olahraga

Agit Kabayel jadi lawan Oleksandr Usyk berikutnya

Ibukota Indonesia – World Boxing Council (WBC) menyatakan Agit Kabayel akan berubah menjadi lawan juara globus kelas berat WBC, WBA, dan juga IBF Oleksandr Usyk berikutnya.

"Agit adalah Juara sementara WBC serta penantang wajib untuk Oleksandr Usyk," kata Presiden WBC Mauricio Sulaiman pada laman WBC yang dimaksud dipantau pada Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Agit telah terjadi membuktikan kemampuannya. Agit mengambil bagian dan juga di pertarungan kelas berat tiga tahun berikutnya ke Arab Saudi serta mengalahkan semua lawannya, termasuk Frank Sanchez, yang mana baru belaka meraih kemenangan luar biasa.

Petinju jika Jerman itu mempunyai rekor tak terkalahkan dengan 27 kemenangan, salah satunya 19 kemenangan KO.

Mauricio mengungkapkan Agit miliki kemampuan hebat untuk melayangkan pukulan ke tubuh. Meskipun besar badannya tak seperti kebanyakan petinju kelas berat, kata dia.

Mauricio menginginkan Agit mempunyai kesempatan menantang mantan juara sejati Usyk pada 2026. "Kami akan mengaturnya lalu kemudian kita lihat nanti," katanya.

Dia juga mengomentari pertarungan Usyk berjuang melawan Rico Verhoeven baru-baru ini yang dimaksud disebutnya pertarungan sensasional antara juara WBC kemudian juara kickboxing.

Ia mengungkapkan Usyk telah terjadi meraih kemenangan laga tersebut. Mauricio juga memuji kinerja wasit Mark Lyson oleh sebab itu tanggung jawab wasit adalah melindungi integritas kemudian keselamatan petarung.

"Dia tak peduli dengan bunyi bel. Dia mengawasi mata petarung yang terkena dampak serta seberapa parah luka petarung itu. Lebih baik satu pukulan terlalu cepat daripada satu pukulan terlalu lambat," katanya.

Usyk adalah mantan juara sejati kelas berat lantaran memegang sabuk juara WBC, WBA, IBF, juga WBO sekaligus. Juara dengan syarat tanah Ukraina itu kemudian memutuskan untuk melegakan sabuk juara WBO sehingga pada saat ini belaka memegang tiga sabuk.

Dalam pertarungan terbaru, Usyk berhasil mempertahankan peringkat dengan TKO pada ronde ke-11 pasca bersusah payah menghadapi Verhoeven di dalam Piramida Giza, Mesir.

Laga yang dimaksud merupakan mempertahanan sabuk juara yang berubah jadi satu dari tiga laga Usyk sebelum pensiun.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles