Blog

  • Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Ligapedianews.com JAKARTA – Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia oleh PSSI pada Awal Minggu (6/1/2025) mengundang beragam reaksi dari umum sepak bola. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah respons Bung Towel, pengamat sepak bola nasional, yang dimaksud terekam di sebuah unggahan pada akun Instagram @BanditFootballIndonesia.

    Dalam video tersebut, Bung Towel yang mana biasanya suka melempar kritik terhadap Shin Tae-yong , saat ini justru bungkam persoalan pemecatan. Dia terlihat sedang meminum kopi dan juga memberikan komentar singkat yang tersebut penuh makna, “Kopi pahit.” Ketika ditanya tambahan lanjut mengenai kabar pemecatan tersebut, ia belaka memberikan senyuman lebar tanpa menambahkan penjelasan apa pun. Reaksi Bung Towel ini segera menjadi material diskusi pada kalangan warganet.

    Melalui konferensi pers yang tersebut dilakukan di tempat Jakarta, Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi mengumumkan berakhirnya kerja identik dengan pembimbing selama Korea Selatan tersebut. Erick menyatakan bahwa surat pemutusan kontrak sudah disampaikan melalui Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga diterima dengan segera oleh Shin Tae-yong.

    “Kami mengucapkan terima kasih berhadapan dengan dedikasi juga prestasi Coach Shin selama ini. Namun, kami harus melangkah ke arah yang mana tambahan baik untuk masa depan Timnas,” ujar Erick Thohir.

    Meski mengakibatkan sebagian kemajuan bagi Timnas Indonesia, termasuk lolos ke Piala Asia 2024, perjalanan Shin Tae-yong di dalam Indonesia kerap diwarnai pro kemudian kontra. Pemecatannya pun memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

    Di sedang isu pemecatan ini, nama Patrick Kluivert mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Shin Tae-yong. Mantan pemain Barcelona serta Timnas Belanda yang dimaksud disebut-sebut memiliki keunggulan di komunikasi, teristimewa dengan pemain yang mana mempunyai latar belakang Belanda seperti Marc Klok, Ivar Jenner, serta Rafael Struick.

    Ketika ditanya pendapatnya mengenai Patrick Kluivert, Bung Towel memberikan respons yang lagi-lagi menarik perhatian. Tanpa berkata apa pun, ia hanya sekali mengangkat kedua ibu jarinya—seolah memberi dukungan penuh untuk kandidat pembimbing baru tersebut.

    Reaksi ini kembali menuai sorotan. Sebagian umum menilai bahwa Bung Towel setuju dengan tindakan PSSI untuk mengganti pelatih, sedangkan pihak lain menganggap gestur yang dimaksud sebagai bentuk sindiran terhadap langkah yang dimaksud dianggap kontroversial.

    “Bung Towel nampaknya setuju banget sejenis Kluivert. Tapi, apakah ini memang sebenarnya solusi terbaik untuk Timnas?” tulis salah satu netizen dalam media sosial.

    Patrick Kluivert sendiri, walaupun miliki nama besar sebagai pemain, belum sepenuhnya teruji pada dunia kepelatihan. Pengalamannya dengan regu seperti Adana Demirspor lalu Curacao tiada menciptakan pencapaian signifikan.

  • PSSI Berharap Pelatih Baru Timnas Indonesia Jadi Magnet Calon Pemain Naturalisasi

    PSSI Berharap Pelatih Baru Timnas Indonesia Jadi Magnet Calon Pemain Naturalisasi

    Ligapedianews.com JAKARTA – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa pembimbing kepala baru Timnas Indonesia berpotensi menjadi daya tarik untuk menambah pemain naturalisasi. Pelatih yang digunakan disebut-sebut berasal dari Belanda itu dinilai dapat mempermudah proses perekrutan pemain berdarah Indonesia yang tersebut pada waktu ini bermain di dalam luar negeri.

    Nama Patrick Kluivert, mantan pemain legendaris Timnas Belanda, santer dikabarkan akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai ahli Skuad Garuda. PSSI berharap diperkenalkan Kluivert dapat menguatkan Timnas Indonesia, termasuk melalui penambahan pemain diaspora.

    “Mayoritas pemain berdarah Indonesia berasal dari Belanda. Jadi, jikalau ahli kita juga dari sana, itu akan memudahkan proses mendapatkan atlet tambahan untuk menguatkan Timnas,” ujar Arya dalam Jakarta, Selasa (7/1/2025).

    Menurut Arya, ahli baru diharapkan miliki peran berpartisipasi di melobi pemain masyarakat migran yang tersebut selama ini belum bergabung dengan Timnas.

    “Dengan ahli kepala berlevel seperti ini, nanti beliau juga yang dimaksud akan melobi penggawa masyarakat migran yang selama ini mungkin saja belum terbujuk untuk bergabung. Selama ini, Pak Erick lalu regu yang tersebut bergerak, tapi ke depan instruktur juga akan berperan langsung,” tambah Arya.

    Arya mengakui bahwa proses merekrut pemain naturalisasi bukanlah perkara mudah. Kehadiran pembimbing baru diharapkan dapat menjadi solusi pada memuluskan langkah tersebut.

    “Kami membutuhkan dukungan dari instruktur kepala yang digunakan tidaklah hanya sekali mampu melatih, tetapi juga dapat melobi atlet diaspora. Ada satu pemain yang dimaksud selama ini sulit kami dekati, juga semoga dengan penampilan ahli baru ini, prosesnya bisa saja berjalan lebih tinggi lancar,” jelas Arya.

    Saat ini, Timnas Indonesia sedang bersaing di dalam fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia. Skuad Garuda berada pada sikap ketiga dengan raihan enam poin. Kehadiran pembimbing baru diharapkan tidaklah hanya sekali meningkatkan kekuatan Timnas, tetapi juga menghadirkan hasil positif di area kompetisi internasional.

    PSSI dan juga para pendukung Timnas Indonesia sekarang ini menaruh harapan besar pada inovasi ini. Apakah ahli baru akan benar-benar mengakibatkan angin segar dan juga meningkatkan daya saing Timnas? Hanya waktu yang dimaksud akan menjawab.

  • Alex Pastoor Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia? PSSI Bilang Begini

    Alex Pastoor Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia? PSSI Bilang Begini

    Ligapedianews.com JAKARTA – Industri Media Belanda 433 NL membocorkan calon asisten ahli Timnas Indonesia , yakni Alex Pastoor. Hal itu pun semakin memanaskan bursa kepelatihan Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia ketika ini.

    Sebelumnya, Patrick Kluivert dirumorkan akan menjadi instruktur kepala Timnas Indonesia. Hal itu selepas Shin Tae-yong dipecat sebagai pembimbing Pratama Arhan dan juga kolega.

    “Alex Pastoor menjadi asisten pembimbing nasional Patrick Kluivert pada Indonesia. Selain itu, Denny Landzaat juga akan berperan sebagai staf,” tulis media itu, Selasa (7/1/2025).

    Sementara itu, Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga menyatakan Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir sangat selektif di memilih regu pelatih. Hal itu agar regu pembimbing baru dapat memberikan pembaharuan besar untuk Timnas Indonesia.

    “Jadi, butuh yang dimaksud namanya pemimpin, pelatih. Nah (pelatih) didampingi oleh asisten pembimbing yang mana kuat secara teknikal. Ini adalah pun sudah ada dicari mirip pak Erick (Thohir). Pelatih teknik-nya mumpuni,” kata Arya di area Jakarta, Selasa (7/1/2025)

    “Pak Erick ini membentuk yang namanya pasukan kepelatihan, yang tersebut punya kepemimpinan, tapi ada juga yang punya kemampuan teknik. Nah, ini yang tersebut gaya Eropa ya begini,” tambahnya.

    Kendati demikian, pria berkacamata itu belum mau menyebutkan secara spesifik calon asisten instruktur Timnas Indonesia. Menurutnya, jikalau telah saatnya, akan disampaikan ke publik

    “Siapa nanti yang dimaksud khusus asisten ahli teknisnya? Yang pasti ya level tinggi lah dalam Belanda juga, baguslah. Maksudnya baguslah dari Belanda juga diambil yang dimaksud punya prestasi meloloskan klub-klub masuk (promosi) Eredivisie,” ujarnya.

  • Profil Alex Pastoor Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Spesialis Angkat Kelas Tim Gurem

    Profil Alex Pastoor Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Spesialis Angkat Kelas Tim Gurem

    Ligapedianews.com Nama Alex Pastoor belakangan mencuat sebagai calon asisten pembimbing Timnas Indonesia . Pelatih selama Belanda ini dikabarkan akan mendampingi Patrick Kluivert, yang disebut-sebut akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai instruktur kepala Skuad Garuda. Spekulasi ini semakin banyak setelahnya laporan media Belanda menyebutkan nama Pastoor sebagai bagian dari pasukan ahli baru.

    Karier kemudian Pengalaman Melatih

    Alex Pastoor lahir dalam Amsterdam pada 26 Oktober 1966. Dengan pengalaman panjang di tempat dunia sepak bola, Pastoor memiliki rekam jejak yang mana mengesankan, teristimewa di mengakibatkan tim-tim kecil naik kelas ke kompetisi tingkat tertinggi.

    Ia memulai karier kepelatihannya pada 2002 dengan klub lokal AFC’34. Setelah tiga tahun di dalam sana, Pastoor sempat vakum hingga akhirnya menangani Excelsior pada 2009. Di musim pertamanya, ia dengan segera menyebabkan Excelsior penawaran ke Eredivisie, liga utama Belanda.

    Setelah sukses pada Excelsior, Pastoor melanjutkan kariernya di tempat NEC Nijmegen pada 2011 hingga 2013. Ia juga sempat merasakan atmosfer sepak bola internasional pada waktu menjadi instruktur Slavia Praha pada Republik Ceko pada 2014.

    Pastoor juga mempunyai pengalaman sebagai asisten ahli serta instruktur sementara di area klub papan melawan Belanda, AZ Alkmaar, pada tahun yang tersebut sama. Namun, salah satu pencapaian terbaiknya datang pada waktu menangani Sparta Rotterdam. Pada musim 2015/2016, Pastoor menyebabkan Sparta menjuarai Eerste Divisie serta kembali ke Eredivisie pasca absen beberapa tahun.

    Pada 2019, ia mencoba tantangan baru di area Austria dengan melatih SCR Altach selama dua tahun. Terakhir, Pastoor kembali mencatatkan namanya sebagai pembimbing yang sukses menyebabkan Almere City penawaran ke Eredivisie pada musim 2022/2023.

    Peluang Bersama Timnas Indonesia

    Jika benar bergabung, Alex Pastoor akan mengakibatkan segudang pengalaman teknis yang digunakan dapat membantu meningkatkan performa Timnas Indonesia. Dalam laporan media, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pentingnya pasukan ahli dengan keahlian teknis tinggi untuk mendampingi instruktur kepala.

    “Tim pembimbing harus miliki kombinasi kepemimpinan kemudian kemampuan teknis yang tersebut kuat. Kami sangat selektif di memilih kandidat agar bisa jadi menghadirkan inovasi besar bagi Timnas Indonesia,” ujar Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.

    Pastoor dikenal sebagai pembimbing yang tersebut disiplin serta mempunyai visi jelas di pengembangan tim. Dengan keberhasilannya mengakibatkan tiga klub berbeda ke Eredivisie, ia dianggap sebagai sosok yang tersebut mampu menghadirkan pembaharuan signifikan.

    Jika Alex Pastoor resmi menjadi bagian dari pasukan ahli Timnas Indonesia, tantangan besar menanti. Timnas pada waktu ini berada di dalam fase krusial di Kualifikasi Piala Bumi 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan dampak positif, teristimewa pada memaksimalkan prospek pemain kemudian strategi permainan.

    Dengan pengumuman resmi yang dimaksud direncanakan pada 12 Januari mendatang, umum Indonesia menantikan langkah baru pada perjalanan Timnas dengan Alex Pastoor dan juga Patrick Kluivert. Apakah kombinasi mereka itu dapat mengakibatkan Garuda terbang tambahan tinggi? Waktu yang tersebut akan menjawab.

  • Pelatih Vietnam Kaget Shin Tae-yong Didepak: Skor Saya untuk STY Bagus!

    Pelatih Vietnam Kaget Shin Tae-yong Didepak: Skor Saya untuk STY Bagus!

    Ligapedianews.com PELATIH Timnas Vietnam, Kim Sang Sik mengambil bagian menyoroti pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia . Kim berharap, Shin mendapatkan tempat tambahan baik pada kelanjutan kariernya.

    Seperti diketahui, Shin Tae-yong resmi dipecat dari jabatannya melatih Skuad Garuda pada Awal Minggu (6/1/2025) lalu. PSSI mengumumkan tindakan ini melalui sebuah konferensi pers pada Jakarta.

    Shin diberhentikan lebih banyak awal dari kesepakatan kontraknya yang mana tersisa hingga 2027. PSSI mengklaim telah mempunyai pengganti yang digunakan tepat untuk mengisi kedudukan kosong di tempat Timnas Indonesia.

    Kim Sang Sik turut berkomentar masalah pemecatan Shin Tae-yong. Pelatih Timnas Vietnam itu mengenang janji dengan Shin pada waktu saling berhadapan di area Piala AFF 2024.

    “Saya menonton dengan segera pertandingan antara Indonesia lalu Arab Saudi terakhir kali lalu bertemu dengan Pelatih Shin juga berjanji untuk bertemu dengannya pada final, tetapi sangat disayangkan kami bukan bisa,” kata Kim dilansir dari My Daily KR, Rabu (8/1/2025).

    Lebih lanjut, Kim mengaku terkejut dengan pemecatan mantan rekan setimnya di area Seongnam Ilhwa Chunma -sekarang Seongnam FC- itu. Dia berharap, pemberhentian ini menjadi pertanda baik untuk kelanjutan karier Shin.

    “Sulit untuk menyatakan apa pun akibat saya menerima kabar buruk meskipun nilai saya (untuk Shin Tae-yong) bagus,” tutur Kim.

    “Karena beliau adalah pemimpin lalu senior yang hebat, saya pikir ada jalan baik lain yang terbuka untuknya pada masa depan. Saya pikir Pelatih Shin bisa jadi melakukannya bukan peduli ke mana pun ia pergi,” tandasnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sebelumnya telah memverifikasi instruktur baru akan segera hadir di tempat Indonesia. Pengumuman resmi akan disampaikab PSSI pada 12 Januari 2025.

  • Hadiri Apel Bela Negara, Plt Sekjen Partai Perindo AYP Teguhkan Janji Jaga Persatuan Indonesia

    Hadiri Apel Bela Negara, Plt Sekjen Partai Perindo AYP Teguhkan Janji Jaga Persatuan Indonesia

    Ligapedianews.com JAKARTA – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo Andi Yuslim Patawari (AYP) mengunjungi Upacara Peringatan Hari Bela Negara Tahun 2024 yang tersebut dipusatkan di tempat Lapangan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). Acara ini dijalankan oleh Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia.

    Pada kesempatan itu, Andi Yuslim Patawari menekankan bahwa peringatan serius Hari Bela Negara 2024 menjadi peluang penting untuk menanamkan juga memperkokoh rasa cinta Tanah Air di dalam kalangan generasi muda.

    “Ini adalah bentuk memulai pembangunan nilai-nilai bela negara untuk menghargai para pahlawan kita. Agar para generasi muda, khususnya pelajar generasi penerus, mempunyai karakter untuk membela negara yang dimaksud tertanam pada hati sanubari,” katanya ketika ditemui awak media usai mengikuti upacara.

    Hadiri Apel Bela Negara, Plt Sekjen Partai Perindo AYP Teguhkan Keseriusan Jaga Persatuan Indonesia

    Dia menuturkan, kegiatan yang tersebut dihadiri oleh ribuan Resimen Mahasiswa Indonesia juga Praja IPDN dan juga para alumni Menwa ini juga menjadi momen tepat untuk meneguhkan komitmen bersatu di menjaga keutuhan bangsa dan juga meningkatkan kekuatan persatuan Indonesia. Acara yang mana berlangsung khidmat ini turut dihadiri banyak tokoh nasional, salah satunya ialah Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa serta Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI.

    Pada kompetisi ini, Riza Patria yang tersebut juga merupakan Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Dankonas Menwa) Indonesia, bertindak pula sebagai Inspektur Upacara Apel Peringatan Hari Bela Negara 2024.

  • Pameran Lukisan Yos Suprapto Diberedel, Bonnie Triyana PDIP Yakin Bukan Perintah Prabowo

    Pameran Lukisan Yos Suprapto Diberedel, Bonnie Triyana PDIP Yakin Bukan Perintah Prabowo

    Ligapedianews.com JAKARTA – Pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan yang mana sedianya diselenggarakan pada Galeri Nasional pada Kamis (19/12/2024) batal diselenggarakan. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bonnie Triyana yakin bahwa hal yang disebutkan tidak melawan perintah Presiden Prabowo Subianto.

    Bonnie yang juga merupakan sejarawan lalu kurator mempertanyakan alasan mengapa ekspresi kesenian itu dilarang. Ia mengira, ada pihak yang mana coba memintanya.

    “Ya lebay gitu. Ini adalah siapa gitu? Saya enggak yakin misalkan Prabowo itu kan presiden. Kalau saya lihat foto-fotonya ya. Itu koleksi beberapa lukisan. Berarti kan Pak Prabowo itu cinta seni gitu kan, Baca buku juga, bukanlah baca Doraemon doang atau Sinchan gitu kan,” kata Bonnie pada waktu hadir di diskusi bertajuk ‘Seni sebagai Medium Kritik Kekuasaan’ yang dimaksud dilakukan di tempat kawasan Cikini, DKI Jakarta Pusat, Akhir Pekan (22/12/2024).

    Pameran Lukisan Yos Suprapto Diberedel, Bonnie Triyana PDIP Yakin Bukan Perintah Prabowo

    Oleh karenanya, Anggota Komisi X DPR itu meyakini Prabowo tak miliki karakter untuk memberangus kebebasan berekpresesi yang dituangkan di karya seni, sebagaimana dilaksanakan oleh Yos Suprapto. “Kalau kita lihat tuh ia suka identik seni. Jadi ini siapa? Gitu loh pertanyaannya kan. Siapa nih? Yang bikin kemudian lukisan itu diturunkan,” ujarnya.

    Untuk diketahui, pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto bertajuk Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan di tempat Galeri Nasional, Jakarta, batal dilaksanakan. Pengunjung yang dimaksud hadir di area pembukaan, Kamis (19/12/2024) malam, dilarang mengamati pameran yang telah lama dipersiapkan sejak setahun terakhir. Pintu pameran dikunci.

    Menurut Yos, kurator yang tersebut ditunjuk Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, memohonkan lima pada antara 30 lukisan diturunkan, tapi Yos menolak. Lima lukisan itu berkaitan dengan sosok yang pernah sangat populer di dalam penduduk Indonesia.

    Yos menegaskan, apabila lima lukisan yang dimaksud diturunkan, ia memilih membatalkan pameran secara keseluruhan lalu menghadirkan pulang seluruh lukisan pulang ke Yogyakarta. “Saya tidaklah mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional serta Kementerian Kebudayaan,” kata Yos di keterangan tertulis, Hari Jumat (20/12/2024).

  • DPR Minta Galeri Nasional Kembali Buka Pameran Lukisan Yos Suprapto

    DPR Minta Galeri Nasional Kembali Buka Pameran Lukisan Yos Suprapto

    Ligapedianews.com JAKARTA – Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP Bonnie Triyana memohon Galeri Nasional segera membuka kembali pameran lukisan tunggal karya seniman Yos Suprapto bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” yang mana batal secara tanpa peringatan pada Kamis (19/12/2024). Menyusul pembatan tersebut, terdapat lima lukisan Yos yang digunakan diminta diturunkan, lalu memancing kontroversi di dalam kalangan masyarakat.

    Menurut Bonnie, beberapa lukisan-lukisan Yos Suprapto yang mana menjadi polemik itu telah dilakukan tersebar di tempat media sosial. Sehingga, telah sewajarnya pameran yang disebutkan dibuka untuk umum.

    “Mestinya Galeri Nasional setelahnya diskusi ini jadi berita, menyingkap aja. Waktu senja ini, besok dibuka, pasti ramai. kita akan menjadi bangsa yang sehat dan juga naik kelas dong. Kita naik kelaslah,” kata Bonnie pada diskusi bertajuk ‘Seni Sebagai Medium Kritik Kekuasaan’ di dalam kawasan Cikini, DKI Jakarta Pusat, Hari Minggu (22/12/2024).

    DPR Minta Galeri Nasional Kembali Buka Pameran Lukisan Yos Suprapto

    Tak hanya sekali itu, Bonnie pun mendesak Galeri Nasional untuk tak mencopot semua lukisan yang mana sudah dipajang untuk dipamerkan. Ia memohonkan biarkan rakyat yang tersebut mengunjungi pameran itu untuk menafsirkan masing-masing hasil karya seni dari Yos Suprapto.

    “Biarkan penduduk itu mendiskusikan karya seni ini berdasarkan tafsir, pengetahuannya masing-masing. Jadi, saya pikir dibuka sajalah,” ujarnya.

    Di sisi lain, Bonnie mengawasi bahwa pemberedelan pameran lukisan yang dimaksud tidaklah sepatutnya terjadi. Sebab, ia menilai seni adalah seni tafsir, lalu ditafsirkan oleh umum secara bebas.

    “Seharusnya bukan harus menjadi kontroversi seperti ini ketika (pameran) dibuka, diskusinya kan jadi punya publik, umum yang dimaksud menilai. Ada ruang untuk orang berdiskusi secara bebas. Hal ini ujug-ujug ditutup, ketika diresmikan tiada sanggup lihat,” pungkasnya.

  • Gerindra Lihat PDIP Lagi Bersandiwara Drama Kenaikan PPN 12%

    Gerindra Lihat PDIP Lagi Bersandiwara Drama Kenaikan PPN 12%

    Ligapedianews.com JAKARTA – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Muhammad Rofiqi mengawasi PDIP sedang bersandiwara drama urusan politik untuk mencari simpati umum dengan mengkambinghitamkan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka persoalan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Skor (PPN) menjadi 12 %. PDIP, lanjut dia, terkesan memprovokasi umum dengan sentimen negatif seolah pemerintahan Prabowo-Gibran tiada peduli dengan nasib rakyat kecil.

    Rofiqi berpendapat, sikap kurang bijak itu seharusnya tidak ada layak dipertontonkan untuk publik, oleh sebab itu rekam jejak digital terkait kenaikan PPN 12% ini masih ada di area ruang publik. “Kenapa sekarang PDIP yang mana paling depan menyerang kebijakan ini, apa dia sudah ada lupa ingatan atau lagi pencitraan atau lempar batu sembunyi tangan,” sindir ia melalui keterangannya, Akhir Pekan (22/12/2024).

    “Seolah-olah minta dibatalkan, tapi kenyataannya, dulu mereka itu yang digunakan mengusulkan. Ketua Panjanya cuma dari mereka kok,” kata perwakilan rakyat jika Kalimantan Selatan itu.

    Rofiqi heran dengan sikap kebijakan pemerintah para politikus PDIP akhir-akhir ini yang getol menyalahkan pemerintahan Prabowo-Gibran masalah kenaikan tarif PPN dari 11 % menjadi 12 % mulai 2025. Sebab, kata dia, terbentuknya aturan PPN 12% merupakan hasil dari pemerintah kemudian DPR sebelumnya lalu partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ketika itu periode 2019-2024 lalu merupakan partai penguasa di dalam parlemen.

    “Ini tidak produknya Pak Prabowo, undang-undang ini disahkan pada tahun 2021 lalu. Ketika itu, PDIP kan sebagai partai penguasa, jumlah total merekan pada DPR RI juga terbanyak, ketua Panja UU ini juga dari mereka, Pak Dolfie (Dolfie Othniel Frederic Palit, red). Justru merekan yang mengusulkan juga langkah telah menjadi kesepakatan bersama, kenapa malah sekarang lempar batu menyalahkan Pak Prabowo,” ujar Rofiqi.

    Rofiqi menilai, semestinya, PDIP itu mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto terkait penetapan PPN 12 % ini. Sebab, penetapan ini hanya saja diberlakukan untuk barang mewah secara selektif.

    “Harusnya merekan jujur dan juga dapat mengakui perjuangan Prabowo yang dimaksud memperjuangkan pelaksanaan UU-nya dibatasi semata-mata menyasar barang mewah,” tuturnya.

    “Mari kita bersama-sama mendirikan bangsa kemudian negara, menuntaskan tantangan ekonomi lalu menjamin kebijakan ini bisa jadi berjalan dengan baik dan juga bijaksana demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fraksi PDIP Dolfie Othniel Frederic Palit mengungkapkan, UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang tersebut menjadi dasar kenaikan PPN 12% merupakan inisiatif pemerintah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

    “UU HPP merupakan UU inisiatif Pemerintahan Jokowi, yang mana disampaikan ke DPR tanggal 5 Mei 2021 Seluruh fraksi setuju untuk melakukan pembahasan melawan usul inisiatif pemerintah melawan RUU HPP,” kata Dolfie untuk wartawan, Mingguan (22/12/2024).

    Dolfie melanjutkan, RUU HPP dibahas bersatu antara pemerintah lalu Komisi XI DPR. Kemudian, disahkan di Paripurna DPR pada 7 Oktober 2021. Sebanyak 8 Fraksi yaitu Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Partai Gerindra, Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PPP telah dilakukan menyetujui UU HPP itu, kecuali fraksi PKS.

  • Viva Yoga PAN Ikut-ikutan Serang PDIP masalah Kenaikan PPN 12%

    Viva Yoga PAN Ikut-ikutan Serang PDIP masalah Kenaikan PPN 12%

    Ligapedianews.com JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyoroti sikap PDIP yang mana menolak terhadap kenaikan tarif Pajak Pertambahan Kuantitas (PPN) menjadi 12 %. Menurutnya, PDIP seakan seperti lempar batu sembunyi tangan bila menolak kenaikan PPN 12%.

    Sebab, kata Yoga, PDIP menjadi salah satu Fraksi di tempat DPR yang tersebut turut setuju PPN dinaikkan menjadi 12% sebagaimana UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang digunakan disahkan pada 7 Oktober 2021. Bahkan, kata dia, Panitia Kerja (Panja) RUU HPP itu dipimpin oleh Dolfie Othniel Frederic Palit yang digunakan juga sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP.

    “Jika sekarang sikap PDIP menolak kenaikan PPN 12 persen dan juga seakan-seakan bertindak seperti hero, hal itu akan seperti lempar batu sembunyi tangan, hehe,” ujar Yoga di keterangan tertoreh yang digunakan dikutip, Awal Minggu (23/12/2024).

    Wakil Menteri Transmigrasi ini mengatakan, sebagian warga akan menilai bahwa pembaharuan sikap PDIP dikaitkan dengan posisinya yang mana berada di area luar pemerintahan. Pasalnya, kata dia, argumentasi PDIP ditentukan oleh kedudukan di kekuasaan.

    “Dulu setuju bahkan berada dalam garis terdepan, sekarang menolak, juga di area garis terdepan, hehe,” ucap Viva.

    Terlepas dari itu, Viva mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberlakukan kenaikan PPN 12% ini terhadap barang mewah. Menurutnya, langkah ini bijak di rangka untuk melindungi daya beli penduduk lalu menjaga dari kontraksi ekonomi.

    “Pemerintah dipastikan akan melindungi kemudian memberdayakan kepentingan masyarakat. Oleh akibat itu pemerintah akan selalu melakukan monitoring juga evaluasi berhadapan dengan semua aspirasi yang tumbuh di area masyarakat,” pungkasnya.