
Ibukota Indonesia – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bendera Merah Putih berkibar menjadi target utama atlet Negara Indonesia pada event olahraga Asian Games ke-20 pada Nagoya Jepang, sedangkan bonus merupakan bentuk apresiasi pemerintah.
"Merah Putih berkibar itu yang digunakan lebih lanjut penting. Setelah Merah Putih berkibar, ya tugas kami terlibat memperhatikan, salah satunya bonus," kata Prasetyo usai acara pelepasan kontingen Asian Games oleh Presiden RI dalam Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Prasetyo menyatakan bonus bagi atlet tidak berubah menjadi hal utama di perjuangan pada pesta multi-cabang olahraga internasional itu.
"Bonus tambahan aja ya. Tapi, tentunya bukanlah itu yang digunakan dicari atau yang mana dikejar, tidak itu," katanya.
Menurut Prasetyo, pemerintah akan memberikan perhatian terhadap atlet pasca mereka meraih prestasi, diantaranya melalui pemberian bonus sebagai bentuk penghargaan menghadapi perjuangan mereka.
Sejumlah cabang olahraga juga menyampaikan kesiapan kemudian target tiap-tiap terhadap pemerintah. Ketua Umum PB Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Rosan Roeslani mengungkapkan angkat besi berusaha mencapai setidaknya satu medali emas pada Asian Games yang tersebut akan dilakukan pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
"Ya Insya Allah emas lah, mohon dukungannya, mudah-mudahan kami bisa jadi dapat emas pada Asian Games," kata Rosan yang digunakan juga Menteri Pengembangan Usaha kemudian Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus pimpinan Danantara.
Prasetyo juga menyimpulkan keberhasilan atlet membutuhkan langkah-langkah panjang serta dedikasi, sebagaimana disampaikan Rosan mengenai pembinaan atlet angkat besi melalui pemusatan latihan nasional sejak akhir tahun lalu.
"Pelajaran dari itu, untuk dapat emas butuh tujuh sampai delapan tahun latihan terus-menerus, Pak ya," kata Prasetyo.
Rosan menambahkan pembinaan berkelanjutan berubah menjadi salah satu kunci prestasi angkat besi Indonesia, dengan atlet diseleksi sejak usia muda lalu dibina melalui kegiatan pemusatan latihan nasional.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



