
Ibukota Indonesia – Angka tukar rupiah pada penutupan perdagangan di dalam Jakarta, Selasa, melakukan pergerakan melemah 18 poin atau 0,11 persen bermetamorfosis menjadi Rp16.758 per dolar Negeri Paman Sam dari sebelumnya Rp16.740 per dolar AS.
Research and Development Indonesi Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menganggap pelemahan kurs rupiah dipengaruhi sikap risk-off pelaku pasar.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global yang dimaksud masih didominasi penguatan dolar Negeri Paman Sam kemudian sikap risk-off pelaku pasar,” katanya terhadap ANTARA pada Jakarta, Selasa.
Meskipun Purchasing Managers Index (PMI) Pabrik ISM Amerika Serikat mengalami kontraksi, data yang disebutkan belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi lingkungan ekonomi terhadap kebijakan The Fed.
Tercatat, data PMI ISM bulan Desember 2025 sebesar 47,9 persen atau mengalami penurunan 0,3 poin persentase dibandingkan dengan bilangan pada November 2025 yang tersebut sebesar 48,2 persen, juga ke bawah perkiraan 48,3 persen.
“Imbal hasil US Treasury yang dimaksud masih besar dan juga ekspektasi suku bunga Negeri Paman Sam bertahan lebih lanjut lama menggerakkan aliran dana terus bertahan di dalam aset dolar, sehingga menekan mata uang negara berkembang, diantaranya rupiah,” ungkap Taufan.
Melihat sentimen domestik, lanjutnya, tekanan terhadap rupiah berasal dari masih tingginya permintaan valas untuk permintaan impor juga kewajiban korporasi, pada berada dalam sikap hati-hati pelaku pasar.
Kondisi ini disebut menimbulkan rupiah ditutup melemah kendati tekanan intraday sempat berkurang.
“Ke depan, rupiah diperkirakan melakukan aksi fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas dalam kisaran Rp16.750–Rp16.780 per dolar AS,” ujar dia.
Kurs DKI Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Negara Indonesia pada hari ini juga melakukan pergerakan melemah dalam level Rp16.762 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp16.748 per dolar AS.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



