lifestyle

Apakah main HP pada waktu khutbah Hari Jumat membatalkan shalat? Ini adalah Hukumnya

Ibukota Indonesia – Pengaplikasian telepon seluler atau handphone (HP) pada waktu khutbah hari terakhir pekan kerap bermetamorfosis menjadi pertanyaan dalam kalangan umat Islam. Sebagian pendatang bertanya apakah aktivitas yang disebutkan dapat membatalkan shalat Hari Jumat atau hanya sekali mengempiskan kesempurnaan ibadah.

Dalam fikih Islam, khutbah hari terakhir pekan merupakan bagian penting dari rangkaian shalat Jumat. Karena itu, jamaah dianjurkan untuk diam, mendengarkan khutbah dengan saksama (inshat), juga mengelak aktivitas yang digunakan dapat mengalihkan perhatian dari isi khutbah.

Apakah main HP ketika khutbah Hari Jumat membatalkan shalat?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa memainkan HP ketika khutbah Hari Jumat tak membatalkan shalat Jumat, namun perbuatan yang disebutkan hukumnya makruh juga dapat menurunkan pahala sebab menciptakan seseorang tidaklah fokus mendengarkan khutbah.

Aktivitas seperti membuka media sosial, membalas pesan, mengikuti video, atau bermain gim diantaranya perbuatan yang mana melalaikan dari kewajiban menyimak khutbah.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa setiap aktivitas yang mengganggu konsentrasi di mendengarkan khutbah, salah satunya memainkan HP, sebaiknya dihindari lantaran bertentangan dengan adab ketika khutbah sedang berlangsung.

Dalil tentang kewajiban diam ketika khutbah

Anjuran untuk diam ketika khutbah hari terakhir pekan didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang digunakan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Idzā qulta liṣāḥibika anṣit yaumal-jumu'ati wal-imāmu yakhṭubu faqad laghawta.

Artinya: "Apabila engkau berkata untuk temanmu, 'Diamlah,' pada hari Hari Jumat sewaktu imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah dilakukan melakukan perbuatan sia-sia." (HR. Bukhari kemudian Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa berbicara untuk menegur pemukim lain hanya diantaranya perbuatan yang sia-sia pada saat khutbah berlangsung. Karena itu, aktivitas memainkan HP yang dimaksud lebih banyak menyita perhatian tentu lebih besar layak untuk dihindari.

Bagaimana jikalau cuma mengawasi HP sebentar?

Apabila seseorang hanya sekali mengamati HP sesaat oleh sebab itu ada keperluan mendesak, seperti meyakinkan panggilan darurat atau mematikan nada dering agar tak mengganggu jamaah lain, para ulama umumnya membolehkan selama direalisasikan seperlunya lalu tidak ada mengganggu jalannya ibadah.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa aksi kecil untuk mematikan HP yang tersebut berdering tidaklah membatalkan shalat lantaran termasuk pergerakan ringan yang mana dijalankan menghadapi kebutuhan.

Adab pada waktu khutbah Jumat

Agar memperoleh keutamaan shalat hari terakhir pekan secara optimal, jamaah dianjurkan untuk:

  • Mematikan atau mengaktifkan mode senyap pada HP sebelum khutbah dimulai.
  • Duduk dengan tenang serta menghadap khatib.
  • Mendengarkan isi khutbah dengan penuh perhatian.
  • Tidak berbicara, bercanda, atau melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi.
  • Menghindari membuka media sosial, bermain gim, atau membalas arahan selama khutbah berlangsung.

Dengan merawat adab tersebut, jamaah dapat tambahan khusyuk mengikuti khutbah juga memperoleh hikmah yang disampaikan khatib.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles