berita terbaru

Pakistan luncurkan kebijakan kendaraan listrik

Ligapedianews.com Islamadab (ANTARA) – Pakistan pada Kamis (19/6) meluncurkan Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional 2025-2030, dengan tujuan memperkenalkan transportasi bersih, menghurangi impor unsur bakar, kemudian meningkatkan produksi lokal, demikian disampaikan Kementerian Industri serta Produksi Pakistan.

Berbicara pada acara peluncuran, Asisten Khusus Pertama Menteri untuk Industri lalu Produksi Haroon Akhtar Khan mengumumkan kebijakan ini sebagai langkah bersejarah kemudian revolusioner menuju reformasi lingkungan, energi, lalu industri.

Berdasarkan kebijakan baru ini, Pakistan memiliki target 30 persen dari seluruh perdagangan kendaraan baru adalah kendaraan listrik pada 2030. Perubahan ini diperkirakan akan menghemat 2,07 miliar liter unsur bakar per tahun, mengempiskan emisi karbon sebesar 4,5 jt ton, kemudian menghemat hampir 1 miliar dolar Negeri Paman Sam (1 dolar Negeri Paman Sam = Rp16.378) pada valuta asing, menurut estimasi pemerintah.

Untuk menggalang transisi ini, pemerintah mengalokasikan subsidi awal sebesar 9 miliar rupee Pakistan (1 rupee Pakistan = Rp57,78) atau sekitar 32 jt dolar Amerika Serikat (1 dolar Amerika Serikat = Rp16.378) untuk tahun fiskal 2025-2026, yang dimaksud akan menguntungkan lebih lanjut dari 116.000 sepeda gowes listrik juga tambahan dari 3.000 becak listrik.

Selain itu, 25 persen dari subsidi yang dimaksud dialokasikan untuk kaum perempuan guna memverifikasi mobilitas yang digunakan inklusif lalu aman. Kebijakan ini juga mencakup rencana untuk 40 stasiun pengisian daya kendaraan listrik di area sepanjang jalan tol nasional, sistem penukaran baterai, dan juga integrasi titik pengisian daya kendaraan listrik ke di peraturan bangunan.

Paket dukungan untuk produsen lokal juga perniagaan kecil dan juga menengah (UKM) juga disertakan untuk menguatkan produksi pada negeri, yang mana telah menyumbang tambahan dari 90 persen komponen untuk kendaraan beroda dua juga tiga.

Sejumlah pejabat menyatakan kebijakan ini dapat menghemat sekitar 800 miliar rupee Pakistan atau 2,82 miliar dolar Negeri Paman Sam pada 25 tahun ke depan lalu menghasilkan kembali pendapatan melalui kredit karbon.

"Kebijakan ini menjadi langkah krusial menuju energi bersih, transportasi berkelanjutan, dan juga pengembangan industri," ungkap Khan, seraya mendesak kerja mirip sektor umum serta swasta demi mewujudkan tujuan mobilitas bersih negara tersebut.
 

Related Articles