otomotif

Pimpinan Geely mengecam pendekatan produksi berbiaya rendah

DKI Jakarta (ANTARA) – Produsen otomotif selama China Geely mengecam pendekatan produksi berbiaya rendah yang mana dinilainya semata-mata berorientasi pada keuntungan jangka pendek saja.

CarnewsChina pada Awal Minggu (15/6) waktu setempat melaporkan bahwa Ketua Geely Holding Group Li Shufu, juga menyerukan pentingnya pembaharuan juga juga kualitas pada keberlangsungan lapangan usaha otomotif, seperti yang tersebut diserukan pada Wadah Otomotif China Chongqing 2026.

Dalam forum tersebut, ia menjelaskan bahwa kendaraan merupakan produk-produk bernilai besar yang mana membutuhkan tahapan pengembangan lalu pengujian jangka panjang.

Baca juga: Geely Galaxy Starship 7 EV tawarkan jarak tempuh hingga 605 km

Baca juga: Geely Galaxy M7 bukukan lebih tinggi dari 10.000 pesanan pada 12 jam

Menurutnya, pendekatan manufaktur yang mengutamakan biaya hemat kemudian siklus produk-produk yang mana terlalu cepat mungkin memunculkan risiko terhadap kualitas kemudian keselamatan kendaraan.

Dia juga menafsirkan bahwa keselamatan yang mana ada di dalam kendaraan berkaitan secara langsung dengan keselamatan manusia, sehingga rute rekayasa kemudian pengembangan harus dikerjakan secara transparan dan juga dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan yang dimaksud muncul saat Geely sedang melakukan konsolidasi internal melalui kerangka yang mana dikenal sebagai Deklarasi Taizhou.

Langkah ini mencakup penutupan sebagian entitas manufaktur yang tersebut dianggap berlebihan lalu pemusatan sumber daya di dalam bawah Geely Automobile Holdings Limited.

Menurut Li, restrukturisasi yang dimaksud telah terjadi dirancang beberapa tahun tak lama kemudian untuk menciptakan bentuk perusahaan yang tersebut lebih lanjut simpel juga efisien.

Baca juga: Geely catat rekor dunia melalui Emgrand i-HEV

Langkah yang dimaksud juga ditujukan untuk menguatkan kemampuan Geely di menghadapi persaingan global yang semakin ketat, sekaligus melindungi keberlanjutan kegiatan bisnis di jangka panjang.

Selain menguatkan tata kelola perusahaan, Geely juga menempatkan kepatuhan terhadap regulasi dan juga pemeliharaan hak kekayaan intelektual sebagai bagian dari strategi utama perusahaan.

Di berada dalam proses reorganisasi tersebut, kinerja jualan Geely pada Mei 2026 menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data China EV DataTracker, model Geome Xingyuan bermetamorfosis menjadi kontributor terbesar dengan pemasaran mencapai 38.751 unit atau sekitar 43,4 persen dari total jumlah merek tersebut.

Model Atlas L berada pada sikap berikutnya dengan 13.395 unit, disusul Coolray yang menyumbang sekitar 14,4 persen dari total penjualan. Sementara itu, SUV premium Monjaro mencatatkan 11.099 unit kemudian sedan Preface membukukan perdagangan sebanyak-banyaknya 8.592 unit.

Sebaliknya, beberapa jumlah model dengan ukuran lebih banyak kecil seperti Panda Mini, Okavango L, Icon, Binrui, lalu Boyue REV hanya sekali memberikan partisipasi terbatas terhadap keseluruhan pelanggan grup.

Baca juga: Mobil China kian agresif rebut pasar, BYD jadi 5 besar terlaris pada RI

Baca juga: Pusat produksi Ford pada Spanyol dicaplok Geely

Baca juga: 5 produsen mobil China diprediksi raih pendapatan hingga kuadriliunan

Related Articles