
Ibukota Indonesia – Team Vitality membuka perjuangannya pada Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) di Esports World Cup (EWC) 2026 dengan kemenangan meyakinkan pasca menaklukkan duta India, True Rippers, dengan skor 2-0 pada laga pembuka Group Stage dalam Paris, Prancis, Rabu (22/7).
Salah seseorang pemain Team Vitality, Moreno, mengutarakan timnya menjalani persiapan selama lebih besar dari tiga pekan untuk menghadapi inovasi meta setelahnya berakhirnya MPL Negara Indonesia Season 17.
"Kami punya waktu tambahan dari tiga minggu buat adaptasi meta, adaptasi hero-hero yang tersebut kemungkinan besar beda dari MPL playoff sebab berbagai update, banyak nerf, buff, segala macam. Tim-tim internasional juga hero-heronya cukup unik," kata Moreno pada wawancara virtual untuk ANTARA.
Kemenangan laga pembuka yang dimaksud mengakibatkan juara MPL Indonesi Season 17 itu melaju ke upper bracket fase pertama Group Stage pada format double elimination yang mana digunakan pada fase grup atau satu langkah lagi untuk mengamankan tempat di Knockout Stage.
Team Vitality tampil dominan sepanjang pertandingan, bahkan melakukan penutupan gim pertama belaka di waktu sekitar 10 menit pasca menguasai tempo permainan sejak awal.
Selain beradaptasi dengan meta terbaru, Team Vitality juga mempelajari gaya bermain calon lawannya, termasuk True Rippers yang berasal dari region yang jarang dihadapi regu Indonesia.
"Kami sebenarnya sudah ada cukup tahu merek main seperti apa. Memang merek juga jago menjalankan strategi itu," ujar Moreno.
Di berhadapan dengan Land of Dawn, persiapan yang disebutkan berbuah manis. Team Vitality secara langsung mengambil alih kendali permainan melalui rotasi agresif juga penguasaan objektif.
Penampilan jungler Nnael menggunakan Akai berubah jadi salah satu pembeda pasca berkali-kali membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk memenangi team fight.
Gim kedua berlangsung lebih banyak ketat hingga bergulir ke fase late game, namun Team Vitality berhasil mengatasi perlawanan True Rippers untuk meraih kemenangan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



