olahraga

Menpora sebut pembinaan atlet hadapi Olimpiade minimal enam tahun

DKI Jakarta – Menteri Pemuda serta Olahraga Erick Thohir menyebutkan pembinaan atlet untuk menghadapi event Olimpiade seharusnya direalisasikan minimal enam tahun sebelum turnamen tersebut.

"Kalau kita tahu ada Olimpiade, jangankan (Olimpiade) 2028, Olimpiade 2032 itu atletnya dibina dari sekarang, enam tahun sebelumnya. Bukan satu tahun, satu tahun sebelum Olimpiade baru terburu-buru," kata Erick Thohir untuk awak media di dalam Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan seputar persiapan atlet untuk menorehkan prestasi di bermacam turnamen multi cabang internasional ke depan.

Menpora menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga menginginkan agar pembinaan atlet untuk sanggup berprestasi di panggung globus tidak ada dijalankan pada jangka waktu satu atau dua tahun melainkan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.

Oleh sebab itu, Presiden sudah pernah menegaskan dukungan anggaran pemerintah untuk penyelenggaraan pemusatan latihan jangka panjang. Hal itu sejalan dengan harapan semua cabang olahraga oleh sebab itu merekan dapat menyiapkan atlet secara optimal untuk sanggup mengharumkan nama Indonesi di dalam kancah dunia.

Menpora menyatakan bahwa pembinaan jangkah panjang merupakan kunci untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ia menunjukkan atlet senam Filipina peraih dua emas di Olimpiade Paris 2024 yang dibina sejak masih berada pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mampu berprestasi dalam panggung Olimpiade.

"Jadi Pelatnas tidak ada dapat berubah menjadi single years atau per tahun. Pelatnas itu harus multi-years, bertahun-tahun," katanya.

Ia menyatakan pelatnas jangka panjang yang disebutkan bukan semata-mata untuk menghadapi Olimpiade namun juga event seperti Asian Games. Oleh sebab itu, pihaknya terus berinteraksi dengan Kementerian Keuangan sesuai arahan dari Presiden agar bisa jadi mendapatkan dukungan anggaran yang mana cukup.

Menpora menambahkan di pertarungan dengan Presiden, ia juga menjamin seluruh anggaran dari kementerian yang dimaksud dipimpinnya akan digunakan secara efisien serta tepat sasaran.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles