
Ibukota Indonesia – Bek sayap Muhammad Toha memutuskan meninggalkan klub BRI Super League Persita Tangerang untuk bergabung klub Brunei Darussalam DPMM FC.
Dikutip dari laman resmi klub, Minggu, Toha menjelaskan alasan dirinya meninggalkan Persita Tangerang setelahnya sembilan musim.
"Saya ingin sama-sama meninggal level permainan. Lebih dari itu, saya ingin Persita bisa saja tambahan baik lagi dalam masa mendatang," kata Toha.
"Saya ingin mencari pengalaman baru pada luar sana juga semoga saya dapat mempertahankan karakter permainan, attitude, serta gaya hidup. Saya harus bisa jadi memberi contoh buat pemain lain. Terutama pemain muda," kata dia.
Sebelumnya Toha sudah pernah berseragam Persita Tangerang sejak tahun 2017 kemudian mencatatkan tambahan dari 200 penampilan untuk Pendekar Cisadane dalam beraneka ajang.
Pada musim 2025/2026, Toha mengemas 30 penampilan dengan Persita Tangerang juga berubah menjadi sosok penting ke pada tubuh skuad asuhan Carlos Pena.
Toha menjelaskan betapa suporter menjadi bagian penting dari motivasinya sebab dalam manapun merek bermain pasti suporter datang kemudian ia meninjau bahwa warga Tangerang sangat mencintai sepak bola.
"Senang lalu bangga mampu bermain lebih lanjut dari 200 pertandingan untuk Persita, saya bersyukur terus-menerus berhadapan dengan kesempatan ini. Saya berharap Persita Fans tak lelah untuk terus memperkuat dan juga membela pasukan ini," ujar Toha.
"Terkadang di sepak bola ada keadaan lalu situasi yang tersebut kurang baik, namun dengan dukungan kalian grup ini akan terus berprogres lalu bermetamorfosis menjadi kebanggaan Tangerang," katanya.
Setelah resmi berpisah, pihak Persita Tangerang menyampaikan rasa terima kasih yang tersebut sebesar-besarnya berhadapan dengan seluruh sumbangan Muhammad Toha terhadap klub.
Dedikasi, profesionalisme, serta kepemimpinannya selama hampir satu dekade adalah warisan yang mana tidaklah ternilai bagi generasi pemain Persita selanjutnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



