Category: politik

  • Profil Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR periode 2024-2029

    Profil Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR periode 2024-2029

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Saan Mustopa masuk di jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai delegasi ketua periode 2024-2029. Saan bertugas mengoordinasikan ruang lingkup Sektor Industri serta Pembangunan (KORINBANG).

    Saan Mustopa terpilih perwakilan dari Fraksi Partai NasDem menjadi salah satu dari 5 pimpinan DPR RI periode 2024-2029, yaitu bersatu Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Partai Gerindra), Adies Kadir (Fraksi Partai Golkar), Cucun Ahmad Syamsurizal Fraksi PKB (PKB) sebagai delegasi ketua dan juga Puan Maharani (Fraksi PDI Perjuangan) sebagai ketua DPR RI.

    Para pimpinan DPR RI ini diajukan oleh partai kebijakan pemerintah pemegang kursi terbanyak.

    Sebelumnya, Saan Mustopa ditugaskan dalam Komisi II dan juga pernah menjabat sebagai duta ketua dalam komisi yang serupa pada periode 2019-2024.

    Lahir di area Karawang, Jawa Barat, 5 Juli 1968, Saan Mustopa atau yang kerap dipanggil Kang Saan oleh mitra sejawatnya merupakan manusia politikus. Dia kader Partai NasDem juga ketika ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem periode 2024-2029.

    Saan Mustopa mengawali karier politiknya dengan bergabung menjadi anggota Partai Demokrat. Dia dipercaya menjadi Ketua Departemen Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat Demokrat lalu dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat.

    Pada pemilihan 2009, Saan Mustopa progresif menjadi Caleg Partai Demokrat untuk wilayah pilihan (dapil) Jawa Barat VII yang dimaksud wilayahnya Karawang, Bekasi, lalu Purwakarta dan juga berhasil menjadi anggota DPR-RI periode 2009–2014. Saat itu, ia ditugaskan partainya di tempat Komisi III yang mana menangani permasalahan Hukum, HAM kemudian Keamanan.

    Pada pemilihan raya 2014, Saan Mustapa terpilih kembali menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Namun, pada 15 Desember 2015 Saan Mustapa berhenti sebagai anggota DPR akibat partainya melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

    Pada pemilihan gubernur 2015, Saan Mustopa mengajukan diri menjadi calon Kepala Kabupaten Karawang berpasangan dengan Iman Sumantri. Pencalonan ini tanpa dukungan Partai Demokrat, Saan justru mengantongi dukungan dari tiga partai kebijakan pemerintah yaitu Partai Golkar, Partai Gerindra, lalu Partai Nasional Demokrat (NasDem). Namun, dirinya belum berhasil lolos.

    Setelah gagal dalam pemilihan kepala daerah Karawang 2015, Saan berpindah haluan bergabung dengan Partai NasDem. Saan diangkat menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Barat periode 2016-2021.

    Karier politiknya di area Partai NasDem terus meningkat. Pada Pemilihan Umum 2019, Saan Mustopa kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem untuk Dapil VII Jawa Barat juga berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI. Saat itu, beliau ditugaskan di area Komisi II kemudian menjabat delegasi ketua di tempat komisi tersebut.

    Pada pemilihan 2024, Saan kembali terpilih di tempat dapil yang identik dan juga ditugaskan partainya menjabat duta ketua DPR RI periode 2024-2029.

    Saan Mustopa mempunyai latar belakang lembaga pendidikan jurusan Fisika, di area IKIP Bandung menyandang penghargaan sarjana pada 1993. Kemudian, Saan melanjutkan sekolah sarjana Bidang Studi Politik di tempat Universitas Indonesia lulus 2004 kemudian lembaga pendidikan pascasarjana di tempat bidang ilmu kebijakan pemerintah lulus 2008 di dalam universitas yang mana identik kemudian sekolah doktor studi Hubungan Internasional Peminatan Keilmuan Politik di area Universitas Padjadjaran lulus pada 2020.

  • Berapa harta kekayaan Cucun Ahmad Syamsurijal Wakil Ketua DPR RI?

    Berapa harta kekayaan Cucun Ahmad Syamsurijal Wakil Ketua DPR RI?

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Cucun Ahmad Syamsurijal terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024-2029 sekaligus menduduki tempat Wakil Ketua DPR RI.

    Penunjukan ini menambah panjang perjalanan karier politiknya, yang mana telah dilakukan berlangsung selama tiga periode sebagai anggota dewan. Dalam periode sebelumnya, Cucun menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB lalu menjadi anggota Komisi I DPR RI, komisi yang digunakan membidangi isu-isu strategis seperti pertahanan, intelijen serta komunikasi. Di lingkup partai, Cucun juga mempunyai kedudukan penting sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Selain kiprahnya di tempat dunia politik, harta kekayaan Cucun Ahmad Syamsurijal juga menjadi salah satu topik yang dimaksud menarik perhatian. Harta kekayaan Cucun Ahmad Syamsurijal bisa jadi dilihat dari data LHKPN yang dimaksud ia laporkan. Hal itu merupakan bagian dari kewajibannya selaku anggota DPR RI.

    LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara merupakan laporan yang mana wajib disampaikan oleh pelopor negara mengenai harta kekayaan yang tersebut dimilikinya ketika pertama kali menjabat, mutasi, penawaran juga pensiun.

    Kewajiban lain yang mana menyertai LHKPN adalah mengumumkan harta kekayaan juga bersedia diadakan pemeriksaan terhadap harta kekayaan. Kewajiban menyampaikan LHKPN bagi pejabat negara ini merupakan bagian dari upaya KPK pada pencegahan terjadinya langkah pidana korupsi.

    Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Cucun Ahmad Syamsurijal pada 6 Agustus 2024 untuk periode tahun 2023, total kekayaannya tercatat mencapai Rp22,1 miliar. Kekayaan yang dimaksud terbagi ke di beberapa orang aset yang berbeda jenisnya. Berikut adalah rincian kekayaan yang mana dilaporkannya:

    A. Tanah lalu bangunan

    Total nilai: Rp14.620.000.000

    Berikut rincian tanah serta bangunan yang tersebut dimiliki:

    • Tanah kemudian Bangunan (837 m²/500 m²) di dalam Bandung – Hasil sendiri: Rp2.000.000.000
    • Tanah kemudian Bangunan (698 m²/698 m²) pada Bandung – Hasil sendiri: Rp3.000.000.000
    • Tanah serta Bangunan (960 m²/960 m²) dalam Bandung – Hasil sendiri: Rp4.000.000.000
    • Tanah dan juga Bangunan (476 m²/200 m²) di tempat Bandung – Warisan: Rp700.000.000
    • Tanah (12.223 m²) dalam Bandung – Hasil sendiri: Rp1.300.000.000
    • Tanah (994 m²) pada Bandung – Hasil sendiri: Rp200.000.000
    • Tanah (330 m²) di area Bandung – Hasil sendiri: Rp200.000.000
    • Tanah (986 m²) di tempat Bandung – Hasil sendiri: Rp600.000.000
    • Tanah (980 m²) di area Bandung – Hasil sendiri: Rp450.000.000
    • Tanah (2.100 m²) pada Bandung – Hasil sendiri: Rp800.000.000
    • Tanah (2.058 m²) di tempat Bandung – Hasil sendiri: Rp750.000.000
    • Tanah (560 m²) pada Bandung – Warisan: Rp200.000.000
    • Tanah (5.100 m²) pada Bandung – Warisan: Rp420.000.000.

    B. Alat transportasi kemudian mesin

    Total nilai: Rp3.745.000.000

    • Kawai (3 unit) Mesin Warping Tahun 2004 – Hasil sendiri: Rp45.000.000
    • Refir (10 unit) Mesin Tenun Tahun 2017 – Hasil sendiri: Rp300.000.000
    • Javatex Mesin Warping Tahun 2017 – Hasil sendiri: Rp400.000.000
    • Mobil Jeep Tahun 2015 – Hasil sendiri: Rp500.000.000
    • BMW Crossover Tahun 2019 – Hasil sendiri: Rp600.000.000
    • Refir (16 unit) Mesin Tenun Tahun 2021 – Hasil sendiri: Rp1.900.000.000

    C. Harta bergerak lainnya: Rp2.040.000.000

    D. Kas lalu setara kas: Rp2.915.000.000

    E. Harta lainnya: Rp1.200.000.000

    Sub total harta kekayaan: Rp24.520.000.000

    Hutang: Rp2.400.000.000

    Dengan demikian, total kekayaan yang tersebut dilaporkan oleh Cucun Ahmad Syamsurijal setelahnya dikurangi dengan hutang (harta – hutang) adalah sebesar Rp22.120.000.000 yang mencakup berbagai jenis aset mulai dari tanah serta bangunan hingga kendaraan juga kas. Transparansi yang disebutkan diharapkan dapat menjadi teladan di mewujudkan tata kelola yang bersih lalu akuntabel bagi para pelaksana negara.

  • Total harta kekayaan Saan Mustopa Wakil Ketua DPR menurut LHKPN

    Total harta kekayaan Saan Mustopa Wakil Ketua DPR menurut LHKPN

    Ligapedianews.com – Ibukota – Saan Mustopa, politisi dari Partai Nasdem terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk periode 2024-2029.

    Saan memulai karier politiknya sebagai kader Partai Demokrat, di tempat mana ia pernah menjabat sebagai anggota DPR. Namun, pada 2016, Saan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Nasdem. Sejak ketika itu, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Nasdem di dua periode berturut-turut, yakni pada 2019-2024 juga 2024-2029.

    Pada periode pertama, Saan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II, dan juga pada periode berikutnya, ia mendapatkan sikap yang dimaksud lebih besar tinggi yaitu sebagai Wakil Ketua DPR. Selain kiprahnya di tempat dunia politik, harta kekayaan Saan Mustopa juga menjadi salah satu topik yang mana menarik perhatian.

    Harta kekayaan Saan Mustopa mampu dilihat dari data LHKPN yang tersebut ia laporkan. Hal itu merupakan bagian dari kewajibannya selaku anggota DPR RI.

    LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara merupakan laporan yang dimaksud wajib disampaikan oleh pelaksana negara mengenai harta kekayaan yang digunakan dimilikinya pada waktu pertama kali menjabat, mutasi, iklan dan juga pensiun.

    Kewajiban lain yang digunakan menyertai LHKPN adalah mengumumkan harta kekayaan dan juga bersedia dilaksanakan pemeriksaan terhadap harta kekayaan. Kewajiban menyampaikan LHKPN bagi pejabat negara ini merupakan bagian dari upaya KPK pada pencegahan terjadinya langkah pidana korupsi.

    Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang digunakan disampaikan Saan Mustopa pada 30 Maret 2024 untuk periode tahun 2023, total kekayaannya tercatat mencapai Rp6,1 miliar. Kekayaan yang disebutkan terbagi ke pada sebagian aset yang mana berbeda jenisnya. Berikut adalah rincian kekayaan yang digunakan dilaporkannya:

    A. Tanah juga bangunan

    Total nilai aset: Rp2.470.000.000

    • Tanah serta Bangunan Seluas 105 m²/70 m² dalam Pusat Kota Bekasi, Hasil Sendiri: Simbol Rupiah 1.400.000.000
    • Tanah Seluas 313 m² dalam Karawang, Hasil Sendiri: Mata Uang Rupiah 100.000.000
    • Tanah lalu Bangunan Seluas 1.797 m²/150 m² di dalam Karawang, Hasil Sendiri: Rupiah 420.000.000
    • Tanah dan juga Bangunan Seluas 507 m²/100 m² di tempat Karawang, Hasil Sendiri: Mata Uang Rupiah 250.000.000
    • Tanah Seluas 607 m² di tempat Karawang, Hasil Sendiri: Mata Uang Rupiah 300.000.000.

    B. Alat transportasi kemudian mesin

    Total nilai aset: Rp1.210.000.000

    • Mobil, Dodge Journey Tahun 2014, Hasil Sendiri: Rupiah 200.000.000
    • Mobil, Toyota Fortuner 2.4 VRZ Tahun 2021, Hasil Sendiri: Mata Uang Rupiah 480.000.000
    • Mobil, Toyota Innova Zenix Magh10R-Bpxhbd 2.0 Q HV CVT TSS Tahun 2023, Hasil Sendiri: Mata Uang Rupiah 530.000.000

    C. Harta bergerak lainnya: Rp25.000.000

    D. Kas lalu setara kas: Rp999.029.924

    E. Harta Lainnya: Rp1.414.916.005

    Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Saan Mustopa menunjukkan bahwa ia tidak ada mempunyai hutang, sehingga total kekayaan yang dimaksud ia miliki adalah sebesar Rp6.118.945.929. Kekayaan ini mencakup berbagai jenis aset, mulai dari tanah juga bangunan, kendaraan, hingga kas lalu setara kas.

    Transparansi yang disebutkan diharapkan dapat menjadi teladan di mewujudkan tata kelola yang tersebut bersih lalu akuntabel bagi para pelaksana negara.

  • Harta kekayaan Ketua BAKN Andreas Eddy Susetyo menurut LHKPN

    Harta kekayaan Ketua BAKN Andreas Eddy Susetyo menurut LHKPN

    Ligapedianews.com – Ibukota – Andreas Eddy Susetyo, anggota DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sudah resmi ditunjuk sebagai Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI untuk periode 2024-2029. Penetapan ini dijalankan dalam Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/10).

    Sebagai Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo memiliki peran penting di mengawasi pengaplikasian anggaran negara. Tak hanya sekali dituntut profesionalisme di menjalankan tugasnya, transparansi terhadap harta kekayaan pribadi juga menjadi perhatian publik.

    Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah pada menjaga integritas pejabat negara, termasuk kewajiban pelaporan kekayaan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

    Berdasarkan data yang tercatat di LHKPN, laporan terakhir yang mana disampaikan oleh Andreas Eddy Susetyo per 27 Maret 2024 untuk pelaporan periodik 2023. Total kekayaan yang mana dimilikinya mencapai Rp142.340.057.000.

    Laporan yang dimaksud memuat rincian aset secara menyeluruh, mencakup kepemilikan properti hingga kewajiban berbentuk hutang yang tercatat sebesar Rp3.856.423.000.
    Berikut ini rincian harta kekayaan Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, Andreas Eddy Susetyo menurut laporannya pada LHKPN.

    Harta kekayaan Andreas Eddy Susetyo

    1. Tanah lalu bangunan

    Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tersebut telah terjadi beliau laporkan, Andreas Eddy Susetyo tercatat mempunyai harta berbentuk tanah lalu bangunan dengan total senilai Rp27.038.072.000, aset ini tersebar pada beberapa daerah, meliputi:

    • Sebidang tanah juga bangunan dengan luas 432 m²/160 m² berlokasi di area Ibukota Selatan, hasil perolehan sendiri, dengan nilai Rp4.545.456.000.

    • Bangunan seluas 41 m² di area Serang, diperoleh dari hasil sendiri, bernilai Rp144.321.000.

    • Tanah lalu bangunan seluas 635 m²/311 m² di dalam Ibukota Indonesia Selatan, hasil perolehan sendiri, senilai Rp8.306.050.000.

    • Sebidang tanah dengan luas 580 m² dalam Ibukota Selatan, berasal dari hasil sendiri, dengan nilai Rp6.556.900.000.

    • Tanah serta bangunan seluas 280 m²/185 m² berlokasi pada Malang, hasil perolehan sendiri, senilai Rp1.441.665.000.

    • Tanah lalu bangunan seluas 240 m²/210 m² di area Malang, diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai Rp1.308.480.000.

    • Tanah juga bangunan seluas 240 m²/200 m² di area Malang, berasal dari hasil sendiri, bernilai Rp1.345.200.000.

    • Bangunan dengan luas 80 m² berlokasi dalam Badung, hasil perolehan sendiri, senilai Rp3.390.000.000.

    2. Alat transportasi dan juga mesin

    Diketahui pada laporannya, total harta kekayaan yang dimiliki oleh Andreas, dari aset berbentuk alat transportasi lalu mesin, sebesar Rp2.962.000.000. Aset ini meliputi kendaraan terdiri dari mobil, diantaranya:

    • Mobil Toyota Alphard SUV tahun 2017, diperoleh dari hasil sendiri, dengan nilai Rp690.000.000.

    • Mobil Toyota Alphard SUV tahun 2021, berasal dari hasil sendiri, senilai Rp1.075.000.000.

    • Mobil Hyundai Ioniq 6 tahun 2023, hasil perolehan sendiri, bernilai Rp1.197.000.000.

    3. Harta bergerak lainnya

    Pada laporannya di tempat bagian harta bergerak lainnya, kekayaan yang dimaksud dimiliki oleh Andreas, senilai Rp4.675.000.000.

    4. Surat berharga

    Dalam pengelolaan surat berharga, dengan status kepemilikan nya sendiri. Andreas tercatat miliki aset dari surat berharga senilai Rp80.563.887.000.

    5. Kas dan juga setara kas

    Andreas mempunyai simpanan kas atau setara kas, dengan kekayaan yang dimaksud dimilikinya, tercatat senilai Rp12.557.846.000.

    6. Harta lainnya

    Dalam laporannya, Andreas tercatat memiliki kekayaan aset dari harta lainnya, dengan nilai Rp18.399.675.000.

    7. Hutang

    Andreas menyampaikan laporannya, bahwa diri Nya tercatat masih miliki kewajiban sebagai hutang sebesar Rp3.856.423.000.

    Menurut rincian tersebut, total harta kekayaan Andreas Eddy Susetyo pada laporannya dalam LHKPN mencapai Rp146.196.480.000. Namun Andreas menunjukkan adanya kewajiban hutang yang tersebut harus diselesaikan. Maka pasca dikurangi dengan hutang, total kekayaannya tercatat sebesar Rp142.340.057.000 (seratus empat puluh dua miliar tiga ratus empat puluh jt lima puluh tujuh ribu rupiah).

  • Hara kekayaan Meriani, Cawagub sekaligus entrepreneur sukses Bengkulu

    Hara kekayaan Meriani, Cawagub sekaligus entrepreneur sukses Bengkulu

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Meriani merupakan sosok pelaku bisnis sukses sekaligus politisi yang mana resmi dicalonkan sebagai Wakil Gubernur Bengkulu untuk mendampingi Rohidin Mersyah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    Ia lahir di tempat Talo, Bengkulu, pada 4 Juni 1966. Meriani memulai karier profesionalnya pada lapangan usaha otomotif. Ia menapaki berbagai kedudukan strategis hingga mencapai jabatan branch manager.

    Tidak berhenti di area satu bidang, Meriani kemudian mengembangkan kegiatan bisnis di dalam berbagai sektor, termasuk migas, pariwisata, lembaga keuangan mikro, dan juga ekspor perikanan laut.

    Ia juga tercatat memiliki saham di tempat Bank Bengkulu, memperlihatkan kontribusinya di memacu perkembangan sektor ekonomi daerah.

    Keberhasilan Meriani pada merancang jaringan usaha lintas sektor menjadikannya salah satu figur yang dimaksud dihormati di area kalangan entrepreneur Bengkulu.

    Sebagai pebisnis sukses kemudian Calon Wakil Gubernur Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah 2024, Meriani tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp128.814.665.740. Fakta yang disebutkan dilansir dari laporan LHKPN yang dimuat olek KPK per tanggal 24 Agustus 2024.

    Berikut adalah rincian harta kekayaan Meriani menurut kategori yang tercantum di LHKPN:

    Tanah serta bangunan

    Harta bukan bergerak terdiri dari tanah lalu bangunan milik Meriani mencapai total Rp56.439.000.000. Beberapa aset tanah serta bangunan yang disebutkan tersebar dalam berbagai wilayah di tempat Provinsi Bengkulu lalu Jakarta. Berikut adalah beberapa aset tanah kemudian bangunan bernilai tinggi yang tersebut dilaporkan:

    • Tanah dan juga bangunan seluas 800 m²/250 m² pada DKI Jakarta Selatan dengan nilai Rp15.000.000.000.
    • Tanah seluas 10.000 m² di area Bengkulu Utara dengan nilai Rp400.000.000.
    • Tanah lalu bangunan seluas 1547 m²/256 m² pada Pusat Kota Bengkulu dengan nilai Rp4.000.000.000.
    • Tanah seluas 11403 m² di dalam Perkotaan Bengkulu dengan nilai Rp3.000.000.000.
    • Tanah seluas 11915 m² dalam Seluma dengan nilai Rp3.000.000.000.

    Aset ini menunjukkan bahwa Meriani mempunyai portofolio properti yang dimaksud tersebar secara strategis, menggambarkan pembangunan ekonomi signifikan di area sektor properti bagi dirinya.

    Kas dan juga setara kas

    Kategori kas dan juga setara kas mencakup nilai yang mana cukup besar, yakni Rp68.045.665.740, yang mana menyumbang lebih besar dari separuh total kekayaannya.

    Jumlah ini mencerminkan likuiditas keuangan yang tinggi, memberikan fleksibilitas finansial yang mana besar pada mengurus aset juga investasi.

    Harta lainnya

    Selain tanah, bangunan, dan juga kas, Meriani juga mencatatkan kategori harta lainnya sebesar Rp4.330.000.000. Namun, laporan ini tak merinci jenis aset yang dimaksud termasuk di kategori tersebut.

    Tidak ada hutang yang dilaporkan

    Dalam LHKPN ini, Meriani tiada mencantumkan adanya hutang. Hal ini berarti total harta kekayaannya sebesar Rp128.814.665.740 merupakan aset bersih.

    Dengan total kekayaan mencapai Rp128,8 miliar, Meriani menonjol sebagai salah satu kandidat dengan aset yang tersebut fantastis di Pemilihan Kepala Daerah Bengkulu 2024.

    Kepemilikan properti yang mana luas, kas pada jumlah keseluruhan besar, serta ketiadaan hutang mencerminkan stabilitas lalu kekuatan finansial yang digunakan dimilikinya. Transparansi ini menjadi salah satu indikator penting pada menilai integritas pribadi calon pemimpin daerah.

    Sebagai calon Wakil Gubernur, laporan ini menunjukkan komitmennya untuk patuh terhadap regulasi kemudian keterbukaan pada penyelenggaraan pemerintahan yang dimaksud bersih juga akuntabel.

    Keputusan Meriani untuk terjun ke kebijakan pemerintah menambah dimensi baru pada perjalanan hidupnya. Ia sempat mendaftarkan diri ke beberapa partai besar di dalam Bengkulu, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, dukungan akhirnya datang dari Partai Golkar yang memutuskan untuk memasangkannya dengan Rohidin Mersyah sebagai calon Wakil Gubernur.

    Langkah ini menjadikannya salah satu kandidat yang mana paling diperhitungkan pada pemilihan gubernur 2024, mengingat perpaduan pengalamannya dalam sektor industri dengan kemampuannya mendirikan jejaring politik.

    Namun ironisnya, beberapa hari mendekati pemilihan gubernur serentak diselenggarakan, sang Cagub yang digunakan menjadi pasangan Merani, yaitu Rohidin Mersyah diduga telah lama memeras anak buahnya untuk membiayai pencalonannya dalam Pilkada.

    Rohidin kemudian ditetapkan sebagai dituduh tindakan hukum korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Rohidin terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dengan uang tunai yang tersebut disita senilai Rp7 miliar.

    Hal ini tentunya sangat berdampak bagi Meriani, tak melakukan penutupan kemungkinan bahwa dirinya juga akan terlibat terseret pada tindakan hukum ini.

  • Profil serta total harta kekayaan Helmi Hasan sebagai Cagub Bengkulu

    Profil serta total harta kekayaan Helmi Hasan sebagai Cagub Bengkulu

    Ligapedianews.com – Ibukota Indonesia – Helmi Hasan adalah pribadi politikus Indonesia juga Calon Gubernur Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah 2024.

    Ia lahir pada 29 November 1979 dalam Pisang, Penengahan, Lampung Selatan, Lampung. Helmi dikenal sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) lalu pernah menjabat sebagai Wali Daerah Perkotaan Bengkulu selama dua periode, yakni 2013–2018 juga 2018–2023.

    Helmi Hasan merupakan adik dari Zulkifli Hasan, tokoh politikus nasional yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN.

    Riwayat hidup kemudian pendidikan

    Helmi Hasan adalah anak bungsu dari enam bersaudara di keluarganya. Ia menghabiskan masa sekolah menengah atasnya di dalam Ibukota Timur, tepatnya di tempat SMAN 100 Jatinegara sebelum melanjutkan lembaga pendidikan tinggi di dalam Universitas Bengkulu, jurusan ekonomi.

    Selama masa kuliah, ia berpartisipasi pada organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tersebut menjadi awal mula perjalanan karier politiknya. Setelah itu, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

    Karier politik

    Karier kebijakan pemerintah Helmi Hasan dimulai ketika ia terpilih menjadi anggota DPRD Pusat Kota Bengkulu pada tahun 2004. Kepiawaiannya di berorganisasi membuatnya diangkat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Bengkulu pada tahun 2005, kemudian menjadi Ketua DPW PAN pada tahun 2010.

    Pada pemilihan Legislatif 2009, ia berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dalam mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua.

    Pada tahun 2012, Helmi mencalonkan diri pada pemilihan Wali Perkotaan Bengkulu. Dengan dukungan banyak partai besar seperti PAN, Golkar, Gerindra, PNBK, kemudian Demokrat, ia berhasil mengungguli pemilihan dengan meraih 51,46% suara, mengalahkan petahana Ahmad Kanedi. Helmi dilantik sebagai Wali Pusat Kota Bengkulu pada 21 Januari 2013.

    Selama masa kepemimpinannya, Helmi Hasan sempat menghadapi tuduhan korupsi. Namun, status tersangkanya dibatalkan melalui putusan pengadilan pada tahun 2015.

    Ia mencalonkan diri kembali di Pemilihan Kepala Daerah Bengkulu 2018 kemudian berhasil mengungguli pemilihan untuk periode kedua. Jabatan yang disebutkan ia emban hingga 24 September 2023, meskipun sempat digantikan sementara oleh Budiman Ismaun sebagai penjabat wali kota antara Januari hingga September 2018.

    Pada tahun 2020, Helmi Hasan mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah. Namun, ia kalah dari petahana Rohidin Mersyah.

    Kehidupan pribadi

    ​​​​​​​Helmi Hasan menikah dengan Khairunnisa, kemudian pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang kebijakan pemerintah yang digunakan kuat.

    Selain Zulkifli Hasan, kakak lainnya, Zainudin Hasan, juga pernah memegang jabatan kebijakan pemerintah pada Lampung. Beberapa keponakannya, seperti Putri Zulkifli Hasan kemudian Zita Anjani, juga berpartisipasi di area dunia politik.

    Warisan kepemimpinan

    Sebagai Wali Perkotaan Bengkulu, Helmi Hasan dikenal dengan pendekatan populisnya di memimpin. Program-programnya kerap kali menekankan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, juga penguatan nilai-nilai keislaman di dalam kota tersebut.

    Ia meninggalkan jejak kepemimpinan yang dimaksud kuat pada sejarah urusan politik Bengkulu, meskipun masa jabatannya juga diwarnai berbagai dinamika.

    Harta kekayaan

    Total harta kekayaan Helmi Hasan sebagai Calon Gubernur Bengkulu yang dimaksud juga pernah menjabat sebagai Walikota Bengkulu menurut LHKPN tanggal 30 Maret 2024, mencapai bilangan Rp7.432.054.979.

    Laporan ini memberikan pandangan detail mengenai aset yang tersebut dimiliki Helmi Hasan, mencakup properti, alat transportasi, kas, dan juga aset bergerak lainnya.

    Berikut adalah rincian harta kekayaan Helmi Hasan.

    1. Tanah kemudian bangunan
    Helmi Hasan memiliki aset sebagai tanah kemudian bangunan senilai Rp5.726.940.000 yang digunakan tersebar di dalam berbagai lokasi, meliputi Ibukota Timur, Bogor, juga Pusat Kota Bengkulu.

    Di Ibukota Indonesia Timur, ia miliki tanah serta bangunan seluas 65 m² senilai Rp1.000.000.000.

    Di Pusat Kota Bengkulu, terdapat beberapa properti dengan total luas ribuan meter persegi, salah satunya adalah tanah dan juga bangunan seluas 18.480 m² dengan nilai Rp2.000.000.000.
    Sebidang tanah seluas 70 m² di tempat Bogor juga menjadi bagian dari asetnya dengan nilai Rp650.000.000.

    2. Alat transportasi dan juga mesin
    Helmi Hasan mempunyai satu kendaraan, yaitu Honda Freed keluaran tahun 2016, yang tersebut dilaporkan senilai Rp140.000.000.

    3. Harta bergerak lainnya
    Aset terdiri dari harta bergerak lainnya dilaporkan mencapai Rp955.000.000.

    4. Kas juga setara kas
    Dalam bentuk kas lalu setara kas, Helmi Hasan mempunyai kekayaan sebesar Rp490.114.979.

    5. Harta lainnya
    Harta lainnya yang mana tidak ada dikategorikan di kelompok aset sebelumnya tercatat senilai Rp120.000.000.

    6. Hutang lalu total kekayaan keseluruhan
    Helmi Hasan melaporkan tidaklah memiliki hutang di laporan kekayaannya, sehingga total kekayaan bersihnya tetap saja pada bilangan Rp7.432.054.979.

  • Profil Cucun Ahmad Syamsurijal, duta ketua DPR RI periode 2024-2029

    Profil Cucun Ahmad Syamsurijal, duta ketua DPR RI periode 2024-2029

    Ligapedianews.com – Ibukota Indonesia – Cucun Ahmad Syamsurijal masuk di jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai duta ketua periode 2024-2029. Dia bertugas sebagai Area Koordinator Kepuasan Rakyat (KORKESRA).

    Cucun Ahmad Syamsurijal terpilih perwakilan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu dari 5 pimpinan DPR RI periode 2024-2029, dengan Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Partai Gerindra), Adies Kadir (Fraksi Partai Golkar), Saan Mustopa (Fraksi NasDem) sebagai perwakilan ketua kemudian Puan Maharani (Fraksi PDI Perjuangan) sebagai ketua DPR RI. Para pimpinan DPR RI ini diajukan oleh partai kebijakan pemerintah pemegang kursi terbanyak.

    Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 8 November 1972 ini merupakan politikus PKB juga ketika ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKB.

    Cucun Ahmad Syamsurijal telah dilakukan menjabat sebagai anggota DPR-RI selama tiga periode berturut-turut, yakni periode 2014–2019, 2019–2024 dan juga 2024-2029. Dia mewakili tempat pemilihan (dapil) Jawa Barat II, yang meliputi Kota Bandung kemudian Kota Bandung Barat.

    Pada masa awal menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019, Cucun tercatat pernah ditugaskan sebagai anggota Komisi IV juga Komisi V.

    Pada Pemilihan Legislatif 2019, Cucun kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari dapil Jabar II. Dia bertugas di area Komisi III DPR RI yang mana menangani bidang hukum, HAM, dan juga keamanan dan juga sekaligus turut dipercaya menjadi Ketua Fraksi PKB pada DPR-RI.

    Sebagai kader partai PKB, Cucun telah lama mengemban beberapa sikap diantaranya menjabat Wakil Ketua Bendahara Umum PKB Daerah Bandung pada 2005–2010, Ketua Dewan Pengurus Unit PKB Kota Bandung pada 2010–2015, Ketua Area Hukum serta Perundang-undangan DPP PKB pada 2019–2024.

    Sebelum bergerak pada PKB, Cucun memulai kiprah di area Nahdlatul Ulama (NU) di dalam wilayah Solokan sejak 1998. Ia dipercaya sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat NU Wilayah Bandung (2004-2009), kemudian Ketua Pengurus Wilayah LPNU (2005–2010).

    Cucun Ahmad Syamsurijal mempunyai latar belakang sekolah S1 Peradilan Agama, Institut Agama Islam Cipasung lulus tahun 1996. Kemudian, Cucun melanjutkan studi S2 Administrasi Publik di dalam Universitas Padjadjaran (Unpad) lulus 2018 lalu melanjutkan studi S3 Administrasi Publik di tempat universitas yang digunakan sejenis meraih penghargaan doktor pada 2023.

  • Profil anggota DPR RI lima periode Said Abdullah

    Profil anggota DPR RI lima periode Said Abdullah

    Ligapedianews.com – Ibukota – Said Abdullah mencetak rekor sebagai calon legislatif dengan perolehan kata-kata tertinggi di dalam Indonesia, ia menghimpun 528.815 kata-kata di tempat tempat pemilihan Jawa Timur XI untuk periode 2024-2029.

    Said Abdullah merupakan tokoh urusan politik kelahiran Sumenep, Madura. Ia menghabiskan masa kecil hingga remaja pada kota tersebut.

    Seluruh jenjang sekolah formalnya diselesaikan di area Sumenep, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    Sejak usia muda, Said Abdullah sudah ada menunjukkan ketertarikannya pada dunia organisasi. Ia bergerak dalam berbagai kegiatan, termasuk di area Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ketekunannya berorganisasi mengakibatkan Said bergabung dengan Banteng Muda Indonesia, yang mana menjadi langkah awalnya di dalam dunia politik.

    Karier kebijakan pemerintah Said Abdullah mulai menonjol ketika ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Banteng Muda Indonesia Kota Sumenep pada periode 1982–1985.

    Setelah itu, ia menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sumenep pada periode 1983–1988, sebelum kemudian naik menjadi Wakil Ketua DPC PDI Sumenep pada periode 1988–1992.

    Tidak semata-mata terlibat pada politik, Said juga sempat menjabat sebagai Ketua DPC Majelis Muslimin Indonesia Wilayah Sumenep pada tahun 1984, menunjukkan keterlibatannya pada isu-isu keagamaan dalam wilayahnya.

    Kariernya di tempat tingkat nasional dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan pada Pemilihan Umum 2004.

    Jabatan yang disebutkan berhasil ia pertahankan selama lima periode berturut-turut, menjadikannya salah satu politisi yang digunakan konsisten dipercaya oleh rakyat.

    Pada periode 2009–2014, ia duduk di dalam Komisi VIII DPR RI, yang tersebut membidangi isu-isu agama, sosial, lalu pemberdayaan perempuan, sebuah komisi strategis yang tersebut menuntut perhatian terhadap kepentingan warga luas.

    Selain kiprah legislatifnya, Said Abdullah pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada periode 2013–2018. Dalam pencalonan tersebut, ia mendampingi Bambang D.H., mantan Wali Daerah Perkotaan Surabaya.

    Saat ini, Said Abdullah kembali menjabat sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029, menambah rekam jejaknya menjadi lima periode di tempat parlemen.

    Berdasarkan laporan harta kekayaan yang tersebut dilaporkan Said Abdullah pada 29 Maret 2024 untuk periode tahun 2023, total nilai aset yang mana dimilikinya mencapai Rp101,9 miliar. Kekayaan ini terdiri dari berbagai jenis aset, termasuk tanah kemudian bangunan, kendaraan bermotor, surat berharga dan juga kas kemudian setara kas.

  • Profil Agustina Wilujeng, Cawalikota Semarang peraih pernyataan terbanyak

    Profil Agustina Wilujeng, Cawalikota Semarang peraih pernyataan terbanyak

    Ligapedianews.com – Ibukota – Persaingan di kompetisi kompetisi pemilihan kepala tempat semakin mewarnai hiruk-pikuk dunia urusan politik Indonesia, salah satunya pada pemilihan kepala daerah Semarang 2024. Saat ini, calon kandidat Agustina-Iswar berada di area sikap peraih ucapan terbanyak.

    Awalnya, calon pemimpin Wali Perkotaan Semarang tersebut, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa dirinya tiada tertarik untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah 2024. Agustina merasa lebih banyak baik menjadi anggota DPR RI saja, jabatan yang mana telah dilakukan ia duduki sebelumnya.

    Akan tetapi, sebagai kader partai PDI-P, Agustina harus selalu siap jikalau partai memberikan tugas yang dimaksud terhadap dirinya.

    Hingga akhirnya, sekarang ini Agustina diusung oleh PDI-P untuk progresif pada pemilihan gubernur 2024 Semarang sebagai Calon Wali Perkotaan dengan Iswar Aminuddin sebagai Calon Wakil Wali Pusat Kota menjadi pasangan kandidat nomor urut satu.

    Lantas, bagaimana profil kemudian rekam jejak Agustina Wilujeng? Berikut penjelasannya:

    Wanita kelahiran juga besar di tempat Semarang yang dimaksud merupakan tokoh politisi yang dimaksud telah dikenal luas kemudian melekat dengan Ibu Pusat Kota Jawa Tengah ini.

    Agustina menjalani institusi belajar formalnya di tempat SDN Srondol Wetan lulus tahun 1984, SMPN 12 Semarang lulus tahun 1987, dan juga SMA Sint Louis Semarang lulus tahun 1990. Setelah lulus, ia memutuskan untuk melanjutkan lembaga pendidikan ke jenjang yang digunakan lebih besar tinggi.

    Agustina meraih penghargaan Sarjana Sastra Inggris di Universitas Diponegoro tahun 1997, penghargaan Magister Manajemen dalam Universitas Islam Sultan Agung tahun 2020, serta penghargaan Doktor Sejarah pada Universitas Diponegoro tahun 2024.

    Bergabung dengan partai PDI-P sudah ada Agustina lakoni sejak masih duduk di dalam bangku kuliah. Tahun 1989, Agustina merupakan anggota Ranting Srondol Wetan PDI-P kemudian tahun 1994 menjadi anggota PAC PDI-P Banyumanik.

    Setelah beberapa tahun bergabung menjadi bagian dari PDI-P, Agustina dipercayai sebagai Wakil Ketua DPC PDI-P Perkotaan Semarang tahun 2001-2006, Wakil Ketua DPD PDI-P Perkotaan Semarang tahun 2005-2010, Sekretaris DPD PDI-P Semarang, lalu Bendahara DPD PDI-P Jawa Tengah tahun 2019-2024.

    Selain itu, sebagai perwakilan dari PDI-P, Agustian juga pernah terpilih menjadi Ketua Tim Pemenang Daerah Jawa Tengah dari pasangan kandidat Ganjar-Mahfud pada waktu pemilihan 2024

    Tidak hanya sekali bergerak menduduki kedudukan penting pada partai, dengan berbagai pengalaman serta wawasan yang dimaksud telah terjadi dimilikinya, Agustina pun kerap terpilih menjabat di pemerintahan.

    Agustina pernah menjabat sebagai anggota DPRD Daerah Perkotaan Semarang tahun 1999-2004 serta anggota DPRD Jawa Tengah dua periode tahun 2004-2014. Hingga akhirnya, ia berhasil melenggang diri sebagai anggota lembaga legislatif.

    Tahun 2014-2019, Agustina menjabat sebagai anggota DPR/MPR RI, kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI Komisi IV bidang Pertanian, Kehutanan, serta Kelautan tahun 2014-2019, juga anggota DPR RI Komisi X bidang Pendidikan, Olahraga, Sains, dan juga Teknologi tahun 2019-2024.

    Kini, berdasarkan hitung cepat Pemilihan Kepala Daerah 2024, Agustina dengan Iswar mendapatkan kata-kata terbanyak sebesar 57,36 persen dari penduduk Semarang. Tantangan besar pada menerapkan visi misinya untuk Semarang memungkinkan akan menanti kedua kandidat tersebut.

  • Harta kekayaan Agustina Wilujeng Calon Walikota Semarang menurut LHKPN

    Harta kekayaan Agustina Wilujeng Calon Walikota Semarang menurut LHKPN

    Ligapedianews.com – Ibukota – LHKPN menjadi laporan harta kekayaan yang dimaksud wajib diserahkan terhadap KPK bagi seluruh politisi yang digunakan mencalonkan diri bahkan sudah pernah terpilih menjadi penjabat pada pemerintahan.

    Salah satunya yakni Agustina Wilujeng Pramestuti, anggota DPR RI Wakil Ketua Komisi X perwakilan dari partai PDI-P yang mana telah lama mencalonkan dirinya sebagai kandidat Calon Wali Perkotaan Semarang di Pemilihan Kepala Daerah 2024.

    Wanita kelahiran Semarang yang disebutkan merupakan salah satu sosok yang dimaksud telah dikenal luas oleh warga Semarang, termasuk calon wakilnya yakni Iswar Aminuddin, penjabat Sekretaris Daerah Pusat Kota Semarang.

    Pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 ini, paslon nomor urut satu Agustina-Iswar berada di area sikap unggul meraih pengumuman terbanyak dibandingkan rivalnya yakni Yoyok-Joko.

    Berdasarkan data LHKPN milik Agustina yang dimaksud disampaikan pada 23 Maret 2024 periodik 2023, tercatat jumlah harta kekayaannya mencapai nilai Rp9.556.078.483 atau Rp9,5 miliar.

    Seluruh kekayaan Agustina sebagian besar berasal dari 31 aset tanah kemudian bangunan yang dimaksud berada di area berbagai titik wilayah Semarang kemudian Sragen dengan total nilai Rp9,8 miliar.

    Kemudian, Agustina juga mempunyai sembilan alat transportasi juga mesin yang dimaksud nilai nilai tukar keseluruhan mencapai Rp1,7 miliar. Lalu, terdapat harta bergerak lainnya sebesar Rp192 juta, surat berharga sebesar Rp78 juta, dan juga kas atau setara kas mencapai Rp1,2 miliar.

    Akan tetapi, dari harta kekayaan Agustina yang disebutkan telah terjadi menyusut oleh sebab itu tercatat miliki beban hutang sebesar Rp2,9 miliar.

    Untuk selengkapnya, berikut rincian harta kekayaan Agustina Wilujeng sesuai data LHKPN yang mana dirilis oleh KPK.

    1. Tanah lalu Bangunan: Rp9.809.762.950

    • Tanah dan juga bangunan seluas 990 m2/156 m2 dalam Kab / Perkotaan Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp.1.200.000.000
    • Tanah dan juga bangunan seluas 1145 m2/144 m2 dalam Kab / Perkotaan Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp3.200.000.000
    • Tanah seluas 80 m2 di area Kab / Pusat Kota Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp110.000.000
    • Tanah kemudian bangunan seluas 310 m2/110 m2 dalam Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp350.000.000
    • Tanah dan juga bangunan seluas 133 m2/47 m2 di area Kab / Pusat Kota Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp400.000.000
    • Tanah seluas 9755 m2 di tempat Kab / Perkotaan Sragen, hasil sendiri Rp243.875.000
    • Tanah seluas 5670 m2 dalam Kab / Daerah Perkotaan Sragen, hasil sendiri Rp141.750.000
    • Tanah seluas 11778 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Sragen, hasil sendiri Rp294.450.000
    • Tanah seluas 988 m2 dalam Kab / Daerah Perkotaan Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp736.423.720
    • Tanah seluas 178 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp132.999.820
    • Tanah seluas 180 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp134.494.200
    • Tanah seluas 179 m2 di tempat Kab / Pusat Kota Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp133.747.010
    • Tanah seluas 180 m2 dalam Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp134.494.200
    • Tanah seluas 153 m2 di tempat Kab / Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp112.520.070
    • Tanah seluas 154 m2 di dalam Kab / Daerah Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp115.067.260
    • Tanah seluas 155 m2 di tempat Kab / Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp115.814.450
    • Tanah seluas 160 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp117.750.400
    • Tanah seluas 259 m2 di area Kab / Pusat Kota Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp193.522.210
    • Tanah seluas 233 m2 di tempat Kab / Perkotaan Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp172.295.270
    • Tanah seluas 229 m2 dalam Kab / Pusat Kota Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp171.106.510
    • Tanah seluas 305 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp226.092.950
    • Tanah seluas 310 m2 pada Kab / Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp229.828.900
    • Tanah seluas 171 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp127.769.490
    • Tanah seluas 175 m2 di tempat Kab / Pusat Kota Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp128.958.250
    • Tanah seluas 172 m2 dalam Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp128.516.680
    • Tanah seluas 160 m2 di area Kab / Pusat Kota Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp120.265.600
    • Tanah seluas 163 m2 di tempat Kab / Daerah Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp120.720.580
    • Tanah seluas 161 m2 dalam Kab / Pusat Kota Pusat Kota Semarang, hasil sendiri Rp121.017.260
    • Tanah seluas 163 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Daerah Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp120.720.580
    • Tanah seluas 187 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp140.560.420
    • Tanah seluas 182 m2 pada Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Semarang, hasil sendiri Rp135.002.120.

    2. Alat transportasi serta mesin: Rp1.177.000.000

    • Mobil, Honda Jazz Geb 1,5 EAT tahun 2013, hasil sendiri Rp110.000.000
    • Mobil, Toyota Fortuner 2,7 G LUX A/T tahun 2012, hasil sendiri Rp200.000.000
    • Motor, Yamaha 28D MIO A/T tahun 2009, hasil sendiri Rp4.000.000
    • Motor, Honda Supra X NF125TR M/T tahun 2014, hasil sendiri Rp9.000.000
    • Motor, Honda Supra X NF125TR tahun 2008, hasil sendiri Rp6.000.000
    • Motor, Honda CB VERSA tahun 2018, hasil sendiri Rp17.000.000
    • Motor, Yamaha N-MAX tahun 2018, hasil sendiri Rp21.000.000
    • Mobil, Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018, hasil sendiri Rp400.000.000
    • Mobil, Toyota Fortuner tahun 2018, hasil sendiri Rp410.000.000.

    3. Harta bergerak lainnya: Rp192.000.000

    4. Surat berharga: Rp78.994.704

    5. Kas serta setara kas: Rp1.290.320.829

    6. Harta lainnya: Rp. 0

    Sub total harta: Rp12.548.078.483

    7. Hutang Rp2.992.000.000

    Total harta kekayaan (Harta-Hutang): Rp9.556.078.483