
DKI Jakarta – Sebanyak 900 perenang putra serta putri bersaing di Kejuaraan Renang Pelajar Pemula Ibukota Selatan 2026, yang dimaksud diselenggarakan di Kolam Renang Tirta Faletehan, Pesanggrahan, Sabtu.
Ketua Panitia Pelaksana Agus Maulana menjelaskan perlombaan ini berubah menjadi panggung bagi perenang mulai kelahiran 2021 sampai 2009.
"Ini pelaksanaan yang digunakan ketujuh kami buat dari tahun 2024 guna menjadi wadah anak-anak mengembangkan kemampuan berenangnya," kata dia.
Agus menjelaskan para kontestan merupakan siswa sekolah atau anggota klub renang ke seluruh Indonesia. Dari panitia memberikan ketegasan terkait status peserta, yaitu bukanlah juara lomba O2SN tingkat nasional atau provinsi, PON, POPNAS, Indonesi Open, kejurda serta kejurnas, dan juga FAI atau Atlet POPB. Panitia telah lama membuka pendaftaran sejak 10 Juli hingga 6 September 2026.
Dia menyatakan, sebagai bagian dari pembinaan, nomor khusus dipertandingkan di event ini, yakni short course akibat untuk meningkatkan kepercayaan diri para perenang muda.
Agus menambahkan, sebagai bentuk apresiasi melawan kerja keras kemudian perjuangan peserta, panitia menyediakan hadiah untuk para pemenang. Ada dua kategori ketentuan pemenang, yakni juara 1, 2, kemudian 3 untuk setiap seri dan juga juara acara 1, 2, 3.
"Apresiasi ini bagian dari motivasi kami di meningkatkan kebanggaan para perenang muda menghadapi kerja kerasnya pada latihan lalu bertanding," ujar Agus.
Panitia, tambah dia, juga menyediakan hadiah uang pembinaan untuk para pemenang dengan nilai total hadiah sejumlah Rp10 juta.
Agus berharap, perlombaan ini dapat terus dilaksanakan berkelanjutan lantaran perenang muda membutuhkan wadah untuk menunjukkan hasil berlatih. Lewat banyaknya penyelenggaraan kejuaraan, perenang pemula akan terasah mental kemudian kemampuannya sejak dini, sehingga bisa jadi mengharumkan nama bangsa juga negara di event internasional ke depannya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



