Tag: pelatih timnas indonesia

  • Shin Tae-yong Dipecat, Pelatih Top Eropa Masuk Tangani Timnas Indonesia?

    Shin Tae-yong Dipecat, Pelatih Top Eropa Masuk Tangani Timnas Indonesia?

    Ligapedianews.com Laporan terbaru dari media Italia, Tuttosport, mencuatkan kabar mengejutkan terkait masa depan Shin Tae-yong sebagai instruktur Timnas Indonesia . Menurut laporan tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dikabarkan berencana menggantikan pembimbing selama Korea Selatan itu dengan seseorang instruktur Eropa yang digunakan lebih tinggi berpengalaman, dengan tujuan besar menghadirkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Global 2026.

    Erick Thohir yang mana memiliki ambisi besar untuk menghadirkan Indonesia ke Piala Bumi 2026, diyakini menginginkan inovasi besar dalam lini kepelatihan Timnas. Meskipun kedudukan Indonesia pada waktu ini dalam Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia masih berpeluang, terpaut hanya sekali satu poin dari Australia dalam sikap ketiga Grup C, sejumlah pihak merasa bahwa gaya kepelatihan Shin Tae-yong, yang tersebut lebih banyak fokus pada peningkatan fisik kemudian daya tahan, belum cukup untuk meraih hasil maksimal.

    Pergantian pembimbing ini mengejutkan sejumlah kalangan, mengingat Timnas Indonesia masih miliki prospek lolos ke putaran final Piala Global 2026. Namun, laporan Tuttosport menyebutkan bahwa Erick Thohir telah merencanakan langkah besar dengan menyebabkan instruktur Eropa yang mana mampu memberikan gebrakan baru bagi tim. Rencananya, instruktur baru ini akan mulai menangani Timnas Indonesia pada pertandingan melawan Australia juga Bahrain pada Maret 2025.

    Beberapa nama besar jika Belanda dikabarkan masuk di daftar kandidat pembimbing baru Timnas Indonesia. Salah satunya adalah Phillip Cocu, mantan ahli PSV Eindhoven serta Vitesse Arnhem, yang pada masa kini menganggur. Cocu miliki rekam jejak gemilang, termasuk tiga gelar kejuaraan Eredivisie dengan PSV. Pengalamannya di bekerja dengan pemain muda di area Vitesse dapat menjadi nilai tambah untuk pengembangan pemain Indonesia.

    Kemudian ada Erik Ten Hag, yang mana baru sekadar dipecat oleh Manchester United pada Oktober 2024. Ten Hag terkenal dengan kemampuannya di mengembangkan taktik permainan yang digunakan solid dan juga pendekatan untuk pemain muda, yang membuatnya menjadi kandidat ideal untuk membimbing Timnas Indonesia menuju Piala Dunia.

    Nama Giovanni van Bronckhorst, mantan instruktur Feyenoord lalu Besiktas, juga muncul sebagai kandidat. Pelatih berdarah Indonesia ini dikenal sebagai pembimbing yang mampu merancang regu dengan keseimbangan antara pertahanan lalu serangan, juga memiliki pengalaman internasional yang digunakan luas.

    Ada juga nama Frank Rijkaard, mantan instruktur Barcelona yang dimaksud sukses meraih dua penghargaan La Turnamen kemudian satu trofi Kejuaraan Champions. Meski sudah ada lama bukan melatih, Rijkaard masih menjadi sosok yang dihormati di dunia pelatihan. Pengalaman internasionalnya, teristimewa ketika menangani pemain bintang seperti Lionel Messi, bisa saja menghadirkan nuansa baru untuk Timnas Indonesia yang digunakan membutuhkan pengalaman tingkat dunia.

    Terakhir, Frank de Boer, mantan instruktur Ajax kemudian Inter Milan, juga menjadi kandidat kuat. De Boer mempunyai hubungan dekat dengan Erick Thohir ketika menjabat presiden Inter Milan, kemudian pengalaman melatih klub-klub besar di dalam Eropa membuatnya menjadi pilihan menarik.

  • Khairul Anwar Ubah Akun IG Jadi Privasi usai Kirim Pesan Pesan Perpisahan untuk Shin Tae-yong

    Khairul Anwar Ubah Akun IG Jadi Privasi usai Kirim Pesan Pesan Perpisahan untuk Shin Tae-yong

    Ligapedianews.com Akun Instagram Khairul Anwar diubah menjadi privasi pasca menciptakan gempar jagat maya dengan mengunggah instruksi yang mana seolah-olah menjadi tanda perpisahan untuk Shin Tae-yong . Unggahan yang dimaksud sontak memicu berbagai ramalan pada kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.

    “Terima kasih Shin Tae-yong melawan kebersamaannya selama ini. Kamu masih menjadi bagian sejarah metamorfosis sepak bola Indonesia,” tulis Khairul pada akun Instagram pribadinya.

    Apakah ini berarti Shin Tae-yong segera meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia? Atau apakah ada maksud lain di area balik arahan tersebut? Atau anggota PSSI telah mulai terbelah suaranya gara-gara Shin Tae-yong?

    Hingga ketika ini, Khairul Anwar belum memberikan penjelasan resmi mengenai hal ini. Sementara itu, Vivin Cahyani menuturkan bahwa sejauh ini belum ada langkah resmi dari PSSI terkait isu Shin Tae-yong.

    “Belum ada tindakan resmi dari PSSI,” tutur Anggota Exco PSSI.

    Saat ini Timnas Indonesia sedang fokus mempersiapkan laga di area putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026. Kans Skuad Garuda lolos ke pesta sepak bola bergengsi itu cukup terbuka.

    Saat ini Timnas Indonesia berada di tempat sikap ketiga dengan mengakumulasi enam poin. Poin itu dari sekali menang, tiga kali imbang, serta dua kali kekalahan.

    Timnas Indonesia akan kembali berlaga di fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia, pada periode Maret 2025 Mereka akan melawan Australia (20/3/2025) juga Bahrain (25/3/2025).

  • Shin Tae-yong Dipecat? Belajarlah Kesalahan dari Pemecatan Luis Milla

    Shin Tae-yong Dipecat? Belajarlah Kesalahan dari Pemecatan Luis Milla

    Ligapedianews.com Unggahan kontroversial Khairul Anwar dalam media sosial telah dilakukan mengguncang jagat sepak bola Indonesia. Pesan perpisahan yang dimaksud ditujukan untuk Shin Tae-yong memicu ramalan mengenai masa depan pembimbing selama Korea Selatan tersebut.

    Situasi ini mengingatkan penggemar sepak bola di tempat Tanah Air pada persoalan hukum pemecatan Luis Milla beberapa waktu lalu. Apakah sejarah akan terulang kembali?

    Luis Milla merupakan salah satu ahli yang menyebabkan pembaharuan untuk sepak bola Indonesia dengan permainannya yang dimaksud khas. Pelatih jika Spanyol itu mengadopsi gaya permainan tiki-taka yang digunakan mengandalkan penguasaan bola, passing pendek, juga pergerakan tanpa bola yang tersebut cepat.

    Selain itu, Milla juga fokus pada pengembangan taktik individu pemain serta permainan pasukan yang mana solid. Salah satu sumbangan terbesar Luis Milla adalah pada pengembangan pemain muda Indonesia. Pelatih yang mana pernah menukangi Barcelona B ini memiliki visi jangka panjang untuk merancang timnas yang tersebut kuat dengan peserta muda berkualitas.

    Milla memberikan kesempatan untuk berbagai pemain muda untuk tampil pada timnas senior. Ia juga menerapkan metode latihan yang intensif dan juga modern untuk meningkatkan kemampuan teknis lalu taktikal para pemain.

    Namun pada 2018, masa bakti Milla bersatu Timnas Indonesia berakhir pasca PSSI memutuskan untuk tak membarui kontraknya. Pemutusan kontrak Luis Milla tentu semata mengakibatkan goncangan pada Timnas Indonesia. Para pemain yang digunakan telah terbiasa dengan gaya kepelatihan Milla harus beradaptasi dengan instruktur baru.

    Meski begitu, ada beberapa pemain andalan Milla yang tersebut hingga ketika ini masih mendapat kepercayaan dari Shin Tae-yong. Salah satunya adalah Asnawi Mangkualam.

    Pemain yang tersebut berposisi sebagai bek ini sempat memberi kejutan ketika dibawa oleh Luis Milla untuk menguatkan Timnas Indonesia U-23 dalam SEA Games 2017. Karena pada ketika itu beliau masih menjadi anggota Timnas Indonesia U-19 yang diasuh oleh Indra Sjafri pada waktu itu.

    Berkat polesan Milla, Asnawi miliki sejumlah kesempatan untuk bermain. Saat ini, ia menjadi salah satu pemain yang tersebut diandalkan Shin Tae-yong di tempat Timnas Indonesia.

    Pemutusan kontrak Luis Milla oleh PSSI merupakan tindakan yang digunakan kompleks dengan berbagai faktor yang memengaruhinya. Fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang tersebut terlibat pada sepak bola Indonesia, teristimewa terkait pentingnya komunikasi, stabilitas, juga visi jangka panjang di mendirikan sebuah pasukan nasional yang dimaksud sukses.

  • La Grande Indonesia: Kami di area Belakangmu Coach STY!

    La Grande Indonesia: Kami di area Belakangmu Coach STY!

    Ligapedianews.com La Grande Indonesia (LGI), salah satu kelompok suporter sepak bola terorganisir terbesar lalu paling fanatik dalam Indonesia, menghasilkan pernyataan sikap terkait isu pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia . Dalam unggahan terbarunya, mereka menulis tetap memperlihatkan memperkuat ahli Shin Tae-yong.

    “KAMI DI BELAKANGMU COACH STY! FOKUS @PSSI,” tulisnya pada akun X (@LaGrandeIndo), Mingguan (5/1/2025).

    Postingan itu hingga ketika ini telah dilihat sebanyak 161.5 ribu. La Grande Indonesia dikenal sangat loyal pada menyokong Timnas Indonesia.

    LGI dikenal dikarenakan koreografi yang tersebut spektakuler, nyanyian yang dimaksud meriah, lalu semangat juang yang tersebut tinggi di menyokong Skuad Garuda. Sekadar informasi, isu pemecatan Shin Tae-yong pertama kali mengguncang jagat maya di tempat Indonesia usai akun Instagram Khairul Anwar mengunggah arahan yang digunakan seolah-olah menjadi tanda perpisahan untuk Shin Tae-yong.

    Unggahan yang dimaksud sontak memicu berbagai ramalan dalam kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. “Terima kasih Shin Tae-yong berhadapan dengan kebersamaannya selama ini. Kamu tetap saja menjadi bagian sejarah metamorfosis sepak bola Indonesia,” tulis Khairul di tempat akun Instagram pribadinya.

    La Grande Indonesia: Kami di tempat Belakangmu Coach STY!

    Sontak saja, postingan itu mengundang reaksi dari netizen Indonesia. Salah satu akun milik BungKikal99 (@bungkikal99) menulis bahwa ada beberapa oknum yang tersebut lebih lanjut suka dengan uang ketimbang prestasi Timnas Indonesia.

    “JIKA STY DIPECAT, KAMI SUDAH TAHU SIAPA HARUS DICARI UNTUK DIIKAT!!! Mereka sampah-sampah yg tambahan suka duitnya ketimbang prestasinya!!! mereka itu yg lebih banyak dekat dengan mafia ketimbang memproduksi fans Bahagia,” tulisnya.

  • PSSI Bantah Pemecatan Shin Tae-yong, Ahmad Riyadh: Pada Saatnya Wartawan Diberi Tahu!

    PSSI Bantah Pemecatan Shin Tae-yong, Ahmad Riyadh: Pada Saatnya Wartawan Diberi Tahu!

    Ligapedianews.com Isu pemecatan Shin Tae-yong sebagai instruktur Timnas Indonesia kembali mencuat menyusul postingan pada akun Instagram Khariul Anwar. Namun, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, dengan tegas membantah kabar tersebut.

    Dalam keterangannya untuk wartawan, Hari Minggu (5/1/2025), Ahmad Riyadh menyatakan bahwa bukan ada pembahasan mengenai pergantian instruktur pada rapat Exco PSSI.

    Ia menegaskan bahwa Shin Tae-yong masih menjadi instruktur Timnas Indonesia. Namun, Ahmad mengungkapkan, para Exco PSSI nantinya diberikan wewenang untuk menghasilkan tindakan terkait dengan masa depan Timnas Indonesia.


    “Enggak, enggak ada perpisahan,” tegas Ahmad Riyadh.

    “Kemarin enggak ada rapat Exco, kecuali satu hal aja PSSI nanti pada rapat minta diberi wewenang penuh untuk menentukan arah Timnas, mengevaluasi inisiatif Timnas. Kita semua Exco kan ga mungkin saja ada 15 orang sendiri sendiri, itu aja ngomongnya,” jelas Ahmad.

    Mengenai postingan Khairul Anwar, Ahmad menegaskan belum ada pembahasan dalam kalangan Exco PSSI mengenai pemecatan pembimbing selama Korea Selatan itu. “Pak Khairul ngomong apa? (terima kasih ke STY) ya tiap pertandingan kita mesti berterima kasih ke STY, kan?,” tutur Ahmad.

    “Saya kira enggak ada, belum ada. Pada saatnya pasti kan wartawan diberi tahu pasti,” pungkasnya.

    Senin Update Kabar Shin Tae-yong?

    Isu mengenai pemecatan Shin Tae-yong terus menjadi bola panas. Sejumlah pengamat sepak bola turut menyoroti perihal kabar tersebut.

    Salah satunya adalah Firzie Idris. Dalam postingan terbarunya di area akun X pribadinya, beliau menulis akan ada kabar terbaru pada Mulai Pekan (6/1/2025).

    “Senin ini infonya akan ada update resmi. Sejauh ini Pak Ketum segera yang tersebut akan menyampaikan,” tulis Firzie.

  • Hari Ini adalah Shin Tae-yong Dipecat? Tunggu Forum Pers Resmi PSSI

    Hari Ini adalah Shin Tae-yong Dipecat? Tunggu Forum Pers Resmi PSSI

    Ligapedianews.com Nasib Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia menjadi tanda tanya besar. PSSI dijadwalkan mengatur konferensi pers pada Awal Minggu (6/1/2025) siang Waktu Indonesia Barat dalam Menara Danareksa, Jakarta. Spekulasi mengenai masa depan instruktur dengan syarat Korea Selatan ini semakin memanas pasca unggahan anggota Exco PSSI, Khairul Anwar, menyiratkan perpisahan dengan Shin Tae-yong.

    Dalam unggahan di area akun Instagram pribadinya, Khairul menuliskan instruksi terima kasih terhadap Shin Tae-yong berhadapan dengan kontribusinya selama melatih Timnas Indonesia. “Terima kasih Shin Tae-yong menghadapi kebersamaannya selama ini. Kamu masih menjadi bagian sejarah perubahan struktural sepak bola Indonesia,” tulis Khairul.

    Unggahan yang disebutkan dengan segera menyulut ramalan pada media sosial. Publik bertanya-tanya, apakah ini menandakan akhir perjalanan Shin Tae-yong dengan skuad Garuda? Tak sedikit yang digunakan menyokong agar Shin masih bertahan, mengingat berbagai pencapaian positif yang mana sudah pernah diraih selama masa jabatannya.

    PSSI sendiri telah terjadi mengonfirmasi konferensi pers yang dimaksud akan dipimpin secara langsung oleh Ketua Umum Erick Thohir. Selain itu, Wakil Ketua Umum 1 Zainuddin Amali, Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan juga manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga dijadwalkan hadir. Namun, tak ada nama Shin Tae-yong di daftar yang digunakan dirilis PSSI, sehingga prakiraan pemecatannya semakin menguat.

    Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, turut memberikan pandangannya terkait isu panas ini. Menurut Kesit, jikalau benar Shin Tae-yong dicopot, langkah yang dimaksud kemungkinan besar didasarkan pada evaluasi menyeluruh dari PSSI yang menilai instruktur berusia 54 tahun itu kurang pas untuk memenuhi target tinggi, seperti lolos ke Piala Bumi 2026.

    “Menurut saya, bukanlah hal yang mana mudah buat PSSI untuk memutus kontrak STY. Mengingat kinerjanya sejak ia menjadi instruktur timnas terbilang positif,” kata Kesit.

    Namun, Kesit juga menilai bahwa mungkin saja PSSI mengamati adanya kekurangan pada kemampuan Shin Tae-yong untuk merealisasikan target ambisius tersebut. “Mungkin ada target tinggi yang mana dibebankan PSSI terhadap STY yakni timnas harus lolos Piala Dunia. Namun STY mungkin, sekali lagi ini mungkin saja ya, dipandang tak akan bisa jadi mewujudkan target tersebut,” tambahnya.

    Selain itu, laporan dari media Italia, Tuttosport, sempat menyarankan PSSI untuk merekrut ahli dengan syarat Eropa yang dinilai lebih tinggi cocok dengan komposisi pemain Timnas Indonesia ketika ini, yang tersebut berbagai dihuni oleh pemain keturunan Belanda.

    Shin Tae-yong sudah mencatatkan sebagian prestasi dengan Timnas Indonesia, termasuk menghadirkan Timnas U-20 tampil impresif di tempat level internasional juga mengubah gaya bermain skuad senior menjadi lebih besar kompetitif. Namun, kabar pemecatan ini menunjukkan adanya ramalan terkait masa depan Timnas.

    Konferensi pers PSSI siang ini menjadi momen krusial untuk menjawab semua perkiraan yang digunakan berkembang. Apakah Shin Tae-yong tetap saja bertahan pada kursinya, atau justru resmi dipecat? Publik sepak bola nasional tentu berharap kejelasan segera terungkap.

    Kita tunggu dengan bagaimana tindakan resmi dari PSSI pada konferensi pers yang mana akan berlangsung hari ini.

  • Profil Louis van Gaal, Pelatih Belanda yang digunakan Disebut Suksesor Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia

    Profil Louis van Gaal, Pelatih Belanda yang digunakan Disebut Suksesor Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Profil Louis van Gaal akan dibahas pada artikel ini. Pelatih selama Belanda itu santer dikabarkan akan datang menjadi pengganti Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia.

    Baru-baru ini, penggemar sepak bola Tanah Air dihadapkan pada desas-desus ketidakpastian mengenai masa depan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia. Hal ini lantaran adanya unggahan anggota Exco PSSI yang dimaksud seakan mengungkap arahan perpisahan terhadap STY.

    Meski belum dipastikan kebenarannya, sebagian warganet mulai memberi pendapat mengenai ahli yang tersebut berpotensi gantikan STY jikalau benar-benar keluar. Di antaranya ada sosok mantan instruktur Manchester United, Louis van Gaal.

    Profil Louis van Gaal

    Louis van Gaal dikenal luas sebagai pembimbing sepak bola jika Belanda. Informasi Transfermarkt mencatatnya pada saat ini menjadi konselor di area Ajax setelahnya sebelumnya melatih Timnas Belanda periode 2021-2022.

    Melihat ke belakang, van Gaal dulunya ternyata lebih tinggi dulu menjadi pemain sepak bola. Meski mampu dibilang biasa-biasa saja, beliau pernah menjadi bagian klub ternama seperti Ajax Amsterdam juga AZ Alkmaar dalam Kejuaraan Belanda.

    Setelah gantung sepatu pada 1987, ia beralih menjadi pelatih. Riwayatnya pun cukup mentereng jikalau dibandingkan ketika van Gaal berprofesi sebagai pemain.

    Pada level klub, pria kelahiran Amsterdam, 8 Agustus 1951 ini pernah menjadi instruktur beberapa kelompok top Eropa. Sebut semata Barcelona (1997-2000 lalu 2022-2003), Bayern Munich (2009-2011) hingga Manchester United (2014-2016).

    Sementara di tempat kelompok nasional (Timnas), van Gaal pernah menukangi Belanda selama beberapa edisi berbeda. Di antaranya periode 2000-2001, 2012-2014, kemudian 2021-2022.

    Dari semua itu, salah satu prestasi besarnya adalah mengantarkan Belanda meraih tempat ketiga Piala Planet 2014 di dalam Brasil. Sementara untuk Piala Global 2022, van Gaal belaka mampu mengakibatkan kelompok Oranje sampai putaran perempat final.

    Rumor van Gaal yang dimaksud akan datang menjadi pembimbing Timnas Indonesia kencang berhembus pasca menguatnya isu kepergian Shin Tae-yong. Menurut informasi yang mana didapatkan pengamat sepakbola Tanah Air, Haris Pardede, PSSI telah merancang pertemuan dengan eks ahli MU tersebut.

    Namun, memang sebenarnya belum diketahui pembicaraan yang disebutkan nantinya mengarah ke mana. Jika pertemuan dengan PSSI benar adanya, paling memungkinkan adalah menjadikan van Gaal sebagai Direktur Teknik PSSI alih-alih menggantikan STY sebagai ahli utama.

    “Menurut informasi yang tersebut saya dengar, info A1 dari lingkaran pada PSSI. Februari (2025) rencananya ya sanggup hanya batal. Namun, saya ada rekamannya jikalau nanti dibutuhkan dan juga diizinkan yang digunakan memberikan informasi, delegasi PSSI rencananya akan terbang ke Belanda,” kata Bung Harpa, seperti disitir dari kanal YouTube Bung Harpa, Mulai Pekan (6/1/2025).

    Itulah sedikit ulasan profil Louis van Gaal, ahli dengan syarat Belanda yang tersebut diisukan akan segera ganti Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia.

  • 5 Prestasi Bersejarah Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

    5 Prestasi Bersejarah Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Shin Tae-yong , ahli jika Korea Selatan, telah terjadi mencatatkan berbagai pencapaian bersejarah bersatu Timnas Indonesia sejak ditunjuk sebagai ahli pada Januari 2020. Meski sekarang ini masa depannya di tempat timnas sedang menjadi sorotan, beberapa jumlah prestasi penting selama empat tahun terakhir membuktikan sumbangan besarnya terhadap sepak bola Indonesia. Berikut adalah lima pencapaian bersejarah Shin Tae-yong sama-sama Timnas Indonesia.

    1. Mengakhiri Penantian 16 Tahun untuk Piala Asia 2023

    Shin Tae-yong berhasil menyebabkan Timnas Indonesia senior kembali ke Piala Asia 2023 setelahnya absen selama 16 tahun. Kepastian ini diraih melalui perjuangan gemilang pada putaran kualifikasi, memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pencinta sepak bola tanah air.

    Tak cuma itu, pada kompetisi Piala Asia 2023, Indonesia berhasil lolos hingga fase 16 besar. Langkah ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia dalam kompetisi yang dimaksud pada beberapa dekade terakhir, menandai kebangkitan sepak bola nasional di dalam pentas Asia.

    2. Diterima ke Piala Asia U-23 2024 untuk Pertama Kalinya

    Di level usia muda, Shin Tae-yong mencatat sejarah dengan menyebabkan Timnas Indonesia U-23 lolos ke Piala Asia U-23 2024. Ini adalah adalah pertama kalinya Indonesia berhasil mencapai pertandingan tersebut, sebuah pencapaian yang dimaksud menunjukkan perkembangan pesat pada level junior.

    Selain itu, Timnas U-23 yang digunakan diasuhnya juga mampu melaju hingga semifinal Piala Asia U-23 2024, sebuah capaian yang mana membanggakan lalu membuktikan kualitas generasi muda sepak bola Indonesia.

    3. Melewati ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Global 2026

    Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatatkan data sejarah baru dengan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026. Langkah ini menjadi yang digunakan pertama bagi Indonesia, membuka potensi lebih lanjut besar untuk bersaing pada tingkat dunia.

    Capaian ini juga didukung oleh strategi kemudian kerja keras pembimbing yang mana berhasil memanfaatkan prospek pemain lokal juga naturalisasi, menciptakan skuad yang tersebut kompetitif di tempat zona Asia.

    4. Perbaikan Peringkat FIFA yang Signifikan

    Shin Tae-yong mengakibatkan Timnas Indonesia mengalami lonjakan peringkat FIFA yang luar biasa. Pada September 2021, Indonesia berada pada peringkat 176, tetapi berhasil naik hingga peringkat 144 pada awal 2024.

    Peningkatan ini mencerminkan konsistensi performa regu pada berbagai kejuaraan kemudian kualifikasi, dan juga membuktikan efektivitas kegiatan yang mana diterapkan oleh sang pelatih.

    5. Pencapaian di tempat Turnamen Regional

    Selain prestasi dalam level Asia, Shin Tae-yong juga menghadirkan Timnas Indonesia meraih hasil positif dalam pertandingan regional. Timnas senior menjadi runner-up Piala AFF 2020 kemudian meraih medali perunggu di tempat SEA Games 2021.

    Di level U-23, Timnas Indonesia juga menjadi runner-up Piala AFF U-23 2023, menunjukkan konsistensi regu asuhan Shin Tae-yong pada bersaing dalam Asia Tenggara.

  • Shin Tae-yong Dipecat! PSSI Umumkan Pelatih Pengganti Tanggal 12 Januari 2025

    Shin Tae-yong Dipecat! PSSI Umumkan Pelatih Pengganti Tanggal 12 Januari 2025

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan bahwa federasi resmi memutus kontrak pembimbing selama Korea Selatan, Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia. Hal ini disampaikan di konferensi pers pada Menara Danareksa, Jakarta, pada Mulai Pekan (6/1/2025).

    Dalam pernyataannya, Erick Thohir mengungkapkan bahwa langkah ini diambil pasca melalui evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan timnas selama berada pada bawah asuhan Shin Tae-yong. Erick menegaskan, meskipun hubungan antara PSSI dan juga Shin Tae-yong masih baik, dinamika timnas memerlukan perhatian khusus yang mana mengarah pada pembaharuan kepemimpinan.

    “Kami ucapkan terima kasih terhadap coach Shin melawan kontribusinya selama ini. Hubungan saya dengan beliau sangat baik, serta kami setiap saat mencoba melakukan yang digunakan terbaik untuk inisiatif timnas. Namun, kami merasa ada permintaan akan pemimpin baru yang digunakan dapat lebih banyak efektif pada menerapkan strategi, menguatkan komunikasi, dan juga mengimplementasikan kegiatan secara optimal,” ujar Erick Thohir.

    Shin Tae-yong, yang mana sejatinya masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2027, menerima surat pemecatan dari PSSI melalui manajer Timnas Indonesia, Sumardji. Erick Thohir meyakinkan bahwa proses ini telah dilakukan dijalankan sesuai prosedur, dan juga pihaknya berterima kasih menghadapi dedikasi Shin selama ini.

    “Pak Sumardji telah bertemu dengan coach Shin lalu menyerahkan surat resmi mengenai pemutusan hubungan kerja. Kami sangat menghargai kerja keras kemudian pencapaian coach Shin selama empat tahun terakhir,” tutur Erick.

    Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatat beberapa orang prestasi bersejarah. Salah satunya adalah menyebabkan Skuad Garuda lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 Zona Asia, sesuatu yang mana belum pernah dicapai sebelumnya. Selain itu, Shin juga berhasil meningkatkan peringkat FIFA Indonesia dari 176 menjadi 144, juga menyebabkan timnas lolos ke berbagai kompetisi internasional seperti Piala Asia 2023 lalu Piala Asia U-23 2024.

    Namun, penampilan timnas yang digunakan tidak ada konsisten di tempat beberapa kejuaraan terakhir, termasuk kegagalan pada Piala AFF 2024, menjadi salah satu alasan PSSI melakukan evaluasi kemudian akhirnya memutuskan untuk mengganti pelatih.

    Pelatih Baru Akan Diumumkan 12 Januari
    Erick Thohir juga mengonfirmasi bahwa PSSI sudah mempunyai pengganti Shin Tae-yong. Sosok pembimbing baru ini akan diberitahukan untuk masyarakat pada 12 Januari mendatang.

    “Kami telah mempunyai calonnya (pelatih baru untuk Timnas Indonesia), juga akan kami akan undang media pada 12 Januari 2025, kurang lebih lanjut jam 4 sore. Kalau ada tanya jawab secara langsung dengan instruktur pengganti” ungkap Erick.

    Dengan berakhirnya era Shin Tae-yong, harapan sekarang ini tertuju pada ahli baru yang digunakan diharapkan mampu menghadirkan Timnas Indonesia melangkah tambahan jarak jauh di dalam pentas internasional. PSSI juga berharap pembaharuan ini akan menjadi awal baru untuk mengembangkan sepak bola nasional secara lebih lanjut komprehensif.

  • Momen Manis Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Kamsahamnida Coach!

    Momen Manis Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Kamsahamnida Coach!

    Ligapedianews.com Kabar pemecatan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia pada Awal Minggu (6/1/2025) mengguncang dunia sepak bola nasional. Namun, sebelum kita melangkah ke era baru, mari sejenak mengenang momen-momen manis yang ditorehkan pria dengan syarat Korea Selatan ini selama lebih tinggi dari empat tahun masa baktinya.

    Shin Tae-yong resmi menjabat sebagai instruktur Timnas Indonesia pada Desember 2019, menggantikan Simon McMenemy. Saat itu, Timnas Indonesia sedang berada di masa sulit, tertinggal terpencil dalam peringkat FIFA. Namun, harapan baru muncul dengan diperkenalkan pembimbing yang dimaksud pernah menyebabkan Korea Selatan ke Piala Global 2018 tersebut.

    Di sedang pandemi COVID-19, Shin memulai debutnya bersatu Timnas U-20 dengan laga persahabatan melawan Bulgaria pada September 2020. Dalam pertandingan itu, ia menanamkan pondasi pasukan yang mana kelak menjadi tulang punggung Garuda, termasuk nama-nama seperti Rizky Ridho juga Pratama Arhan.

    Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia senior melonjak dari peringkat 173 FIFA pada 2019 ke tempat 134. Lompatan 39 peringkat ini menjadi salah satu pencapaian terbesar Shin yang tersebut membuktikan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing dalam level internasional.

    Pada Piala AFF 2020, walau gagal meraih juara pasca kalah dari Thailand dalam final, Shin berhasil membentuk skuad muda yang dimaksud menjanjikan. Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, juga Asnawi Mangkualam menjadi nama-nama yang dimaksud mencuri perhatian, merancang optimisme untuk masa depan sepak bola Indonesia.

    Di kompetisi SEA Games 2021, Shin berhasil mempersembahkan medali perunggu, mengakhiri penantian panjang Indonesia pada meraih prestasi dalam pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.

    Shin Tae-yong mencatatkan sejarah dengan menyebabkan Timnas Indonesia lolos ke putaran 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya pada sejarah. Prestasi ini menegaskan bahwa Indonesia mampu berbicara berbagai di tempat pentas Asia, sesuatu yang digunakan dulu hanya saja menjadi angan-angan.

    Selain itu, ia menghadirkan Timnas U-23 lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024, bahkan menyingkirkan negara asalnya, Korea Selatan, pada fase perempat final. Indonesia juga cuma selangkah lagi dari tampil pada Olimpiade Paris 2024, pencapaian yang mana belum pernah diraih sebelumnya.

    Di bawah asuhan Shin, Timnas Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026. Salah satu momen tak terlupakan adalah kemenangan 2-0 melawan Arab Saudi dalam Stadion Gelora Bung Karno pada November 2024. Gol-gol dari Calvin Verdonk lalu Jay Idzes menunjukkan bahwa Garuda mampu menghadapi tim-tim kuat dunia.

    Meski perjalanan Shin Tae-yong sama-sama Timnas Indonesia harus berakhir, warisan yang mana ia tinggalkan akan setiap saat dikenang. Ia tiada semata-mata menghadirkan prestasi, tetapi juga merancang pondasi kokoh bagi generasi pemain masa depan.

    Di berada dalam kabar perpisahannya, satu hal yang dimaksud pasti: Shin Tae-yong telah terjadi memberikan warna baru di sejarah sepak bola Indonesia. Dari ranking FIFA hingga pentas Piala Asia, dari pasukan muda hingga kelompok senior, kehadirannya adalah anugerah yang mana tak ternilai bagi Garuda.

    Selamat jalan, Coach Shin. Jejakmu akan selalu menjadi inspirasi bagi sepak bola Indonesia. Terima kasih menghadapi segalanya. Kamsahamnida.