
Ligapedianews.com Bangkok – Dewan Perlindungan lalu Ketenteraman Nasional Myanmar menetapkan status darurat militer selama 90 hari pada 63 dari total 330 distrik administratif di area negara tersebut, demikian dilaporkan stasiun penyiaran milik pemerintah MRTV pada Kamis.
Komando militer Myanmar juga mengeluarkan perintah tersendiri yang digunakan merinci penerapan rezim darurat militer. Dalam perintah itu disebutkan bahwa kewenangan sipil pada distrik-distrik terdampak akan dialihkan untuk komando unit juga formasi militer selama periode 90 hari.
Penerapan darurat militer ini disebutkan sebagai upaya menjaga keamanan di tempat wilayah-wilayah yang dimaksud menjadi tempat beroperasinya kelompok anti-pemerintah, organisasi yang dimaksud dicap teroris, juga kelompok pemberontak etnis.
Tujuannya adalah menciptakan kondisi yang tersebut aman untuk pelaksanaan pilpres umum yang mana direncanakan berlangsung antara Desember 2025 hingga Januari 2026, demikian menurut laporan MRTV.
Darurat militer diterapkan dalam beberapa jumlah distrik di area negara bagian Kachin, Kayah, Karen, Chin, Rakhine, kemudian Shan, juga pada distrik-distrik tertentu di dalam wilayah Sagaing, Magway, serta Mandalay.
Konflik sipil di area Myanmar semakin memanas sejak militer mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada tahun 2021, yang dimaksud mengakhiri satu dekade pemerintahan sipil.
Selain kelompok oposisi bersenjata yang tersebut menolak kekuasaan militer, beberapa kelompok etnis bersenjata juga turut bergabung pada perlawanan.
Sumber: Sputnik-OANA
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



