
DKI Jakarta – Pengelola Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal memaparkan daerahnya siap menyelenggarakan PON 2028 dengan beberapa kompetisi yang dimaksud diselenggarakan sebagai pemanasan untuk persiapan penyelenggaraan turnamen multi cabang olahraga terbesar pada Indonesia.
"Dalam dua tahun terakhir saja, kami telah melakukan sejumlah (menggelar kompetisi sebagai) pemanasan sebagai bentuk komitmen kami (untuk mengatur PON 2028)," kata Lalu Muhammad Iqbal pada konferensi pers usai rapat konsolidasi persiapan PON 2028 pada Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan, NTB sebagai tuan rumah PON 2028 (bersama Nusa Tenggara Timur dan juga DKI Ibukota sebagai penyangga) telah dilakukan menyelenggarakan beragam acara besar yang menandai kemampuan di menyelenggarakan PON.
Ia menyebutkan beberapa jumlah turnamen besar yang dimaksud seperti Festival Olahraga Nasional (Fornas 2025). Ajang itu, kata dia, berjalan dengan lancar dengan dihadiri sekitar 18.000 pendatang dari seluruh Indonesia.
Selain itu, turnamen Pocari Sweat Run 2025 yang dihadiri oleh sekitar 9.000 partisipan maupun turnamen MotoGP Mandalika 2025.
Iqbal menjelaskan sarana pendukung pada daerahnya juga siap untuk mengakomodir permintaan PON. Saat ini, kata dia, NTB telah mempunyai penerbangan tiga kali sehari ke wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, dan juga sedang dipersiapkan untuk penerbangan ke Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT.
NTT telah terhubung secara langsung dengan kota-kota pada Pulau Jawa seperti Malang, Yogyakarta, Banyuwangi, Surabaya, Jakarta, maupun dengan wilayah Kalimantan, lalu Sulawesi.
Iqbal menjelaskan, prasarana lain seperti kesegaran juga sudah ada siap. NTB mempunyai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) yang dilengkapi dengan grup medis khusus olahraga yang dimaksud bersertifikat internasional.
Penyelenggaraan PON ke NTB, kata dia, diupayakan akan dilakukan secara tersebar di dalam seluruh kabupaten/kota di dalam tempat itu agar gairah turnamen yang dimaksud dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa persiapan arena-arena pertandingan juga terus mengacu pada arahan terkait prinsip efisiensi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda juga Olahraga.
Pihaknya bukan akan merancang sarana baru, melainkan melakukan perbaikan lalu peningkatan sarana yang dimaksud dimiliki akibat telah tersedia dari sebelumnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



