Blog

  • Mo Salah Sejajar dengan Henry usai Cetak 175 Gol di area Kompetisi Inggris

    Mo Salah Sejajar dengan Henry usai Cetak 175 Gol di area Kompetisi Inggris

    Ligapedianews.com Mohamed Salah kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Bintang Liverpool ini berhasil mencetak gol ke-175 di tempat Turnamen Inggris, menyamai rekor Thierry Henry .

    Mo Salah membukukan gol ke-175 ketika menjebol gawang Manchester United pada menit 70 melalui tendangan penalti. Pemain bernomor punggung 11 itu telah dilakukan mencetak 18 gol dan juga 13 assist pada 19 pertandingan di dalam Kompetisi Inggris musim ini.

    Mo Salah Sejajar dengan Henry usai Cetak 175 Gol di area Turnamen Inggris

    Foto: Liverpool

    Namun penyerang jika Mesir itu gagal menghadirkan Liverpool menang setelahnya laga bertajuk North West Derby berakhir imbang 2-2 di tempat Stadion Anfield, Awal Minggu (6/1/2025) WIB. Meskipun begitu, Mo Salah tetap saja berjalan tegak lantaran ia mampu menyamai catatan legenda Arsenal.

    Mo Salah membukukan 175 gol kemudian 82 assist pada 282 pertandingan. Sementara Henry mencatatkan 175 gol kemudian 74 assist di 258 laga.

  • Klasemen Turnamen Inggris usai Liverpool Ditahan Imbang MU: The Reds Tetap Kokoh di area Puncak

    Klasemen Turnamen Inggris usai Liverpool Ditahan Imbang MU: The Reds Tetap Kokoh di area Puncak

    Ligapedianews.com Liverpool tetap mempertahankan kedudukan puncak klasemen Turnamen Inggris walaupun hanya saja bermain imbang 2-2 melawan Manchester United pada laga pekan ke-20 dalam Anfield, Hari Senin (6/1/2025) dini hari WIB. Tambahan satu poin ini menimbulkan The Reds sekarang mengoleksi 46 poin dari 19 pertandingan, unggul enam poin dari Arsenal pada sikap kedua.

    Laga bertajuk North West Derby ini berlangsung sengit dengan tensi tinggi. Manchester United unggul lebih besar dulu melalui gol Lisandro Martinez di area menit ke-52, memanfaatkan umpan matang dari Bruno Fernandes. Gol yang dimaksud menjadi momen spesial bagi Martinez, sekaligus mengakhiri 559 menit tanpa gol MU pada Anfield sejak 2018.

    Liverpool kemudian membalas lewat Cody Gakpo di dalam menit ke-56, disusul penalti Mohamed Salah pada menit ke-70 yang mana sempat membalikkan keadaan. Namun, MU kembali menyamakan skor melalui Amad Diallo dalam menit ke-80. Meski menguasai pertandingan dengan berbagai peluang, Liverpool harus puas dengan hasil seri.

    Hasil ini juga tak mengubah kedudukan tim-tim pada papan atas. Arsenal, yang tersebut belaka bermain imbang 1-1 melawan Brighton, tetap saja berada dalam urutan kedua dengan 40 poin. Chelsea, yang tersebut ditahan seri 1-1 oleh Crystal Palace, berada di area kedudukan keempat dengan 36 poin. Sementara itu, Manchester United masih tertahan di dalam peringkat ke-13 klasemen dengan raihan 23 poin dari 20 pertandingan.

    Hasil imbang ini menegaskan dominasi Liverpool di area puncak, tetapi juga menjadi peringatan serius bahwa persaingan menuju peringkat juara masih panjang juga penuh tantangan.

    Klasemen Kejuaraan Inggris

    1. Liverpool – 46 poin
    2. Arsenal – 40 poin
    3. Nottingham Forest – 37 poin
    4. Chelsea – 36 poin
    5. Newcastle – 35 poin
    6. Manchester City – 34 poin

  • Virgil van Dijk Ngamuk ke Trent Alexander-Arnold usai Liverpool Ditahan MU

    Virgil van Dijk Ngamuk ke Trent Alexander-Arnold usai Liverpool Ditahan MU

    Ligapedianews.com Kapten Liverpool , Virgil van Dijk, tidak ada dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap Trent Alexander-Arnold ketika The Reds semata-mata bermain imbang 2-2 melawan Manchester United di tempat pekan ke-20 Kompetisi Inggris dalam Anfield, Hari Senin (6/1) dini hari WIB.

    Insiden yang dimaksud terjadi mendekati akhir pertandingan, tepatnya sekitar 10 menit sebelum laga usai. Van Dijk terlihat berteriak keras ke arah Alexander-Arnold, mengungkapkan rasa frustrasinya melawan lemahnya sisi kanan pertahanan Liverpool yang menjadi celah bagi Manchester United.

    Momen ini dipicu oleh gol penyeimbang Amad Diallo. Bermula dari umpan mendatar Alejandro Garnacho, Diallo memanfaatkan situasi dengan tembakan kaki kiri yang digunakan memproduksi gawang Alisson Becker bergetar. Gol ini memaksa Liverpool kehilangan keunggulan setelahnya sempat mengatur 2-1.

    Van Dijk juga sempat terlihat kesal ketika Alexander-Arnold terlambat melakukan lemparan ke dalam, situasi yang dianggap memperlambat tempo permainan tim.

    Dalam wawancara pasca pertandingan, Van Dijk mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil tersebut. Menurutnya, Liverpool bahkan beruntung tidak ada kalah pasca Harry Maguire hampir mencetak gol di tempat menit-menit akhir.

    “Kalau kita jujur, hasil ini sanggup belaka lebih besar buruk. Mereka punya prospek emas di area akhir pertandingan yang dimaksud dapat menyebabkan kami kehilangan segalanya. Saya kecewa kehilangan poin di area kandang, tetapi itulah sepak bola. Kami harus bangkit juga melangkah maju,” ujar Van Dijk terhadap BBC Radio 5 Live.

    Bek dengan syarat Belanda itu juga menyoroti kelemahan timnya pada mengontrol permainan. “Saat unggul 2-1, seharusnya kami mampu mengatur tempo juga mempertahankan bola lebih lanjut lama. Tapi, kami terlalu mudah kehilangan bola serta membiarkan pertahanan terbuka,” tambahnya.

    Meski demikian, hasil ini tiada mengubah sikap Liverpool di tempat puncak klasemen dengan 46 poin. Namun, selisih enam poin dari Arsenal pada tempat kedua masih sangat jauh dari aman, mengingat perjalanan musim masih panjang.

    Liverpool saat ini dihadapkan pada tantangan untuk memperbaiki konsistensi permainan, teristimewa di area lini belakang yang tersebut menjadi sorotan pasca hasil mengecewakan ini.

  • Hari Ini adalah Shin Tae-yong Dipecat? Tunggu Forum Pers Resmi PSSI

    Hari Ini adalah Shin Tae-yong Dipecat? Tunggu Forum Pers Resmi PSSI

    Ligapedianews.com Nasib Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia menjadi tanda tanya besar. PSSI dijadwalkan mengatur konferensi pers pada Awal Minggu (6/1/2025) siang Waktu Indonesia Barat dalam Menara Danareksa, Jakarta. Spekulasi mengenai masa depan instruktur dengan syarat Korea Selatan ini semakin memanas pasca unggahan anggota Exco PSSI, Khairul Anwar, menyiratkan perpisahan dengan Shin Tae-yong.

    Dalam unggahan di area akun Instagram pribadinya, Khairul menuliskan instruksi terima kasih terhadap Shin Tae-yong berhadapan dengan kontribusinya selama melatih Timnas Indonesia. “Terima kasih Shin Tae-yong menghadapi kebersamaannya selama ini. Kamu masih menjadi bagian sejarah perubahan struktural sepak bola Indonesia,” tulis Khairul.

    Unggahan yang disebutkan dengan segera menyulut ramalan pada media sosial. Publik bertanya-tanya, apakah ini menandakan akhir perjalanan Shin Tae-yong dengan skuad Garuda? Tak sedikit yang digunakan menyokong agar Shin masih bertahan, mengingat berbagai pencapaian positif yang mana sudah pernah diraih selama masa jabatannya.

    PSSI sendiri telah terjadi mengonfirmasi konferensi pers yang dimaksud akan dipimpin secara langsung oleh Ketua Umum Erick Thohir. Selain itu, Wakil Ketua Umum 1 Zainuddin Amali, Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan juga manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga dijadwalkan hadir. Namun, tak ada nama Shin Tae-yong di daftar yang digunakan dirilis PSSI, sehingga prakiraan pemecatannya semakin menguat.

    Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, turut memberikan pandangannya terkait isu panas ini. Menurut Kesit, jikalau benar Shin Tae-yong dicopot, langkah yang dimaksud kemungkinan besar didasarkan pada evaluasi menyeluruh dari PSSI yang menilai instruktur berusia 54 tahun itu kurang pas untuk memenuhi target tinggi, seperti lolos ke Piala Bumi 2026.

    “Menurut saya, bukanlah hal yang mana mudah buat PSSI untuk memutus kontrak STY. Mengingat kinerjanya sejak ia menjadi instruktur timnas terbilang positif,” kata Kesit.

    Namun, Kesit juga menilai bahwa mungkin saja PSSI mengamati adanya kekurangan pada kemampuan Shin Tae-yong untuk merealisasikan target ambisius tersebut. “Mungkin ada target tinggi yang mana dibebankan PSSI terhadap STY yakni timnas harus lolos Piala Dunia. Namun STY mungkin, sekali lagi ini mungkin saja ya, dipandang tak akan bisa jadi mewujudkan target tersebut,” tambahnya.

    Selain itu, laporan dari media Italia, Tuttosport, sempat menyarankan PSSI untuk merekrut ahli dengan syarat Eropa yang dinilai lebih tinggi cocok dengan komposisi pemain Timnas Indonesia ketika ini, yang tersebut berbagai dihuni oleh pemain keturunan Belanda.

    Shin Tae-yong sudah mencatatkan sebagian prestasi dengan Timnas Indonesia, termasuk menghadirkan Timnas U-20 tampil impresif di tempat level internasional juga mengubah gaya bermain skuad senior menjadi lebih besar kompetitif. Namun, kabar pemecatan ini menunjukkan adanya ramalan terkait masa depan Timnas.

    Konferensi pers PSSI siang ini menjadi momen krusial untuk menjawab semua perkiraan yang digunakan berkembang. Apakah Shin Tae-yong tetap saja bertahan pada kursinya, atau justru resmi dipecat? Publik sepak bola nasional tentu berharap kejelasan segera terungkap.

    Kita tunggu dengan bagaimana tindakan resmi dari PSSI pada konferensi pers yang mana akan berlangsung hari ini.

  • Profil Louis van Gaal, Pelatih Belanda yang digunakan Disebut Suksesor Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia

    Profil Louis van Gaal, Pelatih Belanda yang digunakan Disebut Suksesor Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Profil Louis van Gaal akan dibahas pada artikel ini. Pelatih selama Belanda itu santer dikabarkan akan datang menjadi pengganti Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia.

    Baru-baru ini, penggemar sepak bola Tanah Air dihadapkan pada desas-desus ketidakpastian mengenai masa depan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia. Hal ini lantaran adanya unggahan anggota Exco PSSI yang dimaksud seakan mengungkap arahan perpisahan terhadap STY.

    Meski belum dipastikan kebenarannya, sebagian warganet mulai memberi pendapat mengenai ahli yang tersebut berpotensi gantikan STY jikalau benar-benar keluar. Di antaranya ada sosok mantan instruktur Manchester United, Louis van Gaal.

    Profil Louis van Gaal

    Louis van Gaal dikenal luas sebagai pembimbing sepak bola jika Belanda. Informasi Transfermarkt mencatatnya pada saat ini menjadi konselor di area Ajax setelahnya sebelumnya melatih Timnas Belanda periode 2021-2022.

    Melihat ke belakang, van Gaal dulunya ternyata lebih tinggi dulu menjadi pemain sepak bola. Meski mampu dibilang biasa-biasa saja, beliau pernah menjadi bagian klub ternama seperti Ajax Amsterdam juga AZ Alkmaar dalam Kejuaraan Belanda.

    Setelah gantung sepatu pada 1987, ia beralih menjadi pelatih. Riwayatnya pun cukup mentereng jikalau dibandingkan ketika van Gaal berprofesi sebagai pemain.

    Pada level klub, pria kelahiran Amsterdam, 8 Agustus 1951 ini pernah menjadi instruktur beberapa kelompok top Eropa. Sebut semata Barcelona (1997-2000 lalu 2022-2003), Bayern Munich (2009-2011) hingga Manchester United (2014-2016).

    Sementara di tempat kelompok nasional (Timnas), van Gaal pernah menukangi Belanda selama beberapa edisi berbeda. Di antaranya periode 2000-2001, 2012-2014, kemudian 2021-2022.

    Dari semua itu, salah satu prestasi besarnya adalah mengantarkan Belanda meraih tempat ketiga Piala Planet 2014 di dalam Brasil. Sementara untuk Piala Global 2022, van Gaal belaka mampu mengakibatkan kelompok Oranje sampai putaran perempat final.

    Rumor van Gaal yang dimaksud akan datang menjadi pembimbing Timnas Indonesia kencang berhembus pasca menguatnya isu kepergian Shin Tae-yong. Menurut informasi yang mana didapatkan pengamat sepakbola Tanah Air, Haris Pardede, PSSI telah merancang pertemuan dengan eks ahli MU tersebut.

    Namun, memang sebenarnya belum diketahui pembicaraan yang disebutkan nantinya mengarah ke mana. Jika pertemuan dengan PSSI benar adanya, paling memungkinkan adalah menjadikan van Gaal sebagai Direktur Teknik PSSI alih-alih menggantikan STY sebagai ahli utama.

    “Menurut informasi yang tersebut saya dengar, info A1 dari lingkaran pada PSSI. Februari (2025) rencananya ya sanggup hanya batal. Namun, saya ada rekamannya jikalau nanti dibutuhkan dan juga diizinkan yang digunakan memberikan informasi, delegasi PSSI rencananya akan terbang ke Belanda,” kata Bung Harpa, seperti disitir dari kanal YouTube Bung Harpa, Mulai Pekan (6/1/2025).

    Itulah sedikit ulasan profil Louis van Gaal, ahli dengan syarat Belanda yang tersebut diisukan akan segera ganti Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia.

  • 5 Prestasi Bersejarah Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

    5 Prestasi Bersejarah Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Shin Tae-yong , ahli jika Korea Selatan, telah terjadi mencatatkan berbagai pencapaian bersejarah bersatu Timnas Indonesia sejak ditunjuk sebagai ahli pada Januari 2020. Meski sekarang ini masa depannya di tempat timnas sedang menjadi sorotan, beberapa jumlah prestasi penting selama empat tahun terakhir membuktikan sumbangan besarnya terhadap sepak bola Indonesia. Berikut adalah lima pencapaian bersejarah Shin Tae-yong sama-sama Timnas Indonesia.

    1. Mengakhiri Penantian 16 Tahun untuk Piala Asia 2023

    Shin Tae-yong berhasil menyebabkan Timnas Indonesia senior kembali ke Piala Asia 2023 setelahnya absen selama 16 tahun. Kepastian ini diraih melalui perjuangan gemilang pada putaran kualifikasi, memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pencinta sepak bola tanah air.

    Tak cuma itu, pada kompetisi Piala Asia 2023, Indonesia berhasil lolos hingga fase 16 besar. Langkah ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia dalam kompetisi yang dimaksud pada beberapa dekade terakhir, menandai kebangkitan sepak bola nasional di dalam pentas Asia.

    2. Diterima ke Piala Asia U-23 2024 untuk Pertama Kalinya

    Di level usia muda, Shin Tae-yong mencatat sejarah dengan menyebabkan Timnas Indonesia U-23 lolos ke Piala Asia U-23 2024. Ini adalah adalah pertama kalinya Indonesia berhasil mencapai pertandingan tersebut, sebuah pencapaian yang dimaksud menunjukkan perkembangan pesat pada level junior.

    Selain itu, Timnas U-23 yang digunakan diasuhnya juga mampu melaju hingga semifinal Piala Asia U-23 2024, sebuah capaian yang mana membanggakan lalu membuktikan kualitas generasi muda sepak bola Indonesia.

    3. Melewati ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Global 2026

    Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatatkan data sejarah baru dengan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026. Langkah ini menjadi yang digunakan pertama bagi Indonesia, membuka potensi lebih lanjut besar untuk bersaing pada tingkat dunia.

    Capaian ini juga didukung oleh strategi kemudian kerja keras pembimbing yang mana berhasil memanfaatkan prospek pemain lokal juga naturalisasi, menciptakan skuad yang tersebut kompetitif di tempat zona Asia.

    4. Perbaikan Peringkat FIFA yang Signifikan

    Shin Tae-yong mengakibatkan Timnas Indonesia mengalami lonjakan peringkat FIFA yang luar biasa. Pada September 2021, Indonesia berada pada peringkat 176, tetapi berhasil naik hingga peringkat 144 pada awal 2024.

    Peningkatan ini mencerminkan konsistensi performa regu pada berbagai kejuaraan kemudian kualifikasi, dan juga membuktikan efektivitas kegiatan yang mana diterapkan oleh sang pelatih.

    5. Pencapaian di tempat Turnamen Regional

    Selain prestasi dalam level Asia, Shin Tae-yong juga menghadirkan Timnas Indonesia meraih hasil positif dalam pertandingan regional. Timnas senior menjadi runner-up Piala AFF 2020 kemudian meraih medali perunggu di tempat SEA Games 2021.

    Di level U-23, Timnas Indonesia juga menjadi runner-up Piala AFF U-23 2023, menunjukkan konsistensi regu asuhan Shin Tae-yong pada bersaing dalam Asia Tenggara.

  • Breaking News: Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Indonesia

    Breaking News: Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Shin Tae-yong resmi dipecat dari kursi instruktur Timnas Indonesia. Keputusan itu disampaikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada konferensi pers di dalam Jakarta, Awal Minggu (6/1/2025) siang.

    Dalam konferensi pers bertajuk Rencana Baru Perkembangan Timnas Indonesia Tahun 2025, hadir Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi. Tetapi Shin Tae-yong sendiri bukan hadir.

    “Kita ucapkan terima kasih terhadap kinerja coach Shin serta hubungan saya sangat baik lalu kita lakukan yang mana terbaik untuk program-program timnas. Tapi tentu dinamika timnas ini perlu juga perhatian khusus kami pada evaaluasi,” kata Erick Thohir, Mulai Pekan (6/1/2025).

    “Kita lihat perlunya ada pimpinan yang sanggup lebih banyak menerapkan strategi yg tentu disepakati oleh pemain, komunikasi yang digunakan lebih banyak baik, implementasi acara yang digunakan lebih tinggi baik,” sambungnya.

    Erick menambahkan bahwa Shin Tae-yong telah dilakukan menerima surat pemecatan PSSI yang dimaksud disampaikan lewa manajer Timnas Indonesia, Sumardji. Pria yang tersebut juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menyampaikan terima kasih menghadapi kinerja Shin Tae-yong selama ini.

    “Pak Mardji telah bertemu coach Shin lalu coach hin telah menerima surat menyurat tentu sudah ada mengenai hubungan yang dimaksud telah berakhir, terima kasih tentunya untuk coach Shin,” tutur Erick.

  • Shin Tae-yong Dipecat! PSSI Umumkan Pelatih Pengganti Tanggal 12 Januari 2025

    Shin Tae-yong Dipecat! PSSI Umumkan Pelatih Pengganti Tanggal 12 Januari 2025

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan bahwa federasi resmi memutus kontrak pembimbing selama Korea Selatan, Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia. Hal ini disampaikan di konferensi pers pada Menara Danareksa, Jakarta, pada Mulai Pekan (6/1/2025).

    Dalam pernyataannya, Erick Thohir mengungkapkan bahwa langkah ini diambil pasca melalui evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan timnas selama berada pada bawah asuhan Shin Tae-yong. Erick menegaskan, meskipun hubungan antara PSSI dan juga Shin Tae-yong masih baik, dinamika timnas memerlukan perhatian khusus yang mana mengarah pada pembaharuan kepemimpinan.

    “Kami ucapkan terima kasih terhadap coach Shin melawan kontribusinya selama ini. Hubungan saya dengan beliau sangat baik, serta kami setiap saat mencoba melakukan yang digunakan terbaik untuk inisiatif timnas. Namun, kami merasa ada permintaan akan pemimpin baru yang digunakan dapat lebih banyak efektif pada menerapkan strategi, menguatkan komunikasi, dan juga mengimplementasikan kegiatan secara optimal,” ujar Erick Thohir.

    Shin Tae-yong, yang mana sejatinya masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2027, menerima surat pemecatan dari PSSI melalui manajer Timnas Indonesia, Sumardji. Erick Thohir meyakinkan bahwa proses ini telah dilakukan dijalankan sesuai prosedur, dan juga pihaknya berterima kasih menghadapi dedikasi Shin selama ini.

    “Pak Sumardji telah bertemu dengan coach Shin lalu menyerahkan surat resmi mengenai pemutusan hubungan kerja. Kami sangat menghargai kerja keras kemudian pencapaian coach Shin selama empat tahun terakhir,” tutur Erick.

    Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatat beberapa orang prestasi bersejarah. Salah satunya adalah menyebabkan Skuad Garuda lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 Zona Asia, sesuatu yang mana belum pernah dicapai sebelumnya. Selain itu, Shin juga berhasil meningkatkan peringkat FIFA Indonesia dari 176 menjadi 144, juga menyebabkan timnas lolos ke berbagai kompetisi internasional seperti Piala Asia 2023 lalu Piala Asia U-23 2024.

    Namun, penampilan timnas yang digunakan tidak ada konsisten di tempat beberapa kejuaraan terakhir, termasuk kegagalan pada Piala AFF 2024, menjadi salah satu alasan PSSI melakukan evaluasi kemudian akhirnya memutuskan untuk mengganti pelatih.

    Pelatih Baru Akan Diumumkan 12 Januari
    Erick Thohir juga mengonfirmasi bahwa PSSI sudah mempunyai pengganti Shin Tae-yong. Sosok pembimbing baru ini akan diberitahukan untuk masyarakat pada 12 Januari mendatang.

    “Kami telah mempunyai calonnya (pelatih baru untuk Timnas Indonesia), juga akan kami akan undang media pada 12 Januari 2025, kurang lebih lanjut jam 4 sore. Kalau ada tanya jawab secara langsung dengan instruktur pengganti” ungkap Erick.

    Dengan berakhirnya era Shin Tae-yong, harapan sekarang ini tertuju pada ahli baru yang digunakan diharapkan mampu menghadirkan Timnas Indonesia melangkah tambahan jarak jauh di dalam pentas internasional. PSSI juga berharap pembaharuan ini akan menjadi awal baru untuk mengembangkan sepak bola nasional secara lebih lanjut komprehensif.

  • Louis van Gaal Gantikan Shin Tae-yong? PSSI Bidik Target Diterima ke Piala Global 2026

    Louis van Gaal Gantikan Shin Tae-yong? PSSI Bidik Target Diterima ke Piala Global 2026

    Ligapedianews.com Desas-desus terkait masa depan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia akhirnya terjawab. Dalam konferensi pers di area Menara Danareksa, Mulai Pekan (6/1/2025), Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, resmi mengumumkan bahwa kontrak Shin Tae-yong sudah pernah dihentikan. Kini, perhatian masyarakat beralih untuk siapa yang mana akan menjadi suksesor pembimbing selama Korea Selatan itu.

    Nama Louis van Gaal , mantan ahli Timnas Belanda, muncul sebagai kandidat kuat. Rumor ini tumbuh pasca pengamat sepak bola Haris Pardede, yang mana akrab disapa Bung Harpa, mengungkap bahwa delegasi PSSI berencana bertemu dengan van Gaal pada Belanda pada Februari 2025.

    “Menurut informasi yang saya dengar, ini info A1 dari lingkaran di PSSI, delegasi akan ke Belanda bulan depan. Tujuannya sanggup jadi untuk bertemu Louis van Gaal, entah sebagai ahli atau direktur teknik,” ujar Bung Harpa di kanal YouTube-nya.

    Louis van Gaal bukanlah nama asing pada dunia sepak bola. Pria kelahiran Amsterdam, 8 Agustus 1951, ini dikenal sebagai instruktur dengan segudang pengalaman. Sebelum menjadi pelatih, van Gaal sempat berkarier sebagai pemain sepak bola, meskipun tak terlalu menonjol. Ia pernah bermain untuk klub-klub Belanda seperti Ajax Amsterdam juga AZ Alkmaar.

    Setelah pensiun sebagai pemain, van Gaal mengukir prestasi sebagai pelatih. Ia pernah menangani tim-tim besar seperti Barcelona, Bayern Munich, kemudian Manchester United. Di level pasukan nasional, ia menjadi arsitek Timnas Belanda pada tiga periode berbeda (2000-2001, 2012-2014, serta 2021-2022). Prestasi terbesar van Gaal di tempat level internasional adalah mengakibatkan Belanda meraih peringkat ketiga Piala Planet 2014 di area Brasil.

    Saat ini, berdasarkan data Transfermarkt, Louis van Gaal berstatus sebagai penasehat di area Ajax Amsterdam. Namun, rumor bahwa PSSI mendekatinya untuk tempat ahli Timnas Indonesia semakin menguat.

    Lolos ke Piala Planet 2026 Jadi Target Utama
    Dengan pemecatan Shin Tae-yong, PSSI sekarang ini menghadapi tekanan besar untuk segera menunjuk instruktur baru. Salah satu target utama adalah menyebabkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Bumi 2026. Target ambisius ini tentu memerlukan sosok berpengalaman seperti Louis van Gaal, yang digunakan sudah ada terbukti mampu menangani pasukan di tempat level tertinggi.

    Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai status van Gaal. Erick Thohir belaka menyebutkan bahwa ahli baru Timnas Indonesia akan diinformasikan pada 12 Januari 2025.

    “Kami akan mengumumkan pembimbing baru pada waktu dekat. Siapapun yang terpilih, kami berharap mampu menyebabkan Timnas Indonesia ke level yang tersebut lebih lanjut tinggi,” ujar Erick.

    Selain tempat pembimbing kepala, sikap Direktur Teknik juga menjadi topik pembicaraan. PSSI dinilai memerlukan figur dengan pengalaman luas untuk mendirikan fondasi yang tersebut lebih besar kuat di dalam semua level timnas. Jika van Gaal tiada menjadi instruktur utama, kemungkinan besar ia akan diincar untuk mengisi peran strategis ini.

    Hingga kini, kabar Louis van Gaal sebagai pengganti Shin Tae-yong masih menjadi tanda tanya besar. Namun, satu hal yang pasti, PSSI sedang berupaya menimbulkan langkah besar demi mengangkat prestasi sepak bola nasional ke panggung dunia.

  • Momen Manis Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Kamsahamnida Coach!

    Momen Manis Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Kamsahamnida Coach!

    Ligapedianews.com Kabar pemecatan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia pada Awal Minggu (6/1/2025) mengguncang dunia sepak bola nasional. Namun, sebelum kita melangkah ke era baru, mari sejenak mengenang momen-momen manis yang ditorehkan pria dengan syarat Korea Selatan ini selama lebih tinggi dari empat tahun masa baktinya.

    Shin Tae-yong resmi menjabat sebagai instruktur Timnas Indonesia pada Desember 2019, menggantikan Simon McMenemy. Saat itu, Timnas Indonesia sedang berada di masa sulit, tertinggal terpencil dalam peringkat FIFA. Namun, harapan baru muncul dengan diperkenalkan pembimbing yang dimaksud pernah menyebabkan Korea Selatan ke Piala Global 2018 tersebut.

    Di sedang pandemi COVID-19, Shin memulai debutnya bersatu Timnas U-20 dengan laga persahabatan melawan Bulgaria pada September 2020. Dalam pertandingan itu, ia menanamkan pondasi pasukan yang mana kelak menjadi tulang punggung Garuda, termasuk nama-nama seperti Rizky Ridho juga Pratama Arhan.

    Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia senior melonjak dari peringkat 173 FIFA pada 2019 ke tempat 134. Lompatan 39 peringkat ini menjadi salah satu pencapaian terbesar Shin yang tersebut membuktikan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing dalam level internasional.

    Pada Piala AFF 2020, walau gagal meraih juara pasca kalah dari Thailand dalam final, Shin berhasil membentuk skuad muda yang dimaksud menjanjikan. Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, juga Asnawi Mangkualam menjadi nama-nama yang dimaksud mencuri perhatian, merancang optimisme untuk masa depan sepak bola Indonesia.

    Di kompetisi SEA Games 2021, Shin berhasil mempersembahkan medali perunggu, mengakhiri penantian panjang Indonesia pada meraih prestasi dalam pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.

    Shin Tae-yong mencatatkan sejarah dengan menyebabkan Timnas Indonesia lolos ke putaran 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya pada sejarah. Prestasi ini menegaskan bahwa Indonesia mampu berbicara berbagai di tempat pentas Asia, sesuatu yang digunakan dulu hanya saja menjadi angan-angan.

    Selain itu, ia menghadirkan Timnas U-23 lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024, bahkan menyingkirkan negara asalnya, Korea Selatan, pada fase perempat final. Indonesia juga cuma selangkah lagi dari tampil pada Olimpiade Paris 2024, pencapaian yang mana belum pernah diraih sebelumnya.

    Di bawah asuhan Shin, Timnas Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026. Salah satu momen tak terlupakan adalah kemenangan 2-0 melawan Arab Saudi dalam Stadion Gelora Bung Karno pada November 2024. Gol-gol dari Calvin Verdonk lalu Jay Idzes menunjukkan bahwa Garuda mampu menghadapi tim-tim kuat dunia.

    Meski perjalanan Shin Tae-yong sama-sama Timnas Indonesia harus berakhir, warisan yang mana ia tinggalkan akan setiap saat dikenang. Ia tiada semata-mata menghadirkan prestasi, tetapi juga merancang pondasi kokoh bagi generasi pemain masa depan.

    Di berada dalam kabar perpisahannya, satu hal yang dimaksud pasti: Shin Tae-yong telah terjadi memberikan warna baru di sejarah sepak bola Indonesia. Dari ranking FIFA hingga pentas Piala Asia, dari pasukan muda hingga kelompok senior, kehadirannya adalah anugerah yang mana tak ternilai bagi Garuda.

    Selamat jalan, Coach Shin. Jejakmu akan selalu menjadi inspirasi bagi sepak bola Indonesia. Terima kasih menghadapi segalanya. Kamsahamnida.