berita terbaru

Kembali ke Persela, Dendy Sulistyawan: Hal ini panggilan jiwa

Lamongan, Jawa Timur – Pesepak bola jika Lamongan Dendy Sulistyawan mengatakan keputusannya kembali menguatkan Persela Lamongan pada musim 2026/2027 sebagai panggilan jiwa setelahnya sekitar tujuh tahun berkarier dalam level Kompetisi 1 juga sempat menguatkan regu nasional Indonesia.

“Alhamdulillah senang, akhirnya pasca kurang lebih banyak tujuh tahun mampu kembali lagi membela tim jika kelahiran saya,” kata Dendy di dalam Lamongan, Jumat.

Menurut dia, Persela mempunyai arti penting di perjalanan kariernya lantaran bermetamorfosis menjadi klub yang dimaksud turut mengantarkannya menembus kompetisi elite nasional hingga menguatkan pasukan nasional Indonesia.

“Saya lahir dari Persela sebelum sampai dapat ke grup elite Kompetisi 1 juga level nasional,” ujar Dendy.

Pemain berusia 29 tahun yang disebutkan berharap kepulangannya dapat membantu memulihkan prestasi Persela yang di beberapa musim terakhir masih berjuang di kasta kedua sepak bola nasional.

“Ini saatnya saya untuk pulang serta kembali lagi menyebabkan kejayaan Persela,” kata beliau

Sementara itu, ahli Bima Sakti menyatakan Persela sedang mendirikan kembali identitas pasukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim depan.

“Kita harus kembalikan karakter kelompok Persela yang tersebut sesungguhnya dengan karakter pantang menyerah. Itu yang digunakan coba kami tampilkan lagi,” ujar Bima.

Dia pun bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari manajemen untuk mengatur Laskar Joko Tingkir pasca kontraknya diperpanjang untuk musim 2026/2027.

“Alhamdulillah saya bersyukur sudah dipercaya kembali untuk mengatur grup Persela juga diberikan keleluasaan untuk mendirikan pasukan sejak awal,” kata Bima.

Menurut mantan kapten regu nasional Tanah Air itu, karakter Persela selama ini identik dengan semangat juang tinggi, kerja keras, dan juga mental petarung yang dimaksud sejalan dengan filosofi sepak bola Nusantara atau Filanesia.

“Saya mencoba memadukan ciri khas grup Persela dengan gaya kepelatihan saya. Karakter pasukan Persela ini tidak ada sangat jauh berbeda dengan filosofi sepak bola Indonesia,” ujar dia.

Bima optimistis perpaduan pemain berpengalaman, talenta muda, dan juga kembalinya beberapa jumlah putra wilayah akan bermetamorfosis menjadi modal penting untuk membangkitkan kembali identitas Persela sekaligus mewujudkan target iklan ke Super League.

“Itu yang mana berubah jadi kekuatan kami pada musim depan dengan membangkitkan karakter kelompok Persela yang dimaksud sesungguhnya,” kata dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles