
Ibukota Indonesia – Kedutaan Besar Qatar dalam Nusantara menggalakkan pemerintah, organisasi internasional serta kemanusiaan, mitra pembangunan, pendidik, dan juga warga sipil setempat untuk menyatukan upaya di melindungi dan juga meningkatkan kekuatan ketahanan sistem pendidikan.
Dalam pernyataan resminya di dalam Jakarta, Rabu, Kedubes Qatar menegaskan dukungannya terhadap kampanye global #UniteToProtect juga kontribusinya pada meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi sekolah juga menguatkan aksi kolektif guna menjamin keberlangsungan pembelajaran pada lingkungan yang dimaksud terdampak krisis kemudian konflik.
Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, menyatakan bahwa lembaga pendidikan adalah satu-satunya harapan di ketika situasi semakin bukan menentu, menegaskan bahwa sangat penting untuk melindungi sekolah, guru, juga murid untuk melindungi harapan tersebut.
“Marilah kita jadikan institusi belajar sebagai prioritas kita, juga mari bersama-sama kita jaga institusi belajar dari segala hal yang mengancamnya. Pendidikan akan terus kokoh berdiri tatkala kita mampu menjunjung besar hak setiap anak untuk mampu belajar,” kata Dubes Al-Dosari.
Dubes Qatar itu pun menghadirkan semua yang mana berkepentingan, mulai dari pemerintah, organisasi, mitra pembangunan, pendidik, dan juga penduduk sipil untuk bersatu kemudian bersama-sama melindungi pendidikan.
Emir Negara Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, menegaskan bahwa sekolah tidak sekadar hak asasi manusia; institusi belajar merupakan pilar fundamental bagi kemajuan rakyat serta upaya mengatasi bermacam kesulitan.
“Kami permanen berjanji untuk mengupayakan serta melindungi hak anak-anak dan juga kaum muda pada memperoleh lembaga pendidikan yang mana berkualitas juga aman, apa pun tantangan dan juga risikonya,” kata Syekh Tamin bin Hamad Al Thani.
Qatar pun menegaskan akan terus membantu upaya internasional untuk melindungi hak melawan institusi belajar kemudian menguatkan ketangguhan sistem sekolah melalui bervariasi inisiatif juga kemitraan internasional, khususnya upaya “Education Above All Foundation.”
“Education Above All Foundation” bekerja untuk menyediakan kesempatan institusi belajar bagi anak-anak kemudian kaum muda kurang mampu yang terdampak krisis juga konflik di dalam seluruh dunia.
Tanggal 9 September, Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan, diperingati secara internasional setiap tahun untuk menyoroti keinginan mendesak akan proteksi lembaga pendidikan dalam wilayah konflik dan juga mengatasi hambatan terhadap keberlangsungannya.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Ketangguhan Manusia: Bisakah Pendidikan Bertahan dari Serangan?” kemudian menekankan peran siswa, guru, keluarga, kemudian penduduk di merawat lembaga pendidikan di sedang konflik juga pentingnya teknologi dan juga pembelajaran jarak terpencil saat sekolah hancur, diduduki, atau tak dapat diakses.
Pada pada waktu yang mana sama, penguatan ketangguhan sekolah harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, upaya penegakan keadilan, serta pertanggungjawaban bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab menghadapi serangan terhadap sektor pendidikan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.


