kluivert bisa jadi menjadi sosok yang digunakan mampu menjembatani komunikasi dengan peserta muda berbakat di dalam Indonesia, khususnya merekan yang mana memiliki latar belakang Belanda,” ujar salah satu pengamat sepak bola nasional.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa langkah mengganti instruktur kepala bertujuan untuk menyebabkan Timnas Indonesia lebih tinggi baik pada hal strategi, komunikasi, lalu implementasi program.

    “Kita perlu pemimpin yang dimaksud tambahan baik di menerapkan strategi terhadap pemain, komunikasi yang efektif, juga implementasi acara yang lebih tinggi terarah,” ungkap Erick pada konferensi pers pada Hari Senin (6/1/2025).

    Keputusan untuk mempertimbangkan Kluivert sebagai kandidat pembimbing kepala diyakini akibat ia dapat memenuhi beberapa kriteria tersebut, khususnya pada hal komunikasi.

    Tantangan Besar Menanti

    Meski memiliki kelebihan di aspek bahasa lalu budaya, Patrick Kluivert masih menghadapi tantangan besar jikalau ditunjuk sebagai ahli Timnas Indonesia. Pengalamannya sebagai pembimbing kepala terbilang minim, dengan belaka tiga kali menjadi pemimpin tim, yakni Jong Twente, Timnas Curacao, lalu Adana Demirspor. Masa jabatannya di dalam Adana Demirspor bahkan belaka bertahan kurang dari enam bulan akibat hasil buruk.

    Namun, rekam jejak Kluivert sebagai pemain tidak ada dapat dianggap remeh. Ia pernah meraih peringkat Turnamen Champions bersatu Ajax Amsterdam (1994/1995) kemudian La Kompetisi dengan Barcelona (1998/1999). Pengalamannya bermain di dalam level tertinggi Eropa diharapkan mampu menginspirasi para pemain Indonesia.

    Jika Kluivert resmi ditunjuk, ia diharapkan tidaklah hanya saja menyebabkan strategi baru, tetapi juga menjadikan komunikasi yang digunakan baik sebagai fondasi tim. Publik sepak bola Indonesia menaruh harapan besar agar ia dapat memanfaatkan kelebihannya pada merancang Timnas Indonesia yang digunakan lebih besar solid, kompak, lalu mampu bersaing dalam level internasional.

  • Marca: Louis van Gaal Direktur Teknik Timnas Indonesia Duet Patrick Kluivert

    Marca: Louis van Gaal Direktur Teknik Timnas Indonesia Duet Patrick Kluivert

    Ligapedianews.com Louis van Gaal akan menduduki jabatan sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia menurut media Spanyol, Marca. Louis van Gaal akan kembali berduet dengan Patrick Kluivert yang mana ditunjuk PSSI untuk menggantikan Shin Ta-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia.

    PSSI menciptakan langkah mengejutkan dengan menghentikan Shin Tae-yong pasca lima tahun menukangi Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong yang digunakan menggegerkan jagat bola nasional.

    Pakar pengiriman bola Fabrizio Romano pada akun media sosialnya mengumumkan Patrick Kluivert akan dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun untuk melatih Timnas Indonesia. Artinya, Kluivert akan berkolaborasi lagi dengan Van Gaal seperti pada Timnas Belanda.

    Posisi Louis van Gaal akan menggantikan Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia. Indra Sjafri mendapat kepercayaan melatih Timnas Indonesia U-20. “Seperti yang mana dijelaskan Fabrizio Romano, mereka miliki pengganti (Shin Tae-yong) yaitu Patrick Kluivert, yang dimaksud akan menjadi instruktur baru dengan Louis van Gaal sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia,” tulis Marca.

    Sosok Louis van Gaal memiliki segudang pengalaman sebagai ahli dan juga direktur teknik. Van Gaal sebelumnya melatih Patrick Kluivert pada waktu pada Ajax Amsterdam pada musim 1994-1997. Saat bertugas dalam Timnas Belanda, Kluivert adalah asisten Louis Van Gaal pada 2012-2014. Prestasi terbaik mereka menyebabkan Belanda menduduki kedudukan ketiga di dalam Piala Global 2014.

  • Shin Tae-yong Dipecat, Nasib 4 Pemain Lokal di dalam Persimpangan Jalan: Masih Dipakai Timnas Indonesia?

    Shin Tae-yong Dipecat, Nasib 4 Pemain Lokal di dalam Persimpangan Jalan: Masih Dipakai Timnas Indonesia?

    Ligapedianews.com PSSI menimbulkan geger rakyat sepak bola di dalam Tanah Air dengan mengeluarkan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia , Awal Minggu (6/1/2025). Pemecatan ini memproduksi nasib empat pemain lokal berada dalam persimpangan jalan.

    Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia seakan memonopoli pemberitaan dalam Tanah Air. Banyak yang digunakan mempertanyakan alasan PSSI menimbulkan kebijakan tersebut.

    Tapi yang digunakan tak kalah heboh adalah nasib empat pemain lokal yang kerap menjadi langganan membela Timnas Indonesia sewaktu masih ditangani Shin Tae-yong. Mereka adalah Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan serta Marselino Ferdinan.


    Seperti yang tersebut kerap terjadi. Setiap pasukan yang melakukan pergantian pelatih, pemain setiap saat menjadi korban. Begitu pula dengan keempat pemain tersebut.

    Meskipun selama berada dalam bawah asuhan Shin Tae-yong, ada perbedaan menit bermain. Namun Rizky Ridho, Asnawi, Pratama serta Marselino rutin mengikuti setiap kejuaraan yang mana disertai Timnas Indonesia.

    Sekarang keempat pemain yang disebutkan harus berjuang dari nol untuk mendapatkan tempat di tempat bawah asuhan instruktur baru Timnas Indonesia. Karena setiap ahli memiliki selera lalu beberapa pertimbangan untuk menentukan pilihannya sebelum memanggil pemain.


    Sehingga tak ada yang bisa saja menjamin Rizky Ridho, Asnawi, Pratama serta Marselino tetap memperlihatkan dipakai ahli baru Timnas Indonesia. Hingga ketika ini, belum ada yang tersebut mengetahui siapa yang dimaksud akan mengisi kekosongan kursi yang mana ditinggalkan Shin Tae-yong.

    Namun nama Patrick Kluivert mencuat akan datang menggantikan Shin Tae-yong. Eks bintang Barcelona itu tentunya punya beberapa pertimbangan sebelum memanggil pemain untuk meningkatkan kekuatan Skuad Garuda.

  • 5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Ligapedianews.com Sangat menarik untuk mengkaji reaksi para pemain Timnas Indonesia pasca pemecatan Shin Tae-yong . Ada lima pemain Skuad Garuda yang digunakan paling sedih ketika mendengar kabar ahli strategi selama Korea Selatan itu dipecat PSSI .

    Awal tahun 2025. Publik sepak bola di dalam Tanah Air mendapat kabar yang dimaksud cukup mengejutkan pada waktu PSSI mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia.

    Tak hanya saja penggemar yang digunakan merasa kehilangan Shin Tae-yong. Pemain yang digunakan selama ini mengenal ahli berusia 54 tahun itu mengambil bagian sedih mengetahui pembimbing yang dimaksud sukses menyebabkan prestasi Timnas Indonesia ke ranking 127 dunia itu meninggalkan kursi pelatih.

    Reaksi setiap individu berbeda-beda, lalu tidaklah semua pemain akan secara terbuka mengungkapkan kesedihan merek di tempat media sosial. Meskipun demikian, SINDOnews mencoba merangkum lima pemain yang mana merasa sangat kehilangan dengan kepergian Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas ndonesia.

    Berikut 5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Sedih Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    1. Asnawi Mangkualam

    5 Pemain Timnas Indonesia yang mana Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram Asnawi Mangkualam (@asnawi_bhr)

    Posisi pertama ditempati Asnawi Mangkualam. Sebagai pemain yang tersebut pernah mengemban tugas sebagai kapten Timnas Indonesia, ia pasti memiliki kedekatan emosional dengan Shin Tae-yong.

    Pelatih selama Korea Selatan ini dianggap sebagai sosok yang sangat berpengaruh pada perkembangan karier Asnawi. Pada akun Instagram pribadinya, ia memajang foto monokrom (hitam-putih) berdua dengan Shin Tae-yong.

    Asnawi seolah ingin menyampaikan emosi dan juga instruksi yang dimaksud kuat terhadap kepergian STY. “Cinta dan juga perhatiannya berada pada level yang mana berbeda. Terima kasih untuk semuanya, pelatih,” tulisnya.

    2. Pratama Arhan

    5 Pemain Timnas Indonesia yang Paling Sedih pada waktu Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram Pratama Arhan (@pratamaarhan8)

    Pemain muda berbakat ini juga merasakan perkembangan yang mana signifikan pada bawah asuhan Shin Tae-yong. Arhan seringkali mendapatkan pujian dari STY berhadapan dengan penampilannya yang dimaksud impresif.

    “Terima kasih berhadapan dengan perjalanannya @shintaeyong7777, ini sangat berarti bagi saya sepanjang karir saya,” tulisnya.

    3. Rizky Ridho

    5 Pemain Timnas Indonesia yang dimaksud Paling Sedih pada waktu Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram (@rizkyridhoramadhani)