
Tokyo – Korea Utara menembakkan banyak rudal balistik ke Laut Jepun atau Laut Timur pada Sabtu, pasca Korea Selatan, Jepang, kemudian Amerika Serikat merampungkan latihan militer gabungan pada hari sebelumnya.
Menurut militer Korsel, rudal balistik yang dimaksud ditembakkan sekitar pukul 05:20 pagi dari wilayah Wonsan ke Korea Utara bagian timur juga meluncur sejauh 250 kilometer.
Latihan gabungan Freedom Edge yang mana dilaksanakan bersatu Korsel, Jepang, kemudian Amerika Serikat mulai Awal Minggu (7/9) hingga hari terakhir pekan (11/9) lalu, menampilkan pertukaran data secara waktu-nyata juga integrasi kekuatan udara, maritim, rudal, siber, lalu medis.
Menteri Perlindungan Korut Kim Song Gi mengecam latihan yang dimaksud sebagai sebuah "ancaman keamanan yang tersebut krusial", menurut laporan media pemerintah setempat.
Mereka juga bertekad akan mengambil "langkah penanggulangan yang dimaksud kuat" menyusul latihan gabungan tersebut.
Peluncuran rudal terbaru ini berlangsung tiga pekan setelahnya Korut menembakkan selusin rudal balistik jarak pendek ke arah timur dari ibu kota Pyongyang.
Peluncuran rudal oleh Korut pada 20 Agustus yang disebutkan berlangsung di dalam sedang latihan militer berskala besar antara Amerika Serikat lalu Korsel yang dikecam Korut sebagai persiapan untuk invasi militer.
Adapun sebelum peluncuran tersebut, Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump telah terjadi memerintahkan latihan tahunan yang disebutkan dipersingkat durasinya untuk tahun ini.
Meski demikian, Kim Yo Jong, saudari yang mana berpengaruh dari Pemimpin Korut Kim Jong Un, mengkaji pengurangan waktu latihan gabungan antara Amerika Serikat juga Korsel tak lantas mengubah tempat latihan itu sebagai tindakan bermusuhan, menurut laporan media pemerintah Korut.
Sumber: Kyodo
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



