
DKI Jakarta – Duta Besar India untuk Indonesi Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa prioritas program BRICS 2026 selaras dengan fokus penguatan kerja identik bilateral antara Indonesi juga India.
“Secara khusus, kami mengamati adanya keselarasan yang mana semakin kuat antara prioritas BRICS kemudian jadwal bilateral kami (India kemudian Indonesia),” kata Chakravorty pada wawancara tertoreh dengan ANTARA mengenai jadwal Keketuaan BRICS India di dalam Jakarta, Jumat.
Keketuaan India pada BRICS tahun ini mengusung empat pilar utama, yakni ketangguhan, inovasi, kerja sama, kemudian keberlanjutan.
Pilar ketangguhan berfokus pada sektor kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, energi, pengurangan risiko bencana, juga rantai pasok, sedangkan pilar pembaharuan mengkaji pengembangan perusahaan rintisan (startup), UMKM, ilmu pengetahuan juga teknologi, penelitian kemudian pengembangan, infrastruktur umum digital, dan juga kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Kemudian, pilar kerja sejenis mengusung isu multilateralisme, reformasi tata kelola global, dan juga kerja mirip praktis di bidang pembangunan; lalu pilar keberlanjutan memprioritaskan implementasi energi bersih serta terbarukan, aksi iklim, dan juga adaptasi dan juga konsumsi berkelanjutan.
“Kami mengamati kemungkinan yang tersebut sangat besar (untuk perluasan kerja identik bilateral antara India lalu Indonesia) pada pengembangan infrastruktur rakyat digital, transisi hijau juga energi terbarukan, dan juga tentu belaka proyek-proyek ke sektor sosial,” tutur Dubes Chakravorty.
Chakravorty mengungkapkan, harmonisasi yang semakin baik antara rencana multilateral pada BRICS dengan fokus kerja serupa bilateral antarnegara anggota merupakan salah satu tujuan utama Keketuaan India tahun ini.
Ia menyampaikan, selain mengonsolidasikan pencapaian keketuaan sebelumnya juga memfasilitasi integrasi para anggota baru di forum, India berupaya mewujudkan program prioritas BRICS 2026 berubah menjadi kerja mirip yang praktis, berorientasi pada hasil, serta berkelanjutan.
BRICS merupakan organisasi internasional yang tersebut berfokus pada penguatan kerja mirip ke bidang ekonomi, perdagangan, pembangunan, keuangan, dan juga isu-isu global.
Organisasi yang dimaksud pada mulanya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan juga Afrika Selatan.
Saat ini, keanggotaan BRICS telah dilakukan diperluas mencakup Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan juga Arab Saudi.
Indonesia bergabung berubah menjadi anggota BRICS pada 6 Januari 2025.
Konferensi Level Tinggi (KTT) ke-18 BRICS dijadwalkan berlangsung di dalam New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Wadah kerja mirip internasional yang dimaksud mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” pada tahun ini.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


