
Washington – Amerika Serikat meningkatkan diperkenalkan militernya di Timur Tengah guna memberikan Presiden Donald Trump lebih tinggi berbagai opsi untuk memperluas kampanye militer terhadap Iran, lapor The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu mengutip sebagian sumber.
Menurut laporan WSJ sebelumnya, Amerika Serikat sudah mengerahkan kembali pesawat tempur siluman F-35 generasi kelima serta pesawat tempur F-16 dari Eropa ke Timur Tengah.
Dalam sepekan terakhir, Washington juga dilaporkan mengerahkan pasukan operasi khusus juga skuadron tambahan pesawat tempur ke kawasan tersebut. Sementara itu, pesawat pengebom B-1 yang ditempatkan pada Inggris disebut sudah berada pada status siap tempur untuk kemungkinan operasi militer berskala besar.
Lebih dari 150 dokter sudah dikirim ke sarana medis militer ke Landstuhl, Jerman, yang tersebut selama ini berubah jadi pusat perawatan bagi prajurit Amerika Serikat yang dimaksud terluka di operasi militer dalam Timur Tengah.
Adapun pada waktu malam menuju 18 Juni, Teheran lalu Washington menyetujui secara resmi sebuah memorandum yang dimaksud mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat Negeri Paman Sam (CENTCOM) menyatakan serangan yang dimaksud merupakan respons melawan tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang mana melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat dalam Timur Tengah. Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat lalu Republik Islam Iran tiada lagi berlaku.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



