otomotif

DFSK Negara Indonesia akui DFSK pusat masih fokus dalam bursa domestik

Ibukota (ANTARA) – PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia, mengaku bahwa principal di China atau DFSK pusat masih fokus menggarap pangsa domestik yang dimaksud terbukti cukup memberikan dampak positif bagi jenama tersebut.

“HO (DFSK pusat ke China) kita beberapa tahun terakhir ini mampu dibilang fokusnya masih pada lingkungan ekonomi China juga itu muncul produk-produk baru yang digunakan bergerak sampai sekarang. Bahkan, menempati ranking 1 market user ke China,” kata Director of Sales Center Sokonindo Automobile, Ching Hok Rifin untuk awak media pada Jakarta, Senin.

Hal ini yang mana menurut mereka, DFSK Negara Indonesia agak minim pada menghadirkan produk-produk baru dibandingkan dengan jenama dengan syarat China lainnya yang baru masuk ke bursa otomotif Indonesia.

Baca juga: Upaya DFSK Indonesi untuk curi perhatian konsumen otomotif Indonesia

Baca juga: DFSK masih rahasiakan SUV terbaru yang tersebut sedang dikembangkan

Di Negara Indonesia sendiri, jenama ini tidak merupakan pemain baru. DFSK bahkan sudah pernah memberikan komitmen jangka panjangnya melalui konstruksi pabrik berteknologi 4.0 yang berlokasi di dalam Cikande, Serang, Banten.

Pabrik yang mana telah hampir memasuki usia 10 tahun pada Indonesi itu, mampu memproduksi hingga 50 ribu unit di satu tahunnya. Pabrik yang disebutkan juga sudah ada difasilitasi dengan teknologi robotik canggih untuk beragam keperluan seperti rute stamping, welding, painting, lalu assembling.

Meski demikian, DFSK yang dimaksud mempunyai beragam jenis kendaraan pada Indonesia, mulai dari mobil penumpang SUV dan juga juga hatchback, kendaraan komersial, hingga mobil listrik (EV), masih kurang mendapatkan perhatian dari konsumen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesi (Gaikindo), transaksi jual beli wholesales DFSK sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.200 unit.

Capaian yang dimaksud memang benar belum mampu mengimbangi laju beberapa merek China lain yang dimaksud berada dalam menikmati peningkatan pesat.

Pada tahun ini, pihaknya mengaku akan bangkit dan juga mulai menghadirkan sebagian hasil baru yang tersebut dapat meyakinkan komunitas terhadap jenama tersebut.

“Semua komoditas yang mana akan kita luncurkan ke Indonesia, tergantung dukungan dari HO. Kita juga telah memulainya dari tahun lalu. Karena kan, sejumlah yang mana harus kita jalan untuk menghadirkan barang baru mulai dari uji tipe juga lain sebagainya,” jelas dia.

DFSK E5Plus yang akan diluncurkan secara resmi pada pameran GIIAS 2026 mendatang, diyakininya dapat mempunyai kesempatan yang digunakan cukup baik bagi DFSK di merebut hati konsumen.

Dia menambahkan bahwa kendaraan yang digunakan berteknologi PHEV ini, tidaklah semata-mata mempunyai keunggulan melalui efisiensi komponen bakar, kendaraan ini juga diklaim mempunyai sisi positif yang digunakan tiada dimiliki oleh pesaingnya seperti Wuling Eksion, Chery Tiggo 8 CSH juga juga Tiggo 9 CSH.

Dia melanjutkan bahwasanya kendaraan ini juga sudah ada dapat menyokong keperluan mobilitas keluarga pada Indonesia, mulai dari jarak tempuh mencapai 1.300 km pada sekali pengisian penuh hingga konfigurasi yang cukup lapang.

“Kita minta ke principal untuk berbagai fitur-fitur yang kompetitor tak miliki, sampai kendaraan ini cocok untuk pasaran keluarga Indonesia. Karena ke Indonesia, gemar dengan kendaraan 7 penumpang, walau penggunanya masih single pun merekan suka dengan kendaraan yang muat banyak untuk mengakomodir beragam keperluan,” ujar dia.

Meski demikian, DFSK masih melakukan penutupan rapat-rapat terkait spesifikasi lengkap dari kendaraan ini, hingga nanti resmi dirilis pada pameran Gaikindo Tanah Air International Auto Show mendatang.

Baca juga: DFSK siap berkontribusi pada acara KDKMP apabila dibutuhkan

Baca juga: DFSK dan juga Seres gandeng Pegadaian untuk pembiayaan kendaraan

Baca juga: DFSK sebut Indonesia jadi fondasi produksi penting pada Asia Tenggara

Related Articles