
Ibukota Indonesia – PT Bank Syariah Negara Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja mirip strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di dalam Indonesia.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta pada keterangannya dalam Jakarta, Selasa, menyampaikan komitmen ini menandai konsistensi perusahaan untuk mengimplementasikan aspek environmental, social, and governance (ESG) di usaha operasional dan juga memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan.
Lebih lanjut, kerja sejenis strategis ini juga menandai komitmen kedua belah pihak di menghadirkan pembiayaan proyek efisiensi energi yang lebih lanjut luas dalam Nusantara melalui model de-risking yang menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi performa (surety bond).
Proyek efisiensi energi dikerjakan melalui model Energy Savings Insurance (ESI) yang dapat dijadikan referensi bagi pengembangan hasil pembiayaan hijau atau efisiensi energi, sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang dimaksud telah lama dijalankan.
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat memperkuat Nusantara pada mengimplementasikan transisi sektor ekonomi rendah karbon kemudian menyokong tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060,” ujar Bob.
Adapun kerja serupa dituangkan di Nota Kesepahaman (MoU) yang mana ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari kemudian Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo.
Perseroan menyampaikan, MoU ini sebagai tonggak awal untuk menguatkan kolaborasi pada mengupayakan transisi Negara Indonesia menuju ekonomi rendah karbon pada kegiatan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT).
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



