olahraga

400-an partisipan Suroboyo 10K finis di dalam bawah 45 menit

Surabaya – Sekitar 400 pelari dari total 2.750 kontestan lomba lari "Suroboyo 10K" mencapai garis finis dengan catatan waktu pada bawah 45 menit pada kompetisi yang digunakan baru pertama kali diadakan di dalam Surabaya itu.

"Lintasan pelari cukup steril lantaran jalanan Daerah Perkotaan Surabaya cukup lebar sehingga dapat leluasa berbagi ruang dengan pengendara atau pengguna jalan lainnya," kata Ketua Komisi Road Race Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Satyo Haryo Wibisono terhadap wartawan pada Surabaya, Minggu.

Satyo menafsirkan tingkat sterilisasi rute pelari pada kompetisi ini yang dimaksud mencapai 95 persen, bermetamorfosis menjadi salah satu komponen lebih tinggi yang tersebut menyebabkan 400 atlet mencatatkan waktu pada bawah 45 menit.

"Mudah-mudahan berita ini terdengar ke seluruh pelari bukanlah cuma dalam Tanah Air tapi juga luar negeri. Menunjukkan bahwa pada Surabaya ada trek 10 kilometer yang digunakan mampu cepat," kata dia.

Satyo optimistis pada tahun-tahun berikutnya turnamen ini dihadiri oleh sejumlah pelari di luar negara demi meningkatkan catatan waktu mereka.

PB PASI merekomendasikan lomba lari ini menjadi rencana rutin tahunan dan juga meyakini jikalau dikelola dengan serius mampu bermetamorfosis menjadi ikon lomba lari jarak berjauhan di dalam Daerah Perkotaan Pahlawan yang digunakan mendatangkan sejumlah wisatawan.

Pelari nasional yang digunakan meraih medali perunggu lari 10 kilometer putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, Nefriana Afriance Daik, menorehkan waktu tercepat dengan 35 menit 40 detik.

"Lintasannya memang benar steril. Kami mirip sekali tak terganggu untuk berpacu agar mampu naik ke podium," kata pelari dengan syarat Kalimantan Timur itu.

Atlet berusia 23 tahun ini menyimpulkan unsur lain yang dimaksud mendorongnya mencatatkan personal best dalam turnamen ini adalah cuaca Perkotaan Surabaya.

"Saya rasa tadi pagi cuaca Perkotaan Surabaya sangat menyokong untuk berlari. Selain itu mungkin saja juga ditunjang oleh porsi latihan teratur yang dimaksud sudah saya jalani," kata Nefriana.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles