Blog

  • Minim Prestasi Sebagai Pelatih, Bisa Apa Patrick Kluivert?

    Minim Prestasi Sebagai Pelatih, Bisa Apa Patrick Kluivert?

    Ligapedianews.com Nama Patrick Kluivert mencuat sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia setelah PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sebanding dengan Shin Tae-yong. Meski dikenal sebagai legenda sepak bola Belanda, rekam jejak Kluivert sebagai instruktur kepala justru sangat jauh dari kata mentereng.

    Karier kepelatihan Patrick Kluivert lebih lanjut berbagai diluangkan sebagai asisten dibandingkan sebagai pembimbing kepala. Sejak pensiun sebagai pemain, ia hanya saja tercatat tiga kali menduduki kursi ahli kepala.

    Pertama, ia melatih Jong Twente, pasukan cadangan FC Twente, pada 2011-2012. Kedua, ia menangani Timnas Curacao di dua periode, yakni 2015-2016 dan juga 2021. Ketiga, Kluivert menjadi ahli Adana Demirspor di area Kompetisi Turki pada 2023.

    Namun, masa tugasnya dengan Adana Demirspor berlangsung singkat. Ia belaka bertahan selama kurang dari enam bulan sebelum dipecat pada Desember 2023. Keputusan yang disebutkan dilaporkan dikarenakan hasil buruk yang digunakan diraih klub selama diasuh olehnya.

    Karier Bersinar Sebagai Pemain, Tidak Berlanjut di area Kepelatihan
    Kluivert memang sebenarnya miliki rekam jejak luar biasa sebagai pemain. Ia pernah menjadi bagian penting Ajax Amsterdam, Barcelona, kemudian Timnas Belanda. Gelar Turnamen Champions bersatu Ajax (1994/1995) lalu La Kompetisi bersatu Barcelona (1998/1999) menjadi pencapaian besar pada kariernya.

    Namun, sebagai pelatih, Kluivert gagal menyebabkan prestasi serupa. Tidak ada trofi maupun pencapaian besar yang digunakan berhasil ia raih selama menjadi pembimbing kepala. Hal ini mengakibatkan keraguan apakah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang digunakan melekat pada sikap pembimbing Timnas Indonesia.

    Meskipun minim pengalaman sebagai pembimbing kepala, tetapi Patrick Kluivert punya rekam jejak yang mana mentereng ketika menjadi asisten pelatih. Sebab, dari pekerjaannya itu, beliau telah terjadi membantu berbagai instruktur hebat pada Eropa.

    Yang pertama ialah ketika membantu Ange Postecoglou menangani klub selama Australia, Brisbane Roar. Saat ini, Ange Postecoglou sudah menyeberangi berbagai perjalanan hingga akhirnya ditunjuk menjadi instruktur Tottenham Hotspur.

  • Kelebihan Patrick Kluivert: Jago Bahasa Belanda, Dekat dengan Budaya Indonesia

    Kelebihan Patrick Kluivert: Jago Bahasa Belanda, Dekat dengan Budaya Indonesia

    Ligapedianews.com Patrick Kluivert, mantan pemain legendaris Belanda, mencuat sebagai salah satu kandidat pembimbing Timnas Indonesia setelahnya PSSI memutuskan mengakhiri kerja sebanding dengan Shin Tae-yong. Di sedang pro dan juga kontra mengenai rekam jejak kepelatihannya, satu kelebihan Kluivert yang digunakan menonjol adalah kemampuannya pada mengomunikasikan menggunakan bahasa Belanda, yang tersebut secara budaya dekat dengan beberapa pemain Indonesia.

    Sebagai pembimbing dengan syarat Belanda, Kluivert dianggap memiliki nilai tambah tersendiri apabila resmi ditunjuk sebagai ahli kepala Timnas Indonesia. Banyak pemain timnas yang mana mempunyai hubungan erat dengan Belanda, baik lantaran berkarier pada kompetisi Belanda, miliki darah keturunan Indonesia-Belanda, maupun pernah dilatih instruktur Belanda pada masa lalu.

    Pemain-pemain seperti Marc Klok, Ivar Jenner, kemudian Rafael Struick, yang dimaksud memiliki keterkaitan dengan Belanda, diprediksi akan lebih besar mudah memahami arahan Kluivert. Komunikasi yang tersebut lancar antara pembimbing lalu pemain rutin menjadi faktor penting pada mendirikan kekompakan tim.

    “Patrick Kluivert bisa jadi menjadi sosok yang digunakan mampu menjembatani komunikasi dengan peserta muda berbakat di dalam Indonesia, khususnya merekan yang mana memiliki latar belakang Belanda,” ujar salah satu pengamat sepak bola nasional.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa langkah mengganti instruktur kepala bertujuan untuk menyebabkan Timnas Indonesia lebih tinggi baik pada hal strategi, komunikasi, lalu implementasi program.

    “Kita perlu pemimpin yang dimaksud tambahan baik di menerapkan strategi terhadap pemain, komunikasi yang efektif, juga implementasi acara yang lebih tinggi terarah,” ungkap Erick pada konferensi pers pada Hari Senin (6/1/2025).

    Keputusan untuk mempertimbangkan Kluivert sebagai kandidat pembimbing kepala diyakini akibat ia dapat memenuhi beberapa kriteria tersebut, khususnya pada hal komunikasi.

    Tantangan Besar Menanti

    Meski memiliki kelebihan di aspek bahasa lalu budaya, Patrick Kluivert masih menghadapi tantangan besar jikalau ditunjuk sebagai ahli Timnas Indonesia. Pengalamannya sebagai pembimbing kepala terbilang minim, dengan belaka tiga kali menjadi pemimpin tim, yakni Jong Twente, Timnas Curacao, lalu Adana Demirspor. Masa jabatannya di dalam Adana Demirspor bahkan belaka bertahan kurang dari enam bulan akibat hasil buruk.

    Namun, rekam jejak Kluivert sebagai pemain tidak ada dapat dianggap remeh. Ia pernah meraih peringkat Turnamen Champions bersatu Ajax Amsterdam (1994/1995) kemudian La Kompetisi dengan Barcelona (1998/1999). Pengalamannya bermain di dalam level tertinggi Eropa diharapkan mampu menginspirasi para pemain Indonesia.

    Jika Kluivert resmi ditunjuk, ia diharapkan tidaklah hanya saja menyebabkan strategi baru, tetapi juga menjadikan komunikasi yang digunakan baik sebagai fondasi tim. Publik sepak bola Indonesia menaruh harapan besar agar ia dapat memanfaatkan kelebihannya pada merancang Timnas Indonesia yang digunakan lebih besar solid, kompak, lalu mampu bersaing dalam level internasional.

  • Marca: Louis van Gaal Direktur Teknik Timnas Indonesia Duet Patrick Kluivert

    Marca: Louis van Gaal Direktur Teknik Timnas Indonesia Duet Patrick Kluivert

    Ligapedianews.com Louis van Gaal akan menduduki jabatan sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia menurut media Spanyol, Marca. Louis van Gaal akan kembali berduet dengan Patrick Kluivert yang mana ditunjuk PSSI untuk menggantikan Shin Ta-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia.

    PSSI menciptakan langkah mengejutkan dengan menghentikan Shin Tae-yong pasca lima tahun menukangi Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong yang digunakan menggegerkan jagat bola nasional.

    Pakar pengiriman bola Fabrizio Romano pada akun media sosialnya mengumumkan Patrick Kluivert akan dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun untuk melatih Timnas Indonesia. Artinya, Kluivert akan berkolaborasi lagi dengan Van Gaal seperti pada Timnas Belanda.

    Posisi Louis van Gaal akan menggantikan Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia. Indra Sjafri mendapat kepercayaan melatih Timnas Indonesia U-20. “Seperti yang mana dijelaskan Fabrizio Romano, mereka miliki pengganti (Shin Tae-yong) yaitu Patrick Kluivert, yang dimaksud akan menjadi instruktur baru dengan Louis van Gaal sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia,” tulis Marca.

    Sosok Louis van Gaal memiliki segudang pengalaman sebagai ahli dan juga direktur teknik. Van Gaal sebelumnya melatih Patrick Kluivert pada waktu pada Ajax Amsterdam pada musim 1994-1997. Saat bertugas dalam Timnas Belanda, Kluivert adalah asisten Louis Van Gaal pada 2012-2014. Prestasi terbaik mereka menyebabkan Belanda menduduki kedudukan ketiga di dalam Piala Global 2014.

  • Ekspresi Sedih Pak Muh Tahu Shin Tae-yong Dipecat

    Ekspresi Sedih Pak Muh Tahu Shin Tae-yong Dipecat

    Ligapedianews.com Kabar pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pembimbing Timnas Indonesia benar-benar mengejutkan publik, termasuk salah satu penggemar setianya, Pak Muh. Ayah dari Fadil Jaidi ini dikenal luas sebagai sosok yang tersebut sangat mengidolakan ahli strategi jika Korea Selatan tersebut.

    Momen haru terekam ketika Fadil memberitahu ayahnya tentang pemecatan Shin Tae-yong. Pak Muh awalnya bukan percaya juga sempat mengira putranya belaka bercanda.

    Momen ini dibagikan Fadil melalui unggahan Instagram pribadinya. “Shin Tae-yong diberhentikan pa,” ujar Fadil Jaidi.

    “Yang bener Dil, jangan suka ngarang. Diberhentikan gimana?” tanya Pak Muh.

    “Beneran diberhentikan jadi instruktur Indonesia,” jelas Fadil

    “Papa gak denger, jangan suka ngarang,” ujar Pak Muh.

    Ekspresi Sedih Pak Muh Tahu Shin Tae-yong Dipecat


    Namun, setelahnya meninjau dengan segera berita di tempat televisi, Pak Muh tampak sangat sedih dan juga kecewa. “Ya Allah bener Dil, papa jadi sedih,” ujar Pak Muh.

    Selama ini, Pak Muh selalu menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia dengan penuh semangat, khususnya pada waktu dilatih oleh Shin. Momen-momen Pak Muh pada waktu memperkuat Timnas pun kerap ramai di area media sosial.

    Pemecatan STY tentu belaka menjadi pukulan bagi Pak Muh dan juga para penggemar setia lainnya. Mereka berharap agar PSSI dapat segera menemukan ahli baru yang mana mampu menyebabkan Timnas Indonesia meraih prestasi lebih banyak baik lagi.

  • Shin Tae-yong Dipecat, Nasib 4 Pemain Lokal di dalam Persimpangan Jalan: Masih Dipakai Timnas Indonesia?

    Shin Tae-yong Dipecat, Nasib 4 Pemain Lokal di dalam Persimpangan Jalan: Masih Dipakai Timnas Indonesia?

    Ligapedianews.com PSSI menimbulkan geger rakyat sepak bola di dalam Tanah Air dengan mengeluarkan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia , Awal Minggu (6/1/2025). Pemecatan ini memproduksi nasib empat pemain lokal berada dalam persimpangan jalan.

    Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia seakan memonopoli pemberitaan dalam Tanah Air. Banyak yang digunakan mempertanyakan alasan PSSI menimbulkan kebijakan tersebut.

    Tapi yang digunakan tak kalah heboh adalah nasib empat pemain lokal yang kerap menjadi langganan membela Timnas Indonesia sewaktu masih ditangani Shin Tae-yong. Mereka adalah Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan serta Marselino Ferdinan.


    Seperti yang tersebut kerap terjadi. Setiap pasukan yang melakukan pergantian pelatih, pemain setiap saat menjadi korban. Begitu pula dengan keempat pemain tersebut.

    Meskipun selama berada dalam bawah asuhan Shin Tae-yong, ada perbedaan menit bermain. Namun Rizky Ridho, Asnawi, Pratama serta Marselino rutin mengikuti setiap kejuaraan yang mana disertai Timnas Indonesia.

    Sekarang keempat pemain yang disebutkan harus berjuang dari nol untuk mendapatkan tempat di tempat bawah asuhan instruktur baru Timnas Indonesia. Karena setiap ahli memiliki selera lalu beberapa pertimbangan untuk menentukan pilihannya sebelum memanggil pemain.


    Sehingga tak ada yang bisa saja menjamin Rizky Ridho, Asnawi, Pratama serta Marselino tetap memperlihatkan dipakai ahli baru Timnas Indonesia. Hingga ketika ini, belum ada yang tersebut mengetahui siapa yang dimaksud akan mengisi kekosongan kursi yang mana ditinggalkan Shin Tae-yong.

    Namun nama Patrick Kluivert mencuat akan datang menggantikan Shin Tae-yong. Eks bintang Barcelona itu tentunya punya beberapa pertimbangan sebelum memanggil pemain untuk meningkatkan kekuatan Skuad Garuda.

  • 5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Ligapedianews.com Sangat menarik untuk mengkaji reaksi para pemain Timnas Indonesia pasca pemecatan Shin Tae-yong . Ada lima pemain Skuad Garuda yang digunakan paling sedih ketika mendengar kabar ahli strategi selama Korea Selatan itu dipecat PSSI .

    Awal tahun 2025. Publik sepak bola di dalam Tanah Air mendapat kabar yang dimaksud cukup mengejutkan pada waktu PSSI mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia.

    Tak hanya saja penggemar yang digunakan merasa kehilangan Shin Tae-yong. Pemain yang digunakan selama ini mengenal ahli berusia 54 tahun itu mengambil bagian sedih mengetahui pembimbing yang dimaksud sukses menyebabkan prestasi Timnas Indonesia ke ranking 127 dunia itu meninggalkan kursi pelatih.

    Reaksi setiap individu berbeda-beda, lalu tidaklah semua pemain akan secara terbuka mengungkapkan kesedihan merek di tempat media sosial. Meskipun demikian, SINDOnews mencoba merangkum lima pemain yang mana merasa sangat kehilangan dengan kepergian Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas ndonesia.

    Berikut 5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Sedih Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    1. Asnawi Mangkualam

    5 Pemain Timnas Indonesia yang mana Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram Asnawi Mangkualam (@asnawi_bhr)

    Posisi pertama ditempati Asnawi Mangkualam. Sebagai pemain yang tersebut pernah mengemban tugas sebagai kapten Timnas Indonesia, ia pasti memiliki kedekatan emosional dengan Shin Tae-yong.

    Pelatih selama Korea Selatan ini dianggap sebagai sosok yang sangat berpengaruh pada perkembangan karier Asnawi. Pada akun Instagram pribadinya, ia memajang foto monokrom (hitam-putih) berdua dengan Shin Tae-yong.

    Asnawi seolah ingin menyampaikan emosi dan juga instruksi yang dimaksud kuat terhadap kepergian STY. “Cinta dan juga perhatiannya berada pada level yang mana berbeda. Terima kasih untuk semuanya, pelatih,” tulisnya.

    2. Pratama Arhan

    5 Pemain Timnas Indonesia yang Paling Sedih pada waktu Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram Pratama Arhan (@pratamaarhan8)

    Pemain muda berbakat ini juga merasakan perkembangan yang mana signifikan pada bawah asuhan Shin Tae-yong. Arhan seringkali mendapatkan pujian dari STY berhadapan dengan penampilannya yang dimaksud impresif.

    “Terima kasih berhadapan dengan perjalanannya @shintaeyong7777, ini sangat berarti bagi saya sepanjang karir saya,” tulisnya.

    3. Rizky Ridho

    5 Pemain Timnas Indonesia yang dimaksud Paling Sedih pada waktu Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram (@rizkyridhoramadhani)

  • 6 Pelatih Belanda dalam Timnas Indonesia, Siapa Paling Sukses?

    6 Pelatih Belanda dalam Timnas Indonesia, Siapa Paling Sukses?

    Ligapedianews.com Nama ahli Belanda pada Timnas Indonesia sebenarnya telah tak asing di area telinga penggemar sepak bola Tanah Air. Jauh sebelum gosip mengenai Patrick Kluivert akan menggantikan Shin Tae-yong di area kursi ahli kepala, Skuad Garuda telah pernah ditangani ahli strategi dari Negeri Kincir Angin.

    Ada enam ahli dengan syarat Belanda yang mana pernah menukangi Timnas Indonesia. Masing-masing menghadirkan warna dan juga filosofi bermain yang digunakan berbeda-beda.

    Namun, siapa pada antara merekan yang dimaksud dianggap paling sukses? Kata Terwujud di hal ini ada beberapa faktor yang dimaksud bisa jadi dijadikan pertimbangan. Mulai dari prestasi, perkembangan pemain, filosofi permainan serta sumbangan terhadap sepak bola Indonesia.

    Daftar 6 Pelatih yang Pernah Menangani Timnas Indonesia

    1. Wim Hendriks (1975)

    Pernah mengakibatkan Timnas Indonesia main di area Kualifikasi Piala Asia 1976

    2. Wiel Coerver

    Coerver Dikenal dengan metode pelatihannya yang digunakan unik juga fokus pada pengembangan pemain muda. Dia pernah menyebabkan Timnas Indonesia tampil pada final Kualifikasi Olimpiade 1976 dan juga final SEA Games Ibukota 1979.

    3. Frans van Balkom

    Membawa Timnas Indonesia ke fase grup kualifikasi Olimpiade 1980.

    4. Henk Wullems

    Sukses menyebabkan Bandung Raya juara Kejuaraan Indonesia serta kemudian ditunjuk untuk melatih Timnas Indonesia. Main pada Kualifikasi Piala Bumi 1998 juga final SEA Games 1997

    5. Wim Rijsbergen

    Salah satu instruktur Belanda paling sukses pada Indonesia. Membawa Timnas Indonesia ke sesi kualifikasi Piala Global 2014.

    6. Pieter Huistra

    Memiliki pengalaman melatih pada beberapa klub Indonesia sebelum akhirnya menukangi Timnas Indonesia.

    Memilih ahli Belanda paling sukses di area Timnas Indonesia bukanlah hal yang dimaksud mudah. Setiap instruktur memiliki kontribusi yang mana berbeda-beda. Namun, jikalau dilihat dari prestasi serta pengaruhnya terhadap sepak bola Indonesia, Wim Rijsbergen bisa jadi dibilang sebagai salah satu yang dimaksud paling sukses.

    Rijsbergen berhasil menyebabkan Timnas Indonesia ke fase kualifikasi Piala Global 2014, sebuah pencapaian yang mana sangat membanggakan bagi sepak bola Indonesia. Dia juga sukses menyebabkan beberapa pemain muda Indonesia mengalami peningkatan performa yang dimaksud signifikan. Sementara filosofi permainan, Rijsbergen menerapkan gaya bermain yang mana modern kemudian efektif, dengan fokus pada penguasaan bola juga serangan cepat.

  • Patrick Kluivert Pelatih Timnas Indonesia? Manajemen: Belum Ada Tanda Tangan Kontrak

    Patrick Kluivert Pelatih Timnas Indonesia? Manajemen: Belum Ada Tanda Tangan Kontrak

    Ligapedianews.com Bursa ahli Timnas Indonesia kembali memanas. Setelah resmi berpisah dengan Shin Tae-yong, PSSI pada saat ini dikabarkan sedang mendekati mantan striker Barcelona, Patrick Kluivert, untuk mengisi kedudukan instruktur kepala.

    Kabar ini semakin menguat setelahnya pakar pengiriman dunia, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa Kluivert telah lama mencapai kesepakatan dengan PSSI. Eks pemain Belanda ini diproyeksikan akan diperkenalkan secara resmi pada 12 Januari mendatang.

    Namun, ketika dikonfirmasi oleh media Belanda, manajemen Kluivert masih menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung kemudian belum ada kontrak yang digunakan ditandatangani.

    “Kami masih pada tahap pembicaraan, belum ada yang ditandatangani,” ujar manajemen Kluivert pada waktu dihubungi lama NOS, disitir dari Voetbal Nieuws, Selasa (7/1/2025).

    Meskipun demikian, prospek Kluivert untuk menjadi instruktur Timnas Indonesia dinilai sangat besar. Jika benar jadi pembimbing Timnas Indonesia, Kluivert akan segera dihadapkan pada tantangan berat.

    Skuad Garuda masih mempunyai empat pertandingan sisa di tempat sesi ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 Zona Asia. Lawan-lawan yang mana dihadapi pun tak mudah, seperti Australia, Bahrain, China, dan juga Jepang.

  • Rekam Jejak Patrick Kluivert Jadi Pelatih, Menyedihkan!

    Rekam Jejak Patrick Kluivert Jadi Pelatih, Menyedihkan!

    Ligapedianews.com Rekam jejak Patrick Kluivert nampaknya menarik untuk dibahas. Apalagi beredar kabar apabila mantan bintang Barcelona itu akan segera mengisi kekosongan ahli Timnas Indonesia usai Shin Tae-yong dipecat PSSI.

    Berbicara tentang Kluivert tentunya semua penggemar sepak bola telah mengenalnya. Sebagai pemain, ia miliki popularitas yang tersebut bagus sebagai pemain serta tentu sudah ada tiada diragukan lagi. Namun bagaimana dengan kiprahnya sebagai pelatih?

    Sejak gantung sepatu pada tahun 2008, Kluivert dengan segera terjun ke dunia kepelatihan. Ia memulai kariernya sebagai instruktur striker dan juga asisten pembimbing di area beberapa klub.

    Namun, kesempatan untuk menjadi pembimbing kepala baru didapatnya beberapa tahun kemudian. Salah satunya menangani Curacao.

    Kluivert ditunjuk sebagai instruktur sementara Curacao pada 14 Mei 2021. Namun popularitasnya sebagai ahli strategi tak berjalan mulus.

    Tak ada prestasi yang tersebut diberikan Kluivert selama satu musim menangani klub tersebut. Dia belaka memainkan enam pertandingan dengan persentase 16.67 persen dari sekali menang, dua imbang, dan juga tiga kali menelan kekalahan.

    Setelah Curacao, Kluivert sempat menukangi klub Turki, Adana Demirspor. Namun, kiprahnya di tempat klub ini tak terlalu menonjol.

    Kluivert lagi-lagi belaka bertahan selama beberapa bulan belaka dari 1 Juli 2023 hingga 4 Desember 2023. Dengan rincian, sembilan menang, enam imbang, juga lima kalah (45 persen).

    Mengacu pada data tersebut, maka kiprah Kluivert sebagai instruktur sangat menyedihkan. Meskipun miliki pengalaman sebagai pelatih, pengalaman Kluivert di dalam level tertinggi masih terbatas.

    Tantangan Kluivert Jika Jadi Pelatih Timnas Indonesia

    Sepak bola Indonesia mempunyai karakteristik yang mana unik. Kluivert perlu waktu untuk beradaptasi dengan kondisi juga kultur sepak bola Indonesia. Belum lagi, ia harus menghadapi tekanan yang mana sangat besar dari publik.

    Jadi isu mengenai Kluivert merupakan hal yang tersebut menarik serta memiliki kemungkinan besar untuk menjadi ahli Timnas Indonesia. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk dukungan dari federasi, kesiapan pemain, juga kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang digunakan baru.

  • Ruud Gullit Sebut Louis van Gaal Bantah Jadi Direktur Teknik Timnas Indonesia

    Ruud Gullit Sebut Louis van Gaal Bantah Jadi Direktur Teknik Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Legenda sepak bola Belanda kelihatannya merasa terusik dengan pemberitaan media Spanyol (Marca) yang mengatakan Louis van Gaal akan datang menjadi direktur teknik Timnas Indonesia . Meskipun mantan ahli strategi Manchester United itu belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut, namun bantahan justru datang dari Ruud Gullit .

    Dalam laporan Marca, Louis van Gaal mengatakan apabila ia akan menggantikan Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia. Sementara Indra Sjafri mendapat kepercayaan melatih Timnas Indonesia U-20.

    Namun Gullit secara tegas membantah laporan tersebut. “Tidak, Itu tiada akan terjadi,” tegasnya disitir dari akun X (dulunya Twitter) Extra Time Indonesia, Selasa (7/1/2025).

    “Sebagai Dirtek, Anda harus bepergian lalu sebagainya, Louis tidaklah menginginkan hal itu.”


    Tunggu sekadar pengumuman resmi dari PSSI tentang pembaharuan kepelatihan Timnas Indonesia pada 12 Januari 2025. Akankah nama Louis van Gaal disebutkan sebagai direktur teknik Skuad Garuda pada konferensi pers yang disebutkan atau tidak.