teknologi

Perbedaan antara thrift kemudian preloved

Ibukota Indonesia – Belanja pakaian bekas sekarang ini semakin populer, teristimewa dalam kalangan anak muda yang digunakan mencari gaya unik tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Dua istilah yang kerap muncul di globus fesyen bekas adalah thrift kemudian preloved.

Keduanya sama-sama menawarkan barang yang tersebut tak baru, namun miliki makna, kualitas, hingga rute pemilihan yang mana berbeda. Banyak pendatang masih menganggap thrift kemudian preloved sebagai hal yang dimaksud sama, padahal keduanya punya karakteristik tersendiri pada lapangan usaha clothing.

Memahami perbedaan-nya dapat membantu pembeli menciptakan pilihan yang dimaksud lebih banyak tepat, baik untuk mendapatkan kualitas terbaik maupun menjaga keberlanjutan pada konsumsi pakaian.

Berikut ini adalah perbedaan antara thrift serta preloved, berdasarkan informasi yang sudah dihimpun dari bervariasi sumber.

Perbedaan thrift kemudian preloved

1. Thrift

Secara makna, thrift merujuk pada kebiasaan berhemat. Dalam planet fesyen, istilah ini menggambarkan konsep tampil keren tanpa harus membeli pakaian baru. Seseorang bisa jadi tetap bergaya dengan memilih baju thrift, yakni pakaian bekas yang dijual kembali dengan harga jual jarak jauh lebih tinggi terjangkau dibandingkan tarif aslinya ketika masih baru.

Dari pengertiannya, istilah thrift juga dapat dipahami sebagai kebiasaan hidup hemat yang mana dijalankan rakyat dengan membeli barang berharga lebih lanjut ekonomis sebab sebelumnya telah pernah dipakai penduduk lain.

• Tempat yang mana menyediakan barang-barang semacam ini dikenal sebagai thrift shop

• Sementara item yang digunakan dijual umumnya disebut barang bekas pakai.

• Adapun aktivitas mencari serta memilih barang-barang yang disebutkan lebih lanjut populer dengan sebutan thrifting.

Dalam dunia usaha, setiap thrift shop biasanya memiliki ciri khasnya sendiri. Banyak dalam antaranya yang dimaksud fokus menyediakan barang-barang bermerek atau brand ternama, namun dengan harga jual yang jarak jauh lebih besar miring dibandingkan produk-produk baru.

Sebagian besar koleksi yang dimaksud dijual berasal dari luar negeri, mulai dari pakaian, sepatu, hingga tas yang mana sebelumnya pernah digunakan. Jika dulu barang-barang yang dimaksud sejumlah yang digunakan berasal dari donasi, saat ini sumbernya lebih besar beragam serta bukan lagi sebatas sumbangan.

Meskipun bukanlah barang baru, bukanlah berarti kualitasnya buruk. Banyak komoditas thrift yang mana masih di kondisi sangat baik, bahkan ada yang mana hampir tampak seperti baru.

Kebanyakan thrift shop berjualan pakaian bergaya vintage, khususnya gaya tahun 90-an, sehingga pemakainya bisa saja tampil dengan nuansa berbeda lalu lebih lanjut unik. Karena barang yang dimaksud dijual merupakan pakaian bekas, jumlahnya pun terbatas kerap kali cuma tersedia satu item untuk setiap jenis barang.

2. Preloved

Preloved digunakan untuk menggambarkan barang milik pribadi yang dilepas kembali pada situasi yang masih sangat baik juga layak digunakan. Sistem preloved umumnya dirawat dengan baik oleh pemilik sebelumnya sehingga kualitasnya kerap mendekati status baru.

Harga barang preloved pun cukup beragam, bergantung pada merek, kondisi, hingga nilai koleksinya. Ada bermacam jenis benda yang mana dapat digolongkan sebagai preloved, misalnya:

• Barang yang dimaksud belaka dipakai beberapa kali

• Barang yang sudah ada dibeli tetapi belum sempat digunakan, atau hadiah yang tidaklah pernah terpakai.

Dalam praktik jual belinya, barang preloved yang paling rutin beredar adalah pakaian. Alasannya, tren fesyen cepat berubah, ukuran dapat tak lagi pas, atau pemiliknya ingin menyortir lemari. Meski begitu, barang lain seperti tas atau sepatu juga kerap masuk kategori preloved.

Banyak barang preloved terdiri dari produk-produk high-end dari merek terkenal. Bahkan, ada juga koleksi eksklusif atau item yang sudah ada langka dalam pasaran sehingga menjadi incaran pembeli. Meski tidak barang baru, kualitas item preloved biasanya tetap dijaga: harus bersih, rapi, lalu masih sangat layak digunakan.

Bila dibandingkan dengan thrift shop, perbedaan-nya jelas terlihat. Thrift shop umumnya memasarkan barang bekas yang digunakan berasal dari luar negeri kemudian masih pada situasi layak. Sementara preloved lebih banyak fokus pada barang yang berasal dari koleksi pribadi pemiliknya.

Jadi apa perbedaan utamanya?

Perbedaan utamanya yakni thrift merupakan, barang bekas pakai yang mana biasanya berasal dari luar negeri, diperoleh secara borongan, dan juga dijual kembali oleh sebab itu masih layak digunakan. Barang thrift umumnya bukanlah milik pribadi penjual.

Sedangkan preloved barang milik pribadi seseorang yang tersebut dijual kembali. Biasanya kondisinya tambahan terjaga, rutin sebagai komoditas branded atau koleksi yang mana jarang digunakan bahkan ada yang digunakan belum pernah dipakai.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles