
Ligapedia.news DKI Jakarta – Menteri Koordinator Lingkup Pemberdayaan Warga (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan Ibukota Fair Kemayoran menjadi sarana penting untuk mengupayakan pemberdayaan sektor ekonomi yang sejalan dengan arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Jakarta Fair telah dilakukan melegenda menjadi sarana penting kemudian harus diakui telah memulai langkah-langkah pemberdayaan. Pemberdayaan harus menjadi bagian dari mainstream (arus utama) upaya kita menumbuhkuatkan sektor ekonomi bangsa dan juga negara," katanya di pengaktifan DKI Jakarta Fair 2025, di area Kemayoran, Jakarta, Kamis malam.
Menurut Cak Imin, pelaksanaan Ibukota Indonesia Fair yang mana konsisten dijalankan sejak pertama kali pada tahun 1968 itu sudah melibatkan banyak pihak kemudian menjadi bagian dari kebanggaan DKI Jakarta juga Indonesia.
Ajang yang dimaksud dijalankan untuk merayakan HUT DKI Jakarta ini menjadi titik temu seluruh subjek penting dari pengembangan dunia usaha nasional mulai dari pelaku bidang usaha pada semua level hingga para pelaku seni dan juga budaya.
"Ini menjadi kebanggaan nasional sekaligus sarana penting bersatu pemerintah kemudian pembuat regulasi agar terjadi kolaborasi yang digunakan efektif di area di menumbuhkembangkan kegiatan bisnis kemudian perekonomian di area tanah air," imbuhnya.
Cak Imin menyatakan kepemimpinan Presiden Prabowo pada waktu ini tak hanya saja fokus untuk mengatasi kemiskinan dan juga menumbuhkan roda ekonomi, tetapi juga terus menyokong pemberdayaan ekonomi.
"Pemberdayaan sebagai salah satu upaya agar seluruh bagian dari ekosistem yang saling menunjang sanggup berkembang serta berkembanglah pelaku perniagaan baru," katanya.
Menurut dia, upaya pemberdayaan membutuhkan kolaborasi semua pihak sebagaimana dicontohkan pada perhelatan Ibukota Indonesia Fair.
"Atas nama Presiden Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat semoga sukses terus, progresif terus Ibukota Fair 2025 hingga tahun yang mana akan datang," katanya.
Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2025 akan dihadiri oleh sebanyak 2.550 partisipan dengan komposisi perusahaan besar 55 persen serta perusahaan skala mikro, kecil, lalu menengah (UMKM) 45 persen.
Para kontestan berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional, bidang usaha besar, menengah, juga kecil, BUMN, juga anjungan pemerintah provinsi dan juga kabupaten dari berbagai penjuru tanah air.
Pihak pelaksana turut mendedikasikan area khusus untuk Kampung Betawi sebagai kompetisi pertunjukan berbagai seni-budaya lokal, kuliner serta pameran berbagai kerajinan khas Betawi.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



