
DKI Jakarta – Direktur Kompetisi I.League, operator kompetisi sepak bola Indonesia, Asep Saputra mengemukakan kompetisi olahraga harus terus didorong untuk tumbuh berubah menjadi sektor sehingga dapat mendongkrak ekonomi negara.
"Ada big passion (gairah yang dimaksud besar) lalu kesempatan. Untuk menggalinya tentu membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar Asep pada peringkat wicara bertajuk "Masa Depan juga Ekosistem Kompetisi Olahraga Nasional: Pertumbuhan Minat, Pengaruh Kondisi Keuangan serta Prospek Industri Olahraga Indonesia" pada Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, JICC, Jakarta, Minggu.
Dia melanjutkan, kolaborasi yang dimaksud idealnya terjalin antara pemerintah, sektor swasta, klub, komunitas, kemudian UMKM. Asep menilai, dengan begitu, prospek besar olahraga Indonesi dapat diubah berubah jadi nilai yang dimaksud berkelanjutan dan juga berandil pada memberi pemasukan untuk dunia usaha nasional.
Saat ini, Asep menambahkam, Indonesi mempunyai modal besar untuk mengembangkan bidang olahraga seperti jumlah agregat populasi lalu tingginya minat masyarakat terhadap olahraga.
Data Kementerian Pemuda serta Olahraga (Kemenpora) menyebut, estimasi belanja olahraga mencapai Rp39 triliun memberikan partisipasi sebesar 0,19 persen terhadap perekonomian nasional pada 2024.
Angka yang disebutkan tentu masih berpeluang besar untuk terus didorong dengan terciptanya ekosistem olahraga yang baik dalam tanah air.
"Dampak ekonomi ang baik itu tidaklah bisa saja tercipta otomatis, kita harus desain,” kata Asep.
Asep menunjukkan sepak bola yang hanya saja berlangsung 90 menit di lapangan. Namun, sistem ekologi di dalam sekitarnya dapat menciptakan nilai dunia usaha yang tersebut sangat jauh lebih banyak besar.
Untuk itu, I.League menyatakan ingin bertransformasi dari sekadar operator pertandingan berubah menjadi pembentuk. Penguraian kompetisi diarahkan untuk menciptakan pertandingan yang mana lebih banyak baik, menjangkau audiens lebih banyak besar, serta menciptakan nilai yang dimaksud lebih tinggi tinggi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



