Blog

  • Kisah Arthur Biyarslanov: Pengungsi Korban Perang Chechnya, Calon Perusak Kelas Ringan Super

    Kisah Arthur Biyarslanov: Pengungsi Korban Perang Chechnya, Calon Perusak Kelas Ringan Super

    ligapedianews.com Arthur Biyarslanov baru berusia empat tahun ketika pertempuran terjadi. Pada Agustus 1999, pemberontak Chechnya menyerbu negara tetangga Dagestan, tempat Biyarslanov dan juga keluarganya tinggal, dengan tujuan mendirikan republik Islam yang dimaksud merdeka.

    Bulan berikutnya, rangkaian pengeboman apartemen di dalam Wilayah Moskow menewaskan lebih tinggi dari 300 orang dan juga melukai lebih lanjut dari 1.000 orang. Presiden Rusia Vladimir Pemimpin Rusia menyalahkan pemberontak Chechnya berhadapan dengan serangan yang disebutkan serta menggunakannya sebagai dalih untuk menghendaki wilayah Chechnya, beberapa tahun setelahnya pasukan Rusia dipaksa mundur dari wilayah yang disebutkan setelahnya perjanjian gencatan senjata yang mana mengakhiri konflik sebelumnya.

    Tak ingin terjebak di kekerasan, keluarga Biyarslanov menyeberangi perbatasan menuju negara tetangga, Azerbaijan.

    “Anda tahu, ketika Anda masih muda, Anda tak mempunyai berbagai kenangan,” kata penantang kelas ringan suler Arthur Biyarslanov, yang digunakan memiliki nama lahir Movladdin, terhadap BoxingScene minggu ini.

    “Saya memiliki beberapa kenangan pada waktu bermain sama-sama keluarga lalu teman-teman, namun satu kenangan terbesar yang mana saya miliki adalah pada waktu kami melintasi perbatasan, pada waktu pertempuran dimulai, belaka ada tembakan lalu pengeboman, lalu para tentara yang tersebut melempar saya, menggendong saya, melarikan diri ke zona aman dengan saya,”kata Biyarslanov mengisahkan kembali kenangan pahit pada waktu perang.

    Enam tahun kemudian, keluarganya pindah lagi – kali ini ke Toronto, Kanada. Biyarslanov mengakui bahwa hal itu merupakan kejutan budaya yang digunakan besar. “Sejujurnya, saya tak tahu di tempat mana tempat ini,” kenangnya.

    “Begitu jarak jauh di tempat Barat. Saya datang ke sini, saya tidaklah tahu bahasa Inggris, saya tak punya teman. Rasanya seperti sebuah keberadaan baru, fase baru, serta kemungkinan besar merupakan bagian tersulit pada hidup saya, akibat saya baru cuma berusia 10 tahun ketika tiba di area sini,”tuturnya.

    Dan lantaran anak-anak pada mana pun hampir secara universal akan mengejek siapa pun yang digunakan sedikit berbeda, anak baru dengan aksen Rusia ini tak terelakkan menjadi sasaran ejekan, walau Biyarslanov – yang baru-baru ini menghadirkan rekornya menjadi 18-0 (15 KO) melalui kemenangan KO pada ronde kedua berhadapan dengan atlet veteran Mohamed Minoune – tidak ada dapat meyakinkan apakah itu adalah hal yang tersebut lebih banyak mendasar yang digunakan membuatnya mengambil tinju.

    “Anda memiliki anak-anak yang jelas-jelas mencoba mengganggu Anda. Anda bukan tahu bahasanya. Tetapi saya setiap saat mempunyai mentalitas yang berbeda. Saya tak terlalu banyak dipukuli,” kenangnya.

    “Saya pikir kemungkinan besar itu sudah ada ada di darah saya. Kami miliki latar belakang suka melawan, Anda tahu. Dan saya dan juga saudara laki-laki saya, kami terus-menerus bergulat ketika kami masih kecil, dan juga belaka bermain-main di tempat rumah. Jadi saya kira saya tahu beberapa dasar-dasarnya.”

  • Megawati Hangestri Keren! Tembus 3 Besar Top Angka Korea V-League

    Megawati Hangestri Keren! Tembus 3 Besar Top Angka Korea V-League

    ligapedianews.com Megawati Hangestri kembali menunjukkan performa impresif pada Kompetisi Voli Korea Selatan (V-League) musim 2024/2025. Hingga hari ini, opposite andalan Red Sparks ini tetap saja bertahan di area tempat ketiga daftar pencetak poin terbanyak dengan koleksi 640 angka.

    Megawati sudah pernah mencetak 569 poin dari serangan (attack), 52 poin dari blok (block), lalu 19 poin melalui servis ace. Statistik ini menunjukkan betapa besar kontribusinya bagi Red Sparks, meskipun timnya baru memainkan 26 pertandingan. Menariknya, Megawati sendiri baru tampil pada 25 laga akibat sempat absen pada ronde kedua pada waktu menghadapi Pink Spiders akibat cedera.

    Dengan total 104 set yang mana telah terjadi dimainkan, Megawati miliki rata-rata mencetak 6,2 poin per set juga 25,6 poin per pertandingan. Performa ini membuatnya masih unggul berhadapan dengan pesaing terdekatnya, Laetitia Moma Bassoko dari Hillstate, yang mana berada di tempat peringkat keempat dengan 596 poin. Pemain jika Kamerun yang dimaksud telah lama bermain 27 kali kemudian mencatatkan rata-rata 22,1 poin per laga dan juga 5,8 poin per set, yang dimaksud masih berada dalam bawah catatan Megawati.

    Di sikap puncak daftar top skor, Gyselle Silva dari GS Caltex masih mendominasi dengan 733 poin. Pemain jika Kuba itu mencatatkan 31,9 poin per pertandingan serta menjadi tulang punggung timnya, yang ketika ini berada di tempat dasar klasemen liga. Sementara itu, sikap kedua ditempati Viktoriia Danchak dari IBK Altos dengan 697 poin.

    Satu lagi pemain Red Sparks yang dimaksud masuk di lima besar adalah Vanja Bukilić. Rekan setim Megawati ini menempati peringkat kelima dengan torehan 575 poin. Dominasi Red Sparks di daftar pencetak poin terbanyak ini menjadi bukti kekuatan regu yang digunakan sekarang ini sedang berjuang di tempat papan berhadapan dengan klasemen.

    Megawati perlu terus menjaga konsistensi permainannya, mengingat persaingan masih sangat ketat di dalam sisa musim ini. Dengan performa yang mana semakin matang, tidak tidaklah mungkin saja ia dapat mendekati atau bahkan melampaui catatan milik Danchak di dalam tempat kedua. Red Sparks pun berharap Megawati dapat terus menjadi andalan di mengejar gelar kejuaraan juara di area musim ini.

    Top Hasil Sementara Korea V-League

    1. Gyselle Silva (GS Caltex): 733 poin

    2. Viktoriia Danchak (IBK Altos): 697 poin

    3. Megawati Hangestri (Red Sparks): 640 poin

    4. Laetitia Moma Bassoko (Hillstate): 596 poin

    5. Vanja Bukilić (Red Sparks): 575 poin

  • Susunan Pemain Indonesia vs Taiwan pada Perempat Final BAMTC 2025: Siti Fadia Turun 2 Nomor

    Susunan Pemain Indonesia vs Taiwan pada Perempat Final BAMTC 2025: Siti Fadia Turun 2 Nomor

    ligapedianews.com QINGDAO – Tim bulu tangkis Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan di dalam perempatfinal Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Laga yang dimaksud akan berlangsung dalam Qingdao Conson Sports Center, Qingdao, China pada hari terakhir pekan (14/2/2025) sore WIB.

    Susunan pemain kedua pasukan sudah ada bisa jadi diketahui mendekati pertandingan itu. Baik Indonesia maupun Taiwan menurunkan susunan pemain terbaiknya demi tiket semifinal BAMTC 2025.

    Duel kedua kelompok akan dibuka oleh konferensi dua ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia) versus Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang akan menjadi laga pembuka.

    Kemudian pasca itu, ada duel tunggal putra yang mana mempertemukan Alwi Farhan (Indonesia) versus Lee Chia Hao (Taiwan). Duel ini akan menarik sebab kedua tunggal putra telah pernah bertemu di empat laga sebelumnya.

    Dalam empat konferensi itu, Lee unggul dengan tiga kemenangan menghadapi Alwi Farhan. Selepas pertandingan tunggal putra, tunggal putri dari masing-masing negara akan saling berhadapan.

    Putri Kusuma Wardani (Indonesia) akan bersua dengan Sung Shuo Yun (Taiwan). Sebelum melangkah ke laga keempat, perlu diketahui bahwa pertandingan ini akan menjadi best of three atau siapa yang mana mendapatkan tiga poin lebih besar dulu dipastikan mengundurkan diri dari sebagai pemenang.

    Kemudian untuk laga keempat, ada pertandingan ganda putra antara Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin (Indonesia) versus Liu Kuang Heng/Wang Chi-Lin (Taiwan).

    Lalu jikalau laga berlanjut ke pertandingan kelima, ada bentrokan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia) versus Hung En-Tzu/Teng Chun Hsun (Taiwan). Artinya, Siti Fadia akan tampil di dalam dua nomor membela Merah Putih.

    Diharapkan, kelompok bulu tangkis Indonesia sanggup meraih hasil terbaik di area putaran perempatfinal BAMTC 2025.

  • Perbandingan Statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson, 2 Petinju Beda Generasi yang dimaksud Menggemparkan

    Perbandingan Statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson, 2 Petinju Beda Generasi yang dimaksud Menggemparkan

    ligapedianews.com Perbandingan statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson akan dibahas di area artikel ini. Meski berbeda generasi, keduanya sama-sama dikenal sebagai petinju kelas berat hebat di dalam eranya masing-masing.

    Kendati Oleksandr Usyk kemudian Mike Tyson tidaklah pernah bertarung, keduanya banyak menjadi perhatian penggemar tinju dunia. Dalam beberapa forum diskusi tinju, sebagian mendambakan adanya pertarungan fantasi lintas generasi di dalam antaranya keduanya.

    Terlepas dari itu, baik Usyk maupun Mike mempunyai perjalanan kariernya sendiri di area eranya masing-masing. Berikut sedikit perbandingan statistik pada antaranya keduanya yang dimaksud bisa jadi diketahui.

    Perbandingan Statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson

    1. Oleksandr Usyk

    Oleksandr Usyk merupakan orang petinju berkebangsaan Ukraina. Dia debut di tempat ring profesional pada 11 September 2013, tepatnya ketika mengalahkan Felipe Romero.

    Seiring waktu, Usyk terus merancang reputasinya sebagai petinju hebat. Saat ini, petinju berjuluk The Cat yang dimaksud telah mengantongi rekor rekor 23-0 alias bukan terkalahkan.

    Dari 23 pertarungan itu, Usyk mengungguli 14 dalam antaranya melalui KO. Dua kemenangan terbarunya didapat melawan Tyson Fury, masing-masing pada Mei 2024 lalu Desember 2024.

    Melihat sepak terjangnya, Usyk pertama kali menjadi juara dunia dalam usia 29 tahun, yakni pada 17 September 2016. Waktu itu, beliau mengalahkan Krzysztof Głowacki untuk berkompetisi merebut peringkat kelas penjelajah WBO.

    Salah satu pertarungan besarnya terjadi ketika melawan Anthony Joshua pada 25 September 2021. Di sini, Usyk menang lalu merebut peringkat kelas berat WBA (Super), IBF, WBO, kemudian IBO untuk pertama kalinya.

    Pada Agustus 2022, Usyk kembali mengalahkan Joshua di pertarungan ulangnya. Selain mempertahankan gelar, kemenangan ini memproduksi The Cat menambah torehan gelar kejuaraan kelas berat The Ring yang dimaksud sempat kosong.

    Berbagai rekor yang mana dicatat Usyk semakin memperkokoh statusnya sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik dalam era sekarang. Namun, baru-baru ini ia mengungkap rencana pensiun dan juga semata-mata akan bertarung sekitar dua kali lagi.

    2. Mike Tyson

    Beralih ke Mike Tyson, ia adalah manusia legenda tinju dunia. Sebelum pensiun, beliau dikenal sebagai petinju hebat dengan berbagai torehan gelar kejuaraan serta rekor mengesankan.

    Tyson mulai bertinju profesional pada 1985. Waktu itu, ia menghentikan Hector Merced di dalam ronde pertama.

    Sebelum menimbulkan comeback kontroversial melawan Jake Paul pada November 2024, Tyson sebenarnya sudah ada memutuskan pensiun pada 2005. Selama 20 tahun berkarier sebagai petinju kelas berat, Iron Mike sudah ada mengakumulasi rekor 50 kemenangan (44 KO) juga enam kekalahan.

    Salah satu pertandingan terbaik Tyson terjadi ketika melawan Michael Spinks untuk bersaing untuk mahkota kelas berat yang dimaksud tak terbantahkan. Pada Juni 1988, ia menumbangkan Spinks dan juga membuatnya tidaklah pernah bertinju lagi pasca itu.

    Itulah sedikit perbandingan statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson.

  • Waduh! Megawati Hangestri Terbentur Regulasi, Bagaimana Nasib sang Megatron di tempat Kompetisi Voli Korea?

    Waduh! Megawati Hangestri Terbentur Regulasi, Bagaimana Nasib sang Megatron di tempat Kompetisi Voli Korea?

    ligapedianews.com Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuri perhatian di area Kejuaraan Voli Korea (V-League) berkat penampilan impresifnya dengan Red Sparks. Pemain yang digunakan dijuluki “Megatron” ini bahkan dianggap sebagai salah satu rekrutan kuota Asia terbaik musim ini. Namun, masa depannya di tempat Korea Selatan belum sepenuhnya jelas akibat regulasi KOVO (Korean Volleyball Federation) yang bisa saja memaksanya hengkang dari Red Sparks pada musim depan.

    Menurut aturan KOVO, pemain asing jika Asia tidaklah diperbolehkan membela klub yang digunakan mirip selama lebih besar dari tiga musim berturut-turut. Aturan ini mampu menjadi penghalang bagi Megawati jikalau Red Sparks ingin mempertahankannya lebih lanjut lama. Artinya, jikalau KOVO tak mengubah regulasi, Megawati harus mencari klub baru apabila ingin tetap saja bermain di tempat Korea Selatan atau menerima tantangan pada liga lain.

    Kebijakan ini menuai reaksi dari para penggemar voli di tempat Korea, khususnya pendukung Red Sparks. Banyak yang mana menilai aturan yang dimaksud merugikan klub, mengingat Megawati sudah menjadi salah satu pilar penting pada performa Red Sparks musim ini. Kehadirannya membantu kelompok meraih rangkaian kemenangan, membuatnya semakin dihargai oleh para penggemar.

    Megawati tak hanya saja menarik perhatian di area Korea, tetapi juga dalam Eropa. Beberapa klub voli Eropa mulai memantau perkembangannya, melihatnya sebagai prospek besar untuk direkrut. Menurut laporan dari @kei.network, salah satu klub voli putri dengan syarat Prancis telah terjadi mengirim perwakilannya ke Korea Selatan pada Januari lalu untuk mengamati secara langsung permainan Megawati. Bahkan, ahli klub Prancis, Alessandro Orifice, disebut-sebut hadir dengan segera untuk menilai performanya.

    Jika KOVO tetap saja memberlakukan regulasi yang digunakan membatasi pemain asing Asia, Megawati dapat melanjutkan kariernya pada liga voli Prancis atau kompetisi voli Eropa lainnya. Dengan performa yang dimaksud semakin matang, peluangnya untuk bersinar pada kancah internasional semakin terbuka lebar.

    Dalam pertandingan terbaru Red Sparks, perhatian rakyat juga tertuju pada perbandingan antara Megawati serta mantan kapten tim, Lee So-young. Lee yang dimaksud saat ini membela klub lain justru menuai kritik tajam dari penggemar dikarenakan performanya dianggap tiada sebanding dengan gajinya yang dimaksud tinggi.

    Sebaliknya, Megawati terus menunjukkan kualitasnya dengan sumbangan signifikan bagi Red Sparks. Hal ini membuatnya semakin diidolakan oleh para penggemar Red Sparks, menjadikannya bintang baru yang dimaksud menghadirkan harapan besar bagi tim.

    Masa depan Megawati di area Korea Selatan masih menjadi tanda tanya besar. Jika regulasi KOVO tiada berubah, Red Sparks harus melepasnya pasca tiga musim berturut-turut. Namun, dengan banyaknya klub Eropa yang dimaksud tertarik, Megawati memiliki kesempatan besar untuk meniti karier di area level yang dimaksud lebih besar tinggi.

    Apakah ia akan masih pada Korea atau menerima tantangan di tempat Eropa? Keputusan ini akan sangat menentukan perjalanan kariernya ke depan. Yang jelas, ke mana pun Megawati melangkah, ia akan tetap saja menjadi salah satu pemain voli terbaik yang mana pernah dimiliki Indonesia.

  • Sangar! Eks Juara Kelas Ringan Kritik Gaya Bertarung Magomed Ankalaev

    Sangar! Eks Juara Kelas Ringan Kritik Gaya Bertarung Magomed Ankalaev

    ligapedianews.com Jan Blachowicz memberikan pandangannya tentang pertarungan yang mempertemukan Alex Pereira vs Magomed Ankalaev dalam UFC 313, Maret 2025. Mantan juara kelas berat ringan UFC , yang dimaksud pernah bertarung melawan kedua petarung tersebut, merasa Ankalaev perlu melakukan pembaharuan signifikan pada gaya bertarungnya apabila ingin meraih kemenangan.

    Blachowicz secara terbuka mengomentari penampilan Ankalaev di pertarungan terakhirnya melawan Aleksandar Rakic di area UFC 308. Ia menilai Ankalaev bermain terlalu hati-hati serta kurang percaya diri, sehingga sulit untuk mengalahkan petarung agresif seperti Pereira.

    “Jika Ankalaev bertarung seperti pada waktu melawan Rakic, beliau akan kalah. Dia perlu melakukan sesuatu yang digunakan lebih. Dia petarung bagus, tapi itu bukan cukup untuk menghadapi Pereira dengan gaya seperti ini. Dia perlu berubah,” tutur Blachowicz dikutipkan dari GiveMeSport, hari terakhir pekan (14/2/2025).

    Meskipun Ankalaev telah lama menyatakan keinginannya untuk melawan Pereira kemudian berjanji akan tampil berbeda, Blachowicz masih skeptis. Ia meragukan Ankalaev dapat mengubah gaya bertarungnya secara signifikan pada waktu singkat.

    “Dia menyatakan hal yang dimaksud mirip sebelum melawan Rakic, bahwa kita akan mengawasi Ankalaev yang baru. Tapi semua orang meninjau pertarungan itu sangat membosankan. Saya hampir tertidur.”

    Unggulkan Pereira

    Dengan gaya bertarung Ankalaev yang digunakan dianggap terlalu hati-hati, Blachowicz tambahan menjagokan Pereira untuk mengungguli pertarungan. Ia menilai Pereira miliki keunggulan di hal agresivitas serta kemampuan striking yang dimaksud mematikan.

    “Tiga pertarungan lalu, saya akan memilih Ankalaev. Tapi sekarang, saya pilih Pereira,” tegas Blachowicz.

    Prediksi Blachowicz ini belum tentu benar. Pertarungan antara Pereira kemudian Ankalaev pada UFC 313 diprediksi akan berlangsung sengit kemudian menarik untuk disaksikan. Apakah Ankalaev mampu membuktikan kritikan Blachowicz salah? Atau Pereira yang mana akan meninggalkan sebagai pemenang? Kita tunggu sekadar nanti.

  • Jadwal lalu Link Streaming Matchday 24 LaLiga 2024/25 pada VISION+

    Jadwal lalu Link Streaming Matchday 24 LaLiga 2024/25 pada VISION+

    ligapedianews.com LaLiga 2024/25 kembali hadir dengan laga-laga seru di area Matchday 24! Salah satu pertandingan yang mana paling dinanti adalah duel antara Osasuna vs Real Madrid yang akan berlangsung pada Hari Sabtu (15/2/25) pukul 22:10 WIB. Laga ini dapat disaksikan secara live streaming pada beIN Sports 3 melalui VISION+.

    Real Madrid, yang tersebut ketika ini berada dalam puncak klasemen, akan menghadapi tantangan dari Osasuna yang siap memberikan perlawanan sengit di dalam kandang mereka. Los Blancos dipastikan akan menurunkan skuad terbaiknya demi mengamankan tiga poin penting di perburuan gelar kejuaraan juara. Saksikan laga ini dan juga pertandingan lainnya hanya saja pada VISION+!

    Berikut jadwal lengkap Matchday 24 LaLiga 2024/25:

    Sabtu, 15 Februari 2025

    02.55 Waktu Indonesia Barat : Girona vs Getafe
    19:55 Waktu Indonesia Barat : Leganes vs Alaves
    22.10 Waktu Indonesia Barat : Osasuna vs Real Madrid

    Minggu, 16 Februari 2025

    00.25 Waktu Indonesia Barat : Atletico Madrid vs Celta Vigo
    02.55 Waktu Indonesia Barat : Villarreal vs Valencia
    19:55 Waktu Indonesia Barat : Espanyol vs Athletic Bilbao
    22.10 Waktu Indonesia Barat : Valladolid vs Sevilla

    Senin, 17 Februari 2025

    00.25 Waktu Indonesia Barat : Mallorca vs Las Palmas
    02.55 Waktu Indonesia Barat : Real Betis vs Real Sociedad

    Selasa, 18 Februari 2025

    02.55 Waktu Indonesia Barat : Barcelona vs Rayo Vallecano

    Streaming pada VISION+ dengan langganan paket beIN Sports seharga Rp36.000,- dan juga dapatkan bonus VISION+ Premium Movies sekaligus! Dapatkan akses ke beragam tayangan premium hollywood, bollywood, kids, juga original series VISION+ yang digunakan tak boleh dilewatkan, streaming di tempat berbagai device dari mobile hingga big screen di tempat 2 device!

    Dengan berlangganan beIN Sports, kamu dapat streaming Formula 1, ATP Tour lalu semua liputan olahraga yang digunakan tersedia di area saluran beIN semata-mata Rp36.000,-. Streaming dalam dua perangkat secara bersamaan! Tunggu apa lagi? Download VISION+ dalam AppStore atau PlayStore lalu Streaming Ini adalah Itu sekarang!

    Streaming Hal ini itu dalam VISION+
    #visionplus #LALIGA
    –

  • Saksikan Aksi Oliver Rowland dalam Formula E-Prix Jeddah! Live di area iNews Premium Sports Waktu 22.00 Waktu Indonesia Barat

    Saksikan Aksi Oliver Rowland dalam Formula E-Prix Jeddah! Live di area iNews Premium Sports Waktu 22.00 Waktu Indonesia Barat

    ligapedianews.com Kejuaraan Planet Formula E ABB FIA mencatatkan data sejarah baru! Untuk pertama kalinya, kompetisi balap mobil listrik paling bergengsi ini akan menyambangi Jeddah, Arab Saudi. Tak cuma satu, tetapi dua seri sekaligus akan diselenggarakan dalam rute Corniche yang mana telah lama diperpendek menjadi tiga kilometer. Putaran ketiga lalu keempat musim ke-11 ini dipastikan akan menghadirkan aksi balap yang dimaksud tambahan sengit dan juga mendebarkan!

    Musim 11 ini juga menjadi event debut bagi mobil Gen3 EVO, generasi terbaru mobil Formula E yang dimaksud lebih besar bertenaga, lebih banyak efisien, kemudian lebih lanjut cepat. Dengan desain aerodinamis yang tersebut lebih banyak agresif juga peningkatan teknologi regeneratif, mobil ini akan menjadi faktor kunci di strategi kelompok untuk meraih kemenangan.

    Para penggemar dapat menantikan adu kecepatan juga manuver brilian dari pembalap-pembalap terbaik dunia, termasuk Pembalap Nissan, Oliver Rowland yang mana sukses meraih kemenangan pertamanya di area musim sebelumnya pada kompetisi Formula E yang mana berlangsung dalam Autódromo Hermanos Rodríguez, Mexico City. Memulai balapan dari sikap keempat, Rowland menunjukkan performa luar biasa dan juga memanfaatkan strategi dengan baik, khususnya pasca munculnya safety car di dalam penghujung balapan. Rowland berhasil mencapai garis finis sebagai pemenang, disusul oleh da Costa pada peringkat kedua kemudian Wehrlein di area tempat ketiga.

    Dengan balapan ganda yang dimaksud dilakukan secara berturut-turut, para pasukan lalu peserta balap akan diuji ketahanan dan juga kemampuan adaptasi mereka itu terhadap sirkuit baru ini. Dua balapan penuh aksi, trek baru yang dimaksud menantang, dan juga persaingan yang digunakan semakin ketat, semuanya akan hadir di dalam Jeddah. Lantas, siapa yang dimaksud akan mampu menaklukkan Jeddah kemudian mencatatkan namanya sebagai pemenang pertama pada kota ini?

    Saksikan balapan tahunan dari turnamen mobil listrik ABB Formula E World Championship 2025 Jeddah E-Prix, Qualification Waktu senja Ini adalah pukul 22.00 WIB, juga Race hari terakhir pekan dan juga Hari Sabtu (14&15 Februari) Jam 24.00 WIB, Live Hanya di area iNews Premium Sports

  • Album solo Ros Blackpink pecahkan rekor di tempat 20 besar Billboard 200

    Album solo Ros Blackpink pecahkan rekor di tempat 20 besar Billboard 200

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Salah satu member dari grup idol K-Pop Blackpink, Rosé, mencatatkan rekor pasca menyebabkan sejarah dengan album solonya "rosie" yang digunakan bertahan di dalam 20 besar tangga lagu Amerika Billboard 200.

    Dikutip dari Soompi, Senin, selama minggu yang berakhir pada tanggal 25 Januari, “rosie” tetap saja kuat di dalam kedudukan No. 17 pada tangga lagu Top 200 Album Billboard, yang tersebut memberi peringkat album paling populer dalam Amerika Serikat.

    Sejak tanggal tersebut, "rosie” sekarang sudah menghabiskan enam minggu berturut-turut di area Billboard 200, yang mana berarti sudah pernah menyalip “IM NAYEON" milik Nayeon TWICE untuk menjadi album terlama yang bertahan dalam tangga lagu oleh solois wanita K-pop.

    Selain itu, lantaran minggu ini menandai minggu kelima album yang dimaksud yang mana bukan berturut-turut berada di area 20 besar Billboard 200, "rosie" juga telah terjadi mencetak rekor baru untuk minggu terbanyak di area 20 besar dari semua album solo K-pop di sejarah tangga lagu. Rekor sebelumnya dipegang oleh " GOLDEN " milik Jungkook BTS.

    Di luar Billboard 200, album “rosie” bertahan stabil di tempat tempat No. 9 pada tangga lagu Top Current Album Sales Billboard kemudian No. 11 pada tangga lagu Top Album Sales pada minggu keenamnya dalam kedua tangga lagu tersebut.

    Akhirnya, Rosé mempertahankan posisinya dalam No. 25 pada Billboard's Artist 100 , menandai minggu ke-14 keseluruhannya pada tangga lagu yang disebutkan sebagai solois.

    Sementara itu, ditulis laman Billboard, Hari Jumat (24/1), lagu "Apt." yang mana berkolaborasi dengan penyanyi Bruno Mars menjadi lagu pertama yang digunakan menempati tempat No. 1 pada tangga lagu Pop Airplay Billboard oleh individu artis yang digunakan menonjol pada K-pop (pop Korea), sebab naik tiga peringkat ke sikap puncak di survei terbaru tertanggal 1 Februari.

    Lagu ini menjadi penambah hits terpilih dari artis-artis terkemuka di tempat K-pop sudah naik ke 10 besar Pop Airplay, dimulai dengan “Gangnam Style” milik PSY pada tahun 2012. Lagu merebak itu lalu “Apt.” adalah satu-satunya lagu yang digunakan diiklankan untuk artis solo.

  • Hasil BAMTC 2025: Dejan/Fadia Sumbang Poin, Indonesia vs Taiwan satu-nol

    Hasil BAMTC 2025: Dejan/Fadia Sumbang Poin, Indonesia vs Taiwan satu-nol

    ligapedianews.com Dejan Ferdinansyah/ Siti Fadia Silva Ramadhanti , menyebabkan pasukan bulu tangkis Indonesia unggul satu gol tanpa balas menghadapi Taiwan di area laga pertama perempat final Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Dejan/Fadia menyumbang poin pertama untuk Merah Putih usai kalahkan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang.

    Dejan/Fadia mengunci kemenangan melawan Hsuan/Fang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-16, lalu 21-19. Laga yang disebutkan berlangsung di area Qingdao Conson Sports Center, Qingdao, China, Hari Jumat (14/2/2025) sore WIB.

    Dejan/Fadia mendapat tekanan sejak awal dari Hsuan/Fang. Racikan baru Pelatnas PBSI Cipayung itu bahkan harus tertinggal cukup sangat jauh dengan skor 3-7.

    Namun pasca itu, Dejan/Fadia mampu bangkit serta menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Ganda campuran Indonesia itu secara mengejutkan berhasil ungguli Hsuan/Fang dalam interval game pertama dengan skor 11-10.

    Tapi sayangnya, Dejan/Fadia tampak kehilangan fokus usai jeda. Pasalnya, mereka tertinggal dengan skor 16-19. Pada akhirnya, dia harus kalah 16-21 dari Hsuan/Fang di area gim pertama.

    Di game kedua, Dejan/Fadia terlihat menemukan celah permainannya. Mereka ungguli pasangan Taiwan dengan skor 7-4. Poin demi poin terus dicuri oleh mereka.

    Hingga akhirnya Dejan/Fadia unggul di tempat interval gim kedua dengan skor 11-6. Setelah jeda, merek terus memperlebar jarak menjadi 19-14. Hasilnya, Dejan/Fadia merebut kemenangan dalam gim kedua dengan skor 21-16, yang tersebut sekaligus memaksa laga berlanjut ke game ketiga.

    Dejan/Fadia mendominasi permainan pada gim ketiga dengan ungguli Hsuan/Fang dengan skor 7-3. Meski mendapat tekanan dari lawan, Dejan/Fadia mampu unggul lebih besar dulu di area interval game ketiga dengan skor 11-10.

    Setelah itu, kedua pasangan bermain sengit hingga skor sempat imbang 18-18. Namun pada akhirnya, Dejan/Fadia berhasil pergi dari dari tekanan di tempat poin-poin kritis itu. Mereka pun membungkus game ketiga dengan kemenangan 21-19 berhadapan dengan Hsuan/Fang

    Kemenangan ini membuka keunggulan pasukan Indonesia melawan Taiwan. Pada partai kedua akan dimainkan sektor tunggal putra antara Alwi Farhan (Indonesia) versus Lee Chia Hao (Taiwan).