Blog

  • Hasil Iran vs Timnas Indonesia U-20: Sundulan Hesam Nafari Getarkan Gawang Skuad Garuda Muda!

    Hasil Iran vs Timnas Indonesia U-20: Sundulan Hesam Nafari Getarkan Gawang Skuad Garuda Muda!

    ligapedianews.com Timnas Indonesia untuk tertinggal 0-1 berhadapan dengan Iran pada laga pembuka penyisihan Grup C Piala Asia U-20 2025. Adalah Hesam Nafari Nogourani, yang menjadi pembeda pada fase pertama.

    Pertandingan Iran vs Timnas Indonesia U-20 berlangsung di tempat Stadion Shenzhen Youth Football Training Base Centre, Kamis (13/2/2025). Sejak peluit dibunyikan, Skuad Garuda Muda berada dalam bawah tekanan.

    Kadek Arel dkk terlihat kesulitan untuk mengantisipasi gempuran pemain Iran. Laga baru berjalan tiga menit, gawang Timnas Indonesia telah kebobolan.

    Berawal dari sepak pojok, Hesam Nafari Nogourani, yang digunakan lolos dari pengawalan pemain bertahan Indonesia berhasil menyambut umpan yang dimaksud dengan sundulan. Iran untuk sementara unggul 1-0.

    Sepanjang 45 menit pertama, permainan Timnas Indonesia terlihat kurang berkembang. Dony Tri dkk lebih lanjut banyak bermain di area garis pertahanan. Sehingga tak aneh hingga interval pertama, Skuad Garuda Muda tertinggal 0-1 dari Iran.

  • Timnas Indonesia Dibantai Iran 0-3: Awal yang tersebut Pahit dalam Piala Asia U-20 2025

    Timnas Indonesia Dibantai Iran 0-3: Awal yang tersebut Pahit dalam Piala Asia U-20 2025

    ligapedianews.com Timnas Indonesia U-20 mengawali perjalanan di dalam Piala Asia U-20 dengan hasil yang tersebut kurang memuaskan. Menghadapi Iran U-20 pada Stadion Shenzhen Youth Football Training Base Centre, Skuad Garuda Muda kalah dengan skor 0-3, Kamis (13/2/2025).

    Pada pertandingan pembuka ini, Timnas Indonesia U-20 menerapkan strategi 4-2-3-1. Indra Sjafri kelihatannya ingin menjaga keseimbangan antara pertahanan lalu serangan, juga fleksibilitas pada taktik.

    Namun fakta yang mana terjadi pada lapangan berbeda. Indonesia U-20 lebih lanjut banyak bermain di tempat bawah tekanan.

    Dari segi penguasaan bola, Iran unggul 57,5 persen berbanding 42,5 persen. Bahkan raksasa Asia ini mampu melegakan 15 tendangan kemudian tiga pada antaranya menggetarkan gawang Indonesia U-20.

    Keran gol Iran dibuka Hesam Nafari Nogourani usai memanfaatkan sepak pojok. Keunggulan satu gol tanpa balas bertahan hingga interval pertama usai.

    Di fase kedua, Iran memperbesar keunggulannya menjadi 2-0. Adalah Gholizadeh, yang digunakan sukses mencatatkan namanya pada papan skor setelahnya tendangan saltonya tak mampu diantisipasi kiper Indonesia U-20.

    Alih-alih ingin mengejar ketertinggalan. Namun justru Iran yang digunakan memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pasca sundulan Mobin Dehghan menerobos gawang Skuad Garuda.

    Di sisa waktu pertandingan, Indonesia U-20 mencoba untuk memperkecil kedudukan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan skor 3-0 untuk kemenangan Iran tak berubah.

  • Klasemen Grup C Piala Asia U-20 2025: Timnas Indonesia Kedudukan Buncit!

    Klasemen Grup C Piala Asia U-20 2025: Timnas Indonesia Kedudukan Buncit!

    ligapedianews.com Laga pembuka penyisihan Grup C Piala Asia U-20 2025 telah lama rampung digelar, Kamis (13/2/2025). Uzbekistan juga Iran, memetik kemenangan di tempat laga perdana ini.

    Uzbekistan meraih tiga poin setelahnya mengalahkan Yaman dengan skor satu-nol pada Stadion Shenzhen Youth Football Training Base Pitch No.1. Gol semata wayang itu dicetak Urinboev pada menit 26.

    Sementara di area pertandingan lain, Timnas Indonesia mengawali laga dengan hasil yang dimaksud kurang memuaskan. Berhadapan melawan Iran, Skuad Garuda Muda kalah dengan skor 0-3.

    Ketiga gol Iran masing-masing dicetak Hesam Nafari Nogourani (5′), Gholizadeh (63′), dan juga Mobin Dehghan (70′). Kemenangan besar ini menimbulkan Iran untuk sementara menempati tempat pertama.

    Iran unggul agresivitas gol dari Uzbekistan, yang mana sama-sama mencetak kemenangan di tempat laga pembuka Grup C. Sementara Yaman menempati urutan ketiga disusul Timnas Indonesia dalam peringkat keempat.

    Klasemen Sementara Grup C Piala Asia U-20 2025

    Klasemen Grup C Piala Asia U-20 2025: Timnas Indonesia Letak Buncit!
  • Atlet Paralimpiade Berbagi Kiat Maju Bareng Mowilex Indonesia

    Atlet Paralimpiade Berbagi Kiat Maju Bareng Mowilex Indonesia

    ligapedianews.com Peraih medali emas Paralimpiade , Annabelle Williams, membuka acara “Let Your True Colours Shine: Leadership Series” yang dilakukan pada Jakarta. Dalam acara yang diinisiasi PT Mowilex Indonesia, Annabelle berbagi kisah inspiratif pada pembukaan bertajuk “Empowering a Growth Mindset Through Grit and Determination.”

    Acara ini mengangkat tema ketangguhan (grit) serta kreativitas untuk menggalakkan semua generasi mengamati tantangan sebagai potensi untuk berkembang. Mowilex ingin menunjukkan bahwa keberhasilan tak terjadi begitu saja, tetapi lahir dari keberanian menghadapi rintangan dan juga keyakinan untuk terus maju.

    Semangat serta nilai-nilai ini telah dilakukan menjadi bagian dari perjalanan Mowilex sejak didirikan oleh Maria Agustinus Agus Sasmito pada 1970. Organisasi ini berupaya menciptakan cat berkualitas tinggi pada berada dalam berbagai tantangan zaman. Hingga kini, Mowilex terus menjaga kualitas juga berjuang tetap memperlihatkan menjadi yang dimaksud terdepan di dalam industri.

    Atlet Paralimpiade Berbagi Kiat Maju Bareng Mowilex Indonesia

    Melalui kampanye “Let Your True Colours Shine,” Mowilex ingin menginspirasi lalu merayakan keberagaman warna juga kreativitas sebagai bahasa universal yang mana dapat menggerakkan individu mencapai prospek terbaiknya. Inisiatif ini meminta semua generasi untuk berani menjadi autentik serta menghadapi tantangan dengan percaya diri.

    Setelah pembukaan Annabelle Williams, acara dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Grit – Unlocking Your Potential and Let Your True Colours Shine,” yang mana dipandu oleh jurnalis senior Desi Anwar. Diskusi ini menghadirkan Annabelle Williams, direktur utama PT Mowilex Indonesia Niko Safavi, juga content creator Andovi da Lopez. Mereka berbagi perspektif tentang bagaimana ketangguhan (grit) menjadi kunci utama di menghadapi berbagai tantangan hidup.

    Pembahasan ini sejalan dengan nilai yang mana selalu digaungkan oleh Mowilex, yaitu ketekunan serta kreativitas sebagai kekuatan untuk terus berkembang.

    “Kami percaya bahwa warna tidak hanya sekali sekadar elemen visual, tetapi juga cara untuk mengekspresikan identitas, memulai pembangunan koneksi, serta menginspirasi setiap peluang individu,” ujar Niko Safavi, direktur utama PT Mowilex Indonesia.

    “Melalui leadership series kali ini, kami ingin menunjukkan bahwa ketangguhan, kerja keras, serta kreativitas adalah fondasi dari semua pencapaian. Salah satunya adalah sebagai perusahaan manufaktur pertama yang mana memperoleh sertifikat karbon netral selama enam tahun berturut-turut dalam Indonesia juga memunculkan produk-produk inovatif seperti Naturalle juga Recycled Paint. Kami terus-menerus menunjukkan komitmen untuk menjadi perusahaan cat inovatif di dalam Indonesia yang digunakan miliki tanggung jawab untuk lingkungan juga konsumen,” lanjut Niko.

    Untuk menambah makna di acara ini, ada penampilan spesial dari Rawinala, komunitas yang tersebut mengupayakan anak-anak dengan tunaganda netra. Penampilan ini mengingatkan akan keindahan di keberagaman. Audien juga dapat memberikan donasi secara langsung terhadap Rawinala, organisasi yang mana telah lama didukung Mowilex sejak 2019.

    “Let Your True Colours Shine” bukanlah sekadar slogan, melainkan ajakan untuk berani mengejar mimpi juga mengekspresikan diri secara autentik. Setiap warna yang mana dipilih serta setiap langkah yang diambil adalah bagian dari perjalanan untuk menciptakan dunia yang tambahan bermakna, berwarna, serta berarti.

  • Timnas Indonesia U-20 Disikat Iran 0-3, Indra Sjafri Evaluasi Tim Sebelum Hadapi Uzbekistan

    Timnas Indonesia U-20 Disikat Iran 0-3, Indra Sjafri Evaluasi Tim Sebelum Hadapi Uzbekistan

    ligapedianews.com SHENZHEN – Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri menegaskan timnya akan melakukan evaluasi. Pasalnya, dia baru semata kalah dari Iran U-20 dengan skor 0-3 di fase Grup C Piala Asia U-20 dalam Shenzhen Youth Football Training Base Center Stadium, Shenzhen, China, Kamis (13/2/2025).

    Indra Sjafri menyatakan hasil itu tiada sesuai harapan Skuad Garuda Nusantara -julukan Timnas Indonesia U-20. Dia pun akan memperbaiki timnya agar tiada hilang poin pada laga-laga selanjutnya.

    “Yang pertama kita akan evaluasi regu terlebih dahulu,” kata Indra Sjafri usai laga.

    Timnas Indonesia U-20 selanjutnya akan melawan Uzbekistan di fase Grup C. Laga itu akan berlangsung di tempat Shenzhen Youth Football Training Base Center Stadium, Shenzhen, China, Akhir Pekan (16/2/2025).

    Pelatih jika Sumatera Barat itu pasca timnya dirasa telah lebih banyak baik, beliau baru akan menyiapkan skema untuk melawan Uzbekistan. Tentunya beliau akan mencoba agar Timnas Indonesia U-20 meraih kemenangan perdana pada Piala Asia U-20.

    “Setelah itu kita akan mempersiapkan kelompok untuk bermain melawan Uzbekistan,” katanya.

    Saat ini Timnas Indonesia U-20 berada di dalam sikap keempat fase Grup C dengan nol poin. Sementara itu, Iran U-20 menempati tempat puncak dengan tiga poin.

    Dony Tri Pamungkas kemudian kolega dibebani target lolos ke semifinal Piala Asia U-20. Hal itu agar membuka jalan mereka itu tampil di Piala Global U-20.

  • Timnas Indonesia U-20 Bedah Kekuatan Uzbekistan demi Laga Krusial pada Piala Asia U-20 2025

    Timnas Indonesia U-20 Bedah Kekuatan Uzbekistan demi Laga Krusial pada Piala Asia U-20 2025

    ligapedianews.com SHENZHEN – Pelatih Timnas Indonesia U-20 , Indra Sjafri, menyatakan timnya akan menganalisis kekuatan Uzbekistan U-20 sebelum bentrok pada lanjutan Grup C Piala Asia U-20. Duel ini akan berlangsung di area Shenzhen Youth Football Training Base Center Stadium, Shenzhen, China, pada Akhir Pekan (16/2/2025).

    Garuda Nusantara—julukan Timnas Indonesia U-20—baru hanya menelan kekalahan 0-3 dari Iran pada Kamis (13/2/2025). Sementara itu, Uzbekistan U-20 mengamankan kemenangan tipis satu gol tanpa balas berhadapan dengan Yaman.

    Indra Sjafri mengaku tidaklah asing dengan gaya permainan Uzbekistan, mengingat di dua tahun terakhir Timnas Indonesia sudah pernah menghadapi dia pada turnamen berbeda, termasuk Asian Games 2023 lalu uji coba di tempat DKI Jakarta pada 2024.

    “Iya, di tempat Asian Games saya juga pernah bertemu merek (Uzbekistan). Terus juga sudah ada pernah uji coba satu kali di area Jakarta,” kata Indra Sjafri usai laga melawan Iran.

    Pelatih dengan syarat Sumatera Barat itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah ada menyaksikan pertandingan Uzbekistan melawan Yaman. Analisis mendalam akan dijalankan untuk menemukan celah pada permainan Uzbekistan agar Timnas Indonesia dapat tampil tambahan baik.

    “Nanti kita lihat akibat kita baru mengawasi pertandingan merek melawan Yaman tadi. Kita coba menganalisis terlebih dahulu,” ujarnya.

    Saat ini, Timnas Indonesia U-20 berada dalam sikap keempat klasemen sementara Grup C tanpa poin. Sebaliknya, Uzbekistan menempati peringkat kedua dengan tiga poin.

    Timnas Indonesia U-20 ditargetkan lolos ke semifinal Piala Asia U-20 agar dapat mengamankan tiket ke Piala Bumi U-20. Laga melawan Uzbekistan menjadi kunci bagi pasukan Indra Sjafri untuk menjaga asa melaju ke fase gugur.

  • Profil Dony Tri Pamungkas, Kapten Timnas Indonesia U-20 Andalan Persija Putra Asli Boyolali

    Profil Dony Tri Pamungkas, Kapten Timnas Indonesia U-20 Andalan Persija Putra Asli Boyolali

    ligapedianews.com Timnas Indonesia U-20 memulai perjalanan dalam Piala Asia U-20 2025 dengan hasil kurang memuaskan setelahnya dikalahkan Iran 0-3 di laga pembuka Grup C. Kekalahan ini menempatkan Garuda Nusantara di dalam kedudukan terbawah klasemen sementara, tetapi kapten tim, Dony Tri Pamungkas, tetap memperlihatkan optimistis juga meminta-minta rekan-rekannya untuk segera bangkit jelang laga krusial melawan Uzbekistan pada 16 Februari 2025.

    “Kita harus segera lupakan kekalahan ini kemudian bangkit untuk laga selanjutnya melawan Uzbekistan. Kita yakin kesempatan itu masih ada serta harus optimistis,” ujar Dony, dikutipkan dari laman resmi PSSI.

    Sebagai pemain yang dipercaya mengenakan ban kapten, Dony tak hanya saja bertanggung jawab pada permainan pada lapangan, tetapi juga pada memulai pembangunan mental tim. Ia menyadari bahwa target Timnas Indonesia U-20 adalah mencapai semifinal agar mampu membuka jalan menuju Piala Planet U-20 2025, kemudian hal itu masih mampu diperjuangkan.

    Dony Tri Pamungkas lahir di area Boyolali, Jawa Tengah, pada 11 Januari 2005. Ia berkembang di lingkungan sepak bola, dengan kakaknya, Joko Sasongko, yang lebih tinggi dulu berkarier sebagai pesepak bola profesional. Minat lalu bakatnya di sepak bola mulai tumbuh sejak kecil pada waktu ia bergabung dengan SSB Bina Taruna, tempat di dalam mana ia mengasah keterampilannya sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk bergabung dengan Persija Jakarta.

    Pada Oktober 2020, Dony mengikuti seleksi pasukan EPA Persija U-16 serta berhasil lolos. Ia menunjukkan performa impresif di tempat akademi hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk berlatih sama-sama kelompok senior. Momen bersejarah pada kariernya terjadi pada 28 September 2021, ketika ia menjalani debut pada Kompetisi 1 sama-sama Persija di laga melawan Persita Tangerang. Saat itu, Dony baru berusia 16 tahun, 8 bulan, lalu 17 hari, menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah tampil di area Kompetisi 1 sejak kompetisi yang dimaksud bergulir pada 2017.

    Di level pasukan nasional, Dony telah lama membuktikan kapasitasnya sebagai pemain berbakat dengan meraih penghargaan Pemain Terbaik di dalam Piala AFF U-19 2024. Gelar ini semakin mempertegas potensinya sebagai bintang masa depan Indonesia.

    Kini, di tempat Piala Asia U-20 2025, Dony bukan semata-mata menjadi andalan pada lini serang, tetapi juga pemimpin bagi rekan-rekannya dalam lapangan. Meskipun Indonesia harus mengawali kompetisi dengan hasil buruk, Dony tetap memperlihatkan berjuang menjaga semangat kelompok agar tetap saja berjuang untuk lolos dari fase grup.

    Sebagai pemain sayap kiri dengan kaki dominan kiri, Dony dikenal miliki kecepatan, kelincahan, juga kontrol bola yang dimaksud baik. Kelenturannya pada bergerak, kemampuan dribel, dan juga visi bermain yang tersebut tajam menjadikannya ancaman bagi pertahanan lawan.

    Saat ini, Dony masih terikat kontrak dengan Persija DKI Jakarta hingga 2025. Dengan usia yang masih muda juga pengalaman yang digunakan terus bertambah, ia berpeluang menjadi pemain kunci di tempat Persija dan juga Timnas Indonesia dalam masa depan.

    Sebagai putra asli Boyolali, Dony sudah pernah membuktikan bahwa kerja keras lalu dedikasi bisa saja menyebabkan orang anak wilayah bersinar dalam panggung sepak bola nasional lalu internasional. Kini, tugasnya adalah menyebabkan Garuda Muda terbang tambahan tinggi di dalam Piala Asia U-20 2025 kemudian berjuang untuk mewujudkan mimpi tampil di tempat Piala Bumi U-20.

  • Kejutan! Oleksandr Usyk Pilih Lawan Alex Pereira Sebelum Pensiun

    Kejutan! Oleksandr Usyk Pilih Lawan Alex Pereira Sebelum Pensiun

    ligapedianews.com Oleksandr Usyk , juara dunia kelas berat tak terbantahkan, berencana mengatur dua pertarungan lagi sebelum resmi gantung sarung tinju. Setelah memiliki target Daniel Dubois atau Joseph Parker sebagai lawan berikutnya, petinju jika tanah Ukraina itu mengejutkan umum dengan mengumumkan nama juara UFC, Alex Pereira, sebagai calon lawan terakhirnya.

    Usyk, yang mengalahkan Tyson Fury dua kali pada 2024 untuk mempertahankan sabuk juara dunia, mengungkapkan rencana pensiunnya di wawancara dengan Sky Sports pada Rabu (12/2/2025). Ia menjamin cuma memiliki dua laga tersisa sebelum meninggalkan dunia tinju.

    “Saya akan bertarung melawan siapa pun yang menang antara Joseph Parker juga Daniel Dubois. Saya merasa masih punya waktu satu setengah atau dua tahun lagi. Tapi semata-mata dua pertarungan,” kata Usyk.

    Namun, pernyataan lebih banyak mengejutkan datang sehari setelahnya. Dalam wawancara dengan TNT Sports, Usyk menyampaikan nama Alex Pereira, juara UFC jika Brasil, sebagai lawan potensial pada pertarungan terakhirnya.

    “Setelah Dubois atau Parker, kemungkinan besar pertarungan eksibisi dengan Alex Pereira. Kenapa tidak? Alex menginginkannya,” ujar Usyk.

    Alex Pereira tidak nama sembarangan dalam dunia pertarungan. Mantan juara kickboxing ini menapaki karier luar biasa dalam UFC, merebut sabuk juara kelas menengah pada 2022 sebelum naik ke kelas berat ringan juga kembali menjadi juara.

    Petarung berusia 37 tahun itu mempunyai rekor mengesankan dengan enam kemenangan menghadapi lima mantan juara UFC, termasuk lima kemenangan KO. Satu-satunya kekalahannya dalam UFC terjadi pada waktu negara Israel Adesanya membalas kekalahan sebelumnya pada 2023.

    Jika duel ini terwujud, Usyk akan mengikuti jejak Tyson Fury serta Anthony Joshua yang dimaksud pernah dikaitkan dengan pertarungan melawan bintang UFC. Namun, mengingat gaya bertarung Pereira yang mana berpengalaman pada kickboxing, tantangan bagi Usyk dapat lebih lanjut besar dari sekadar eksibisi biasa.

    Sebagai salah satu petinju terbaik dalam era modern, Usyk telah lama menorehkan sejarah panjang. Ia meraih medali emas Olimpiade London 2012, menjadi juara dunia tak terbantahkan dalam kelas cruiserweight, dan juga saat ini memegang sabuk juara kelas berat setelahnya menaklukkan lawan-lawan tangguh seperti Anthony Joshua, Tyson Fury, juga Daniel Dubois.

    Dengan sisa dua pertarungan sebelum pensiun, dunia tinju menantikan apakah Usyk akan melakukan penutupan kariernya dengan duel klasik melawan Dubois atau Parker, atau justru menghadirkan kejutan dengan melawan seseorang bintang UFC.

    Satu hal yang tersebut pasti, perjalanan terakhir Usyk dalam dunia tinju akan menjadi fase yang tersebut tak boleh dilewatkan.

  • Tyson Fury Batal Pensiun, Tergiur Duel Rp1,9 Billion Lawan Anthony Joshua?

    Tyson Fury Batal Pensiun, Tergiur Duel Rp1,9 Billion Lawan Anthony Joshua?

    ligapedianews.com Tyson Fury kembali menjadi sorotan pasca mantan juara dunia tinju kelas super menengah, Carl Froch, mengatakan bahwa “The Gypsy King” bisa saja belaka membatalkan keputusannya pensiun apabila mendapat tawaran besar untuk bertarung melawan Anthony Joshua.

    Fury mengumumkan pensiun dari dunia tinju pada Januari lalu, semata-mata beberapa pekan setelahnya mengalami kekalahan kedua dari Oleksandr Usyk. Petinju dengan syarat Manchester itu kalah pada laga ulang yang digunakan dilakukan pada Desember, pasca sebelumnya juga tertunduk pada duel perebutan penghargaan juara dunia tak terbantahkan pada Mei.

    Keputusan pensiun ini awalnya mengubur harapan duel megah Fury vs Joshua yang digunakan selama ini dinanti publik. Namun, Froch percaya bahwa Fury bisa jadi semata tergoda untuk kembali ke ring apabila ditawari bayaran fantastis sebesar 100 jt poundsterling (sekitar Rp1,9 triliun, dengan kurs 1 poundsterling = Rp19.000) untuk menghadapi Joshua.

    Menurut Froch, salah satu faktor yang mana bisa saja memacu Fury untuk comeback adalah rasa frustrasi akibat dua kekalahan dari Usyk.

    “Saya berbicara dengan seseorang pada timnya, kemudian ia benar-benar kecewa juga marah dengan kekalahan di dalam laga ulang. Namun, itu adalah kekalahan yang dimaksud adil,” ujar Froch untuk Action Network.

    Froch menambahkan bahwa meskipun pertarungan kedua Fury vs Usyk berlangsung ketat, laga yang disebutkan tidak ada seatraktif duel pertama mereka.

    “Saya rasa Fury masih punya sedikit tenaga tersisa kemudian seharusnya sanggup berjuang tambahan keras. Dia punya keunggulan ukuran kemudian berat, tetapi tiada cukup agresif. Mungkin ia merasa kecewa pada dirinya sendiri, juga itu bisa saja membuatnya kembali naik ring,” tambahnya.

    Pertarungan antara Tyson Fury dan juga Anthony Joshua sudah ada lama dinantikan, khususnya ketika keduanya masih berada di area puncak karier. Namun, Froch menilai laga ini tak lagi mempunyai daya tarik sebesar dulu lantaran kedua petinju sudah ada menyeberangi masa keemasan mereka.

    “Joshua sudah ada beberapa kali kalah kemudian tak lagi di tempat puncak performa. Sementara itu, Fury pada masa kini berusia 36 tahun, kelebihan berat badan, lalu kesulitan menjaga kebugaran. Tidak ada lagi penghargaan juara yang dimaksud dipertaruhkan, belaka gengsi semata,” jelas Froch.

    Meski demikian, Froch mengakui bahwa duel ini tetap saja menjadi tontonan besar bagi masyarakat Inggris. Jika tawaran 100 jt poundsterling benar-benar datang, kemungkinan besar Fury bukan akan menolaknya.

    “Saya pribadi tidak ada terlalu bersemangat, tetapi saya mengerti bahwa ini adalah pertarungan besar untuk Inggris. Jika Fury ditawari 100 jt poundsterling, saya rasa ia akan mengambilnya,” pungkas Froch.

    Kini, langkah ada pada tangan Fury. Apakah beliau akan benar-benar meninggalkan dunia tinju, atau justru kembali untuk pertarungan terakhir melawan Joshua demi bayaran fantastis?

  • Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Industri Media Korea: Meriam Kembar

    Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Industri Media Korea: Meriam Kembar

    ligapedianews.com Megawati Hangestri kembali mencuri perhatian dalam Kompetisi Voli Korea Selatan setelahnya tampil gemilang sama-sama Red Sparks. Industri Media Korea, Sports Chosun, bahkan memberikan julukan baru bagi Megawati kemudian tandemnya, Vanja Bukilic, sebagai “Twin Cannon” (Meriam Kembar) dikarenakan ketajaman serangan mereka di tempat lapangan.

    Julukan ini muncul pasca Red Sparks sukses mengalahkan IBK Altos dengan skor telak 3-0 (25-20, 25-17, 25-22) pada laga yang berlangsung di tempat Gymnasium Chungmu, Daejeon, Rabu (12/2/2025).

    Megawati kemudian Bukilic tampil dominan di laga tersebut. Bukilic menjadi pencetak poin terbanyak dengan 23 angka, sementara Megawati menyumbangkan 16 poin, termasuk beberapa serangan penting di area set ketiga yang dimaksud mengunci kemenangan Red Sparks.

    Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Massa Korea: Meriam Kembar

    Berkat hasil ini, Red Sparks naik ke peringkat kedua klasemen sementara V-League 2024/2025, bahkan menggeser juara bertahan Suwon Hyundai E&C Hillstate.

    Tak hanya sekali itu, Megawati kemudian Bukilic pada masa kini berada di area empat besar daftar pencetak poin terbanyak di dalam liga. Megawati menempati kedudukan ketiga dengan 656 poin, sementara Bukilic berada di dalam peringkat keempat dengan 598 poin, melintasi perolehan Moma Bassoko.

    Media Korea menilai bahwa duet Megawati juga Bukilic mempunyai daya ledak tinggi yang mana menimbulkan lawan kesulitan menahan gempuran mereka.

    “Kekuatan Bukilic kemudian Mega seperti ‘Twin Cannon’ yang mana terlalu kuat untuk kelompok lawan,” tulis Sports Chosun.

    Baca Juga: Megawati Hangestri, Pemain Voli Putri Terbaik Planet 2025

    Julukan ini secara langsung mendapat sambutan positif dari para penggemar voli Korea yang mana mengakui kehebatan keduanya. Namun, Megawati kemudian Bukilic diharapkan tetap saja fokus lalu tiada terlena dengan pujian agar terus tampil maksimal hingga akhir musim.

    Red Sparks pada masa kini semakin percaya diri pada perburuan peringkat juara. Dengan performa impresif Megawati dan juga Bukilic, mampukah mereka itu mempertahankan peluang hingga akhir musim?