
Ibu Kota Rusia – Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, pada Kamis mengutarakan bahwa serangan terhadap kapal di dalam Laut Merah membahayakan jalur perdagangan kemudian stabilitas rantai pasokan.
Pada Rabu, pergerakan Ansar Allah Yaman, yang mana juga dikenal sebagai Houthi, memaparkan bahwa mereka itu telah terjadi menyerang dua kapal tanker Saudi dengan rudal kemudian drone dikarenakan melanggar larangan navigasi dia dalam Laut Merah.
Sebelumnya pada hari itu, Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi mengonfirmasi serangan terhadap kapal tanker Encelia dalam Laut Merah, yang tersebut mengakibatkan kebakaran.
"Laut Merah merupakan koridor maritim yang digunakan sangat penting untuk perdagangan internasional. Serangan berkelanjutan terhadap kapal di dalam wilayah ini berisiko meningkatkan ketegangan, semakin mengganggu jalur perdagangan, dan juga merusak prinsip kebebasan navigasi," kata Dominguez, seperti dikutipkan oleh layanan pers IMO.
Dia menyerukan de-eskalasi, serta mengungkapkan bahwa serangan-serangan yang dimaksud mengancam nyawa para pelaut, keselamatan pelayaran internasional, lingkungan laut, kemudian stabilitas rantai pasokan global.
Dominguez juga menyatakan keprihatinannya melawan kemungkinan pencemaran lingkungan yang digunakan diakibatkan oleh insiden tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



