
Ibukota – Juara globus kelas welter (66,7 kg) World Boxing Council (WBC) Ryan Garcia menang technical knockout (TKO) melawan Conor Benn untuk mempertahankan sabuk juaranya dalam T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Mingguan WIB.
Dikutip dari WBC, Garcia mencetak TKO pada ronde kedua setelahnya menghujani Benn dengan serangan bertubi-tubi yang dimaksud memaksa wasit turun tangan untuk menghentikan pertarungan.
Sejak ronde pertama, Benn tampil agresif lalu berjuang mengambil inisiatif serangan untuk mendikte jalannya pertarungan. Penantang dengan syarat Inggris itu beberapa kali mampu memberikan tekanan untuk Garcia serta sempat menyebabkan sang juara harus bekerja keras untuk mengundurkan diri dari dari tekanan.
Meski mendapat tekanan sejak awal, Garcia terus tenang dan juga mencoba mencari celah ke pertahanan Benn. Petinju Amerika Serikat yang dimaksud bukan semata-mata bertahan, tetapi juga merespons melalui serangan balik yang cepat serta akurat setiap kali Benn membuka ruang.
Garcia kemudian mulai menemukan ritme pertarungannya. Sebuah pukulan hook kiri berhasil menembus pertahanan Benn dan juga menjadi salah satu serangan penting yang digunakan menghasilkan Garcia mulai mengambil kendali pada ronde pertama.
Benn terus berjuang mempertahankan gaya bertarung agresifnya dengan terus maju dan juga melancarkan kombinasi pukulan. Namun, Garcia mampu menyimpan jarak sambil memanfaatkan kecepatan tangan dan juga akurasi pukulannya untuk meredam tekanan yang digunakan diberikan petinju Inggris tersebut.
Memasuki ronde kedua, Benn kembali mencoba memberikan tekanan sejak awal. Namun, situasi berubah saat Garcia berhasil mengurangi pukulan uppercut keras yang digunakan mengenai Benn. Pukulan yang disebutkan menciptakan pertahanan Benn mulai terbuka kemudian memberikan kesempatan bagi Garcia untuk melancarkan serangan berikutnya.
Setelah sempat gagal dengan pukulan hook kiri andalannya, Garcia dengan cepat mengurangi pukulan kanan keras yang digunakan tepat mengenai dagu Benn. Pukulan yang disebutkan menyebabkan Benn terhempas ke kanvas kemudian terjungkal untuk menjalani hitungan wasit.
Benn masih mampu menjawab hitungan wasit hingga hitungan ke-10 lalu kembali berdiri untuk melanjutkan pertarungan. Namun, Garcia tidaklah memberikan kesempatan bagi lawannya untuk memulihkan kondisi serta secara langsung melancarkan rangkaian serangan begitu pertarungan dilanjutkan.
Garcia terus menghujani Benn dengan kombinasi pukulan dari bermacam arah. Benn mencoba menahan sebagian serangan juga mengelakkan beberapa pukulan lainnya dengan bergerak menjauh, tetapi tekanan Garcia semakin sulit dibendung.
Serangan bertubi-tubi yang disebutkan menyebabkan Benn berada di sikap tertekan lalu kesulitan memberikan perlawanan yang mana efektif. Melihat status tersebut, wasit akhirnya turun tangan untuk menghentikan pertarungan juga memberikan kemenangan TKO terhadap Garcia pada ronde kedua.
Dengan kemenangan tersebut, petinju berusia 28 tahun itu berhasil mempertahankan penghargaan juara dunia kelas welter WBC sekaligus menguatkan rekor profesionalnya berubah menjadi 26 kemenangan, salah satunya 21 kemenangan melalui KO/TKO, lalu dua kekalahan.
Kemenangan melawan Benn juga berubah menjadi tambahan penting di perjalanan Garcia di dalam kelas welter. Ia mampu mempertahankan sabuk juara dunia pasca menghadapi penantang yang digunakan sejak awal pertarungan mencoba memberikan tekanan melalui gaya bertarung agresif.
Sementara itu, Benn harus mengubur ambisinya untuk merebut sabuk juara planet milik Garcia. Kekalahan yang dimaksud menimbulkan rekor profesional petinju Inggris itu berubah berubah jadi 25 kemenangan, satu di antaranya 14 melalui KO, lalu dua kekalahan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



