
Ibukota – Ketua Umum Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) terpilih Budiarsa Sastrawinata menempatkan sosialisasi olahraga golf sebagai salah satu prioritas utama pada kepengurusan periode 2026–2030.
“Sosialisasi olahraga golf menjadi prioritas utama APLGI ke depannya. Di samping itu, kami juga harus meningkatkan kualitas golf itu sendiri agar Indonesi dapat berkiprah dengan berprestasi di dunia internasional,” kata Budiarsa di keterang resmi yang digunakan diterima pada Jakarta, Selasa.
Budiarsa Budiarsa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum APLGI di Rapat Umum Anggota Nasional (RUANAS) yang mana diselenggarakan ke Damai Indah Golf, BSD Course, Banten, pekan lalu, menggantikan M. Tachril Sapi’ie yang mana sudah mengawasi APLGI selama dua periode, yakni 2018–2022 dan juga 2022–2026. Sebelum terpilih sebagai ketua umum, Budiarsa menjabat sebagai Ketua I APLGI.
Ia mengutarakan para pemilik lapangan golf miliki peran besar di mengupayakan perkembangan golf nasional, termasuk membantu peningkatan kemampuan atlet agar mampu bersaing ke tingkat internasional.
Menurut dia, dukungan pemilik lapangan golf bukan hanya saja penting bagi industri, tetapi juga bagi pembinaan prestasi sebab berbagai dalam antara merek miliki perhatian terhadap perkembangan golf sebagai olahraga.
“Tentu peran para pemilik golf cukup besar untuk mampu membantu para atlet kita meningkatkan permainannya,” ujar Budiarsa.
Budiarsa merupakan Direktur PT Ciputra Development Tbk yang mana juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Damai Indah Golf Tbk. Ia juga dikenal bergerak di pengembangan golf Negara Indonesia melalui Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), antara lain lewat penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship lalu Ciputra Golfpreneur Tournament yang dimaksud masuk di rencana Asian Development Tour.
Sementara itu, Tachril berharap kepengurusan baru APLGI dapat mengakibatkan semangat baru untuk menguatkan lapangan usaha golf nasional.
“Tema Pengurus Baru-Semangat Baru sengaja saya pilih dengan harapan pengurus baru yang terpilih dapat memberikan semangat baru, teristimewa untuk semakin memperbaiki lalu menumbuhkan bidang golf yang tersebut kita cintai bersama,” kata Tachril.
Selama kepemimpinan Tachril, APLGI menjalankan banyak acara untuk memperluas pengenalan golf terhadap masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan Tanah Air Golf Festival 2025 yang tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan dan juga direncanakan kembali berlangsung pada Oktober 2026.
APLGI yang digunakan berdiri pada 19 Juli 1995 pada waktu ini memiliki 58 lapangan golf anggota yang mana tersebar pada beragam wilayah Indonesia. Asosiasi yang disebutkan berubah menjadi wadah bagi para pemilik lapangan golf untuk meningkatkan mutu pembangunan, pemeliharaan, pengelolaan, pelayanan, dan juga manajemen lapangan golf.
Selain memilih ketua umum baru, RUANAS APLGI juga merumuskan usulan juga rencana kerja kepengurusan 2026–2030 melalui dua komisi yang dibentuk dengan para anggota.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



