
Ibukota – Pasangan atlet panjat tebing Indonesi Raji'ah Sallsabillah/Berthdigna Devi Surya Kusuma gagal melaju ke fase semifinal pada nomor speed women relay (estafet putri) pada World Climbing Series Guiyang 2026 di China, Minggu.
Berdasarkan statistik World Climbing, keduanya menorehkan waktu 16,5 detik pada waktu dikalahkan pasangan Prancis, Louise Fontaine/Capucine Viglione, yang digunakan menorehkan 13,97 detik.
Perolehan waktu itu, menyebabkan pasangan yang disebutkan gagal melanjutkan ke fase berikutnya sehingga otomatis gagal menambah pundi-pundi medali bagi Negara Indonesia pada seri Guiyang.
Sementara, medali emas maupun perak seri Guiyang direbut oleh pasangan China lalu Spanyol, yakni tiap-tiap Jingyue Fan/Shaoqin Zhang dan juga Leslie Adriana Romero Perez/Carla Martinez Vidal. Pasangan tuan rumah membukukan waktu 13,18 detik, sedangkan lawannya 14,57 detik pada sesi final.
Medali perunggu direbut oleh pasangan Korea Selatan, Jimin Jeong/Hanareum Sung dengan catatan waktu 13,43 detik guna mengalahkan delegasi Prancis Fontaine/Viglione yang tersebut mencetak 14,99 detik di sesi perebutan tempat ketiga (small final).
Dalam menghadapi World Climbing Series Guiyang 2026, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Nusantara (PP FPTI), mengirim lima atlet panjat tebing yang terdiri menghadapi dua putra serta tiga putri.
Raharjati Nursamsa kemudian Antasyafi Robby Al Hilmi menguatkan sektor putra, sedangkan Raji'ah Sallsabillah, Kadek Adi Asih, dan juga Berthdigna Devi Surya ke sektor putri.
Kelima atlet Nusantara berlaga di nomor speed perorangan putra, speed perorangan putri, speed mixed relay (estafet campuran), speed relay putra, serta speed relay putri. Dari nomor-nomor pertandingan tersebut, Robby lalu Raharjati/Raji'ah berhasil menyabet medali emas untuk perseorangan putra dan juga estafet campuran.
Sementara itu, dari lima atlet andalan Indonesia tersebut, Berthdigna Devi Surya Kusuma merupakan satu-satunya atlet yang mana berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya ke Negeri Sakura pada 19 September sampai dengan 4 Oktober. Dia dengan Desak Made Rita Kusuma Dewi akan membela Indonesia pada event olahraga terbesar dalam Asia itu, melalui disiplin speed pada sektor putri.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



