
Timika – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesi (PSSI) juga PT Freeport Nusantara menggandeng Asosiasi Sepak Bola Kerjaan Belanda (KNVB) memberikan pelatihan untuk pembimbing serta teknik bermain bola bagi anak anak Papua.
Pelatihan itu dipusatkan ke Mimika Sport Complex (MSC), SP-5, Timika, pada 28-30 Mei serta disertai para ahli Papua Football Academy (PFA), Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Kuala Kencana, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) serta Papua Football Academy (PFA).
“Sangat luar biasa berbagai ilmu baru yang mana ke dapatkan oleh para pelatih, PFA maupun dari YPJ serta SATP ,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Thisa pada Timika, Sabtu.
PFA memiliki intensitas tinggi di sepak bola, sementara yang mana lain khusus pada area sepak bola rekreasi. Tetapi keduanya menyatu di pelatihan dengan kurikulum KNVB.
“kurikulumnya mengutamakan area partisipasi sepak bola mulai dari bawa, materi-nya lebih lanjut taktis, lebih banyak ringan dimengerti juga ketika praktek anak- anak sudah ada terbiasa juga dapat mengikuti dengan baik,” kata Ratu.
Dia sangat bangga mengawasi anak anak PFA bermain sepak bola dengan intensitas besar pada pola permainan yang sangat cepat.
“Padahal kemarin di pelatihan itu merek bermain dalam berada dalam hujan tetapi dia mampu menyesuaikan dengan pola lalu gaya latihan baru yang tersebut diterapkan ahli dari luar negeri,” kata Ratu.
Anak-anak PFA, khususnya pada tanah Papua, tak tertinggal di hal pemahaman sepak bola.
“Karena dasarnya telah bagus sehingga untuk dia mengikuti latihan ke area latihan dengan intensitas lebih tinggi membesar mereka itu sanggup mengikutinya," kata Ratu.
PSSI selalu mengedepankan lalu menamakan empat nilai yang mana berubah jadi pedoman pada mendirikan sepak bola Indonesia, yakni disiplin, bermain bersih, rasa hormat dan juga persatuan.
“Saya meninjau ke PFA kurikulum yang digunakan merekan bentuk ini turunan dari empat nilai PSSI mulai dari disiplin, rasa hormat terhadap guru, sportifitas dan juga persaudaraan yang dimaksud kuat. Ini adalah contoh yang digunakan sangat baik dari tanah Papua yang tersebut harus kita gaung kan untuk Indonesia,” kata Ratu.
Senior Vice President Sustainable Development PTFI Nathan Kum memaparkan pelatihan ini merupakan bentuk kemitraan Freeport Indonesi dengan PSSI untuk meningkatkan kapasitas pelatihan para pembimbing bola.
“Mengembangkan teknik strategi bermain bola secara khusus bagi para pembimbing serta anak ke Papua Football Academy dan juga bagi para instruktur dari sekolah YPJ juga SATP,” kata Nathan.
Coaching clinic ini yang mana kedua yang digunakan dijalankan pasca 2025 diMSC dengan melibatkan 11 instruktur dari PFA.
“Tahun ini dibuat sedikit beragam dengan melibatkan delapan instruktur lain dari dua sekolah yang mana berafiliasi dengan PTFI, yaitu YPJ & SATP. Terima kasih terhadap semua ahli yang mana sudah ada meluangkan waktu selama tiga hari ini belajar dari kedua instruktur KNVB,” kata Nathan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



