
Istanbul – negeri Israel memberitahu konsulat Inggris ke Yerusalem Timur yang tersebut diduduki untuk menghentikan kantor mereka di waktu 30 hari, menurut laporan penyiar masyarakat negara Israel KAN, Rabu.
Langkah yang dimaksud diambil tak lama setelahnya Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengumumkan larangan impor dari permukiman negeri Israel di Tepi Barat yang tersebut diduduki juga sanksi terhadap perusahaan juga individu yang terlibat di perluasan permukiman.
Menurut KAN, negara Israel memberikan waktu 30 hari untuk konsulat yang dimaksud untuk ditutup. Setelah batas waktu itu, diplomat Inggris yang digunakan bertugas di sana akan kehilangan akreditasi mereka.
Sebelumnya pada Selasa, Miliband mengumumkan di dalam Majelis Rendah Inggris larangan impor dari permukiman tanah Israel ilegal pada Tepi Barat yang digunakan diduduki juga sanksi terhadap perusahaan dan juga individu yang tersebut memfasilitasi perluasan permukiman.
Miliband juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap warga tanah Israel ekstremis yang tersebut dituduh memperkuat atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.
Dia mengungkapkan Inggris akan menolak penerbitan izin ekspor senjata baru untuk barang yang mana berkontribusi secara material terhadap pendudukan, sembari mempertahankan penangguhan terhadap 30 izin yang digunakan telah terjadi ada.
Miliband menyatakan pemerintah Inggris setuju bahwa telah lama muncul “pembersihan etnis terhadap warga Palestina” di dalam Tepi Barat yang diduduki oleh “teroris pemukim” Israel.
Sementara itu, oposisi negeri Israel berulang kali menuduh Utama Menteri Benjamin Netanyahu menggalakkan negaranya menuju isolasi internasional melalui kebijakan pemerintahannya lalu genosida ke Gaza.
Netanyahu sendiri sekitar setahun berikutnya mengakui bahwa tanah Israel sedang memasuki bentuk isolasi tertentu.
Menurut data Palestina, sejak pemerintah Netanyahu berkuasa pada akhir 2022, negara Israel sudah menyetujui 104 permukiman ilegal baru, sementara 160 pos pertanian telah terjadi didirikan dalam Tepi Barat yang tersebut diduduki.
Komisi Kolonisasi juga Perlawanan Tembok Palestina mengungkapkan warga tanah Israel melakukan 3.488 serangan ke Tepi Barat yang tersebut diduduki selama paruh pertama 2026.
Serangan yang dimaksud menewaskan 17 warga Palestina serta menyebabkan 26 komunitas Badui dan juga penggembala mengungsi seluruhnya atau sebagian. Komisi itu juga mendokumentasikan establishment 42 pos ilegal baru.
Menurut data Palestina, sekitar 750.000 warga negara Israel tinggal di dalam 194 permukiman ilegal lalu 400 pos ilegal di Tepi Barat yang mana diduduki, satu di antaranya Yerusalem Timur.
Israel menduduki Tepi Barat, di antaranya Yerusalem Timur, sejak 1967. Publik internasional menganggap permukiman tanah Israel dalam wilayah pendudukan ilegal berdasarkan hukum internasional, sementara negeri Israel menolak pandangan tersebut.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


