
PUNCAK – Di sedang hamparan alam perbatasan yang dimaksud memukau namun penuh tantangan, semangat perhatikan hadir menyentuh hati warga Kampung Ulipiah, Distrik Wangbe, Wilayah Puncak, Provinsi Papua Tengah. Personel Pos Wangbe dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau tak henti berinovasi untuk menjangkau merek yang mana membutuhkan, kali ini melalui acara ‘Pastoor’ atau Pelayanan Bidang Kesehatan Gratis yang digunakan dijalankan pada Senin, (2/2/2026).
Kegiatan ini, yang dipimpin segera oleh Lettu Ckm Febri, berubah menjadi oase bagi warga Ulipiah. Dari anak-anak hingga para sesepuh, semua berbondong-bondong mengunjungi pos kesehatan dadakan ini dengan penuh harap. Para tenaga medis TNI yang mana terlatih dengan sigap memberikan pemeriksaan keseimbangan umum, mengukur tekanan darah, juga memberikan solusi bagi keluhan demam, sakit kepala, lalu flu yang digunakan umum melanda.

Tak cuma sekadar pemeriksaan, obat-obatan dasar pun dibagikan secara cuma-cuma untuk warga yang digunakan terdiagnosis membutuhkan. Sebuah perhatian tulus yang terasa hangat pada sedang dinginnya pegunungan Papua.
“Kesehatan adalah hal fundamental. Dengan sehat, warga bisa jadi beraktivitas dengan baik. Pelayanan ini adalah ikhtiar kecil kami untuk membantu saudara-saudara kita di perbatasan, sekaligus wujud peluncuran negara dalam garda terdepan Republik Indonesia, ” ujar Kapten Inf Gery Sinaga, Komandan Pos Wangbe.
Senyum sumringah terpancar dari wajah Bapak Mahrain, salah seseorang warga yang digunakan turut merasakan faedah inisiatif ini. Ia mengungkapkan betapa besar apresiasinya terhadap penampilan TNI.
“Kami sangat senang lalu berterima kasih untuk bapak-bapak TNI dari Pos Wangbe. Selama ini untuk periksa kebugaran harus jalan berjauhan dan juga meninggalkan biaya banyak. Hari ini kami diperiksa, dikasih obat, dan juga diajari cara hidup sehat, semuanya gratis. Mereka sangat ramah juga sabar, ” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Program ‘Pastoor’ ini tidak sekadar bentuk pelayanan, melainkan jembatan kemanusiaan yang menghubungkan antara negara juga masyarakat dalam pelosok negeri, menegaskan bahwa setiap warga, ke manapun mereka itu berada, berhak mendapatkan akses kesehatan yang tersebut layak. (Wartamiliter.com)



