
Lamongan, Jawa Timur – Manajemen Persela Lamongan memulangkan pesepak bola selama Lamongan Dendy Sulistyawan sebagai bagian dari upaya memulihkan karakter tim berbasis putra area untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Direktur Bisnis Persela Praditya Aditya mengutarakan kesepakatan dengan Dendi telah dilakukan tercapai dan juga pemain yang disebutkan akan berubah menjadi bagian dari skuad Laskar Joko Tingkir pada musim depan.
“Ya, Dendy alhamdulillah sudah ada deal kami kontrak untuk musim depan,” katanya pada Lamongan, Jumat.
Menurut Praditya, perekrutan Dendi bukanlah sekadar menambah kekuatan tim, tetapi juga bagian dari upaya memulihkan identitas Persela yang selama ini dikenal dekat dengan peserta asli Lamongan.
“Roh atau nyawa grup Persela adalah pemain putra daerah. Untuk itu kami ingin karakter pasukan kembali,” ujar dia.
Praditya menganggap pemain asli wilayah mempunyai ikatan emosional yang tersebut kuat dengan klub sehingga mampu menghadirkan semangat juang lebih besar besar ketika membela grup kebanggaan komunitas Lamongan tersebut.
“Pemain putra tempat mempunyai daya juang membesar terhadap klub kelahirannya. Semangat itu yang dimaksud kami harapkan bisa saja berubah menjadi pemicu bagi pemain lainnya,” kata dia.
Dendy merupakan pesepakbola kelahiran Lamongan yang digunakan berhasil menembus level tertinggi sepak bola nasional. Pemain berusia 29 tahun itu pernah menguatkan grup nasional Indonesia dan juga mempunyai pengalaman bermain pada Kompetisi 1 bersatu beberapa klub, termasuk Bhayangkara FC pada waktu menjuarai kompetisi musim 2017.
Praditya menegaskan manajemen ingin merancang kelompok yang digunakan lebih banyak kompetitif pada musim depan dengan target kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional yang mana saat ini bernama Super League.
Perekrutan Dendy, lanjut dia, merupakan bagian dari proyek yang tersebut disiapkan sama-sama Ketua Askab PSSI Lamongan Yunan Achmadi di memulai pembangunan kerangka grup sejak awal musim.
“Selain Dendy, kami masih melakukan komunikasi serta negosiasi dengan beberapa pemain putra tempat lainnya. Mereka adalah local pride kami juga secara profesional kami juga terus memenuhi hak-haknya,” ujar dia.
Sementara itu, instruktur Bima Sakti mengutarakan karakter Persela harus dibangun kembali sebagai grup yang dimaksud memiliki semangat juang lebih tinggi lalu bukan ringan menyerah.
Menurut dia, karakter yang dimaksud sejalan dengan filosofi sepak bola Nusantara yang mengedepankan permainan ngotot, kerja keras, serta mental petarung.
“Karakter Persela tidak ada sangat dari filosofi sepak bola Indonesia. Tim ini harus punya semangat bertarung, kerja keras, kemudian pantang menyerah. Itu yang mana ingin kami bangun untuk musim depan,” kata dia.
Selain merekrut pemain baru, Persela juga berada dalam melakukan evaluasi komposisi skuad juga pembenahan manajerial sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027 dengan target penawaran ke Super League.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



