
Ibukota – Langkah pasangan atlet panjat tebing Indonesia Raharjati Nursamsa lalu Antasyafi Robby Al Hilmi terpaksa berhenti padai putaran 16 besar di nomor speed men relay (estafet putra) pada World Climbing Series Guiyang 2026 dalam China, Minggu.
Berdasarkan statistik World Climbing, keduanya membukukan waktu 11,73 detik ketika dikalahkan pasangan Kanada, Dylan Le/Ethan Pitcher, yang dimaksud menorehkan 11,5 detik.
Catatan waktu tersebut, menimbulkan pasangan Merah Putih itu gagal melanjutkan ke fase berikutnya sehingga mengempiskan peluang perolehan medali bagi Indonesia di seri Guiyang.
Sementara, medali emas lalu perak seri Guiyang direbut oleh dua pasangan tuan rumah, yakni per individu Yongzhi Ling/Yicheng Zhao juga Zechuan Shi/Xu Li, yang dimaksud membukukan waktu 9,67 juga 9,87 detik. Sedangkan perunggu disabet oleh pasangan Austria, Kevin Amon/Lukas Windischer yang tersebut menorehkan waktu 10,65 detik.
Untuk menghadapi World Climbing Series Guiyang 2026, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), mengirim lima atlet panjat tebing yang tersebut terdiri menghadapi dua putra dan juga tiga putri.
Raharjati Nursamsa lalu Antasyafi Robby Al Hilmi meningkatkan kekuatan sektor putra, sedangkan Raji'ah Sallsabillah, Kadek Adi Asih, dan juga Berthdigna Devi Surya di sektor putri.
Kelima atlet Tanah Air berlaga di nomor speed perorangan putra, speed perorangan putri, speed mixed relay (estafet campuran), speed relay putra, serta speed relay putri. Dari nomor-nomor pertandingan tersebut, Robby juga Raharjati/Raji'ah berhasil menyabet medali emas untuk perseorangan putra dan juga estafet campuran.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



