
DKI Jakarta – Turnamen Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) 2026 berubah jadi event pembinaan bagi 108 pegolf amatir dari 15 provinsi di dalam Nusantara untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menuju perlombaan nasional hingga internasional.
Ketua Panitia Turnamen 9th OJAO HM Sirodzudin memaparkan kompetisi yang dimaksud memasuki penyelenggaraan kesembilan itu akan berlangsung ke Gunung Geulis Golf & Country Club, West Course, Bogor, Jawa Barat, pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026.
“Turnamen ini disertai oleh penggawa top amatir yang ada pada Indonesia. Seperti kita ketahui dari delapan tahun pelaksanaan sebelumnya, hasil dari pertandingan ini menciptakan atlet amatir yang sekarang berubah menjadi penggawa profesional juga berubah jadi andalan regu nasional Indonesia,” kata Sirodzudin pada penjelasan resminya, Kamis.
Sirodzudin mengutarakan 108 partisipan yang disebutkan terdiri melawan 80 pegolf putra lalu 28 pegolf putri yang dimaksud berasal dari beraneka daerah, ke antaranya Bali, Banten, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua, Sumatera Utara, juga Sumatera Selatan.
Menurut dia, OJAO yang mana diselenggarakan Pengprov PGI Jawa Barat bersatu Olympic Golf Club merupakan salah satu kejuaraan amatir nasional yang dimaksud konsisten dijalankan sejak 2015.
Turnamen yang dimaksud sempat tak diselenggarakan pada 2019 serta 2020 dikarenakan pandemi COVID-19, juga pada 2023 oleh sebab itu bertepatan dengan putaran kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sirodzudin menjelaskan OJAO memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan talenta muda, sekaligus sarana persiapan atlet untuk menghadapi perlombaan pada tingkat nasional, regional, maupun internasional.
Ia menyampaikan beberapa orang juara OJAO masih berpartisipasi di dalam planet golf, satu di antaranya yang dimaksud permanen berstatus amatir lalu berubah menjadi andalan kelompok nasional seperti Randy Arbenata Mohammad Bintang kemudian Sania Talita Wahyudi.
Selain itu, beberapa alumni OJAO juga sudah pernah beralih status bermetamorfosis menjadi pegolf profesional, ke antaranya Kevin Caesario Akbar, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Gabriel Hansel Hari, Amadeus Christian Susanto, Ida Ayu Indira Melati Putri, Ika Woro Palupi, lalu Natalia Kristina Yoko.
“PB PGI sangat mengupayakan lalu mengharapkan kejuaraan ini sukses dan juga menghasilkan kembali pemain yang dimaksud berprestasi untuk membela grup nasional,” ujar Sirodzudin yang tersebut juga Ketua Pengprov PGI Jawa Barat.
Pembina Olympic Golf Club Vicky Tjong menyatakan dukungan sponsor untuk penyelenggaraan OJAO tahun ini telah dilakukan memenuhi harapan. Ia berharap kompetisi dapat berjalan lancar selama tiga hari dengan format 18 hole per hari atau total 54 hole.
“Kita harapkan pertandingan ini akan berlangsung dengan lancar dan juga menciptakan prestasi buat golfer di dalam Indonesia,” kata Vicky.
Sementara itu, Inisiator Olympic Golf Club Au Bintoro mengutarakan tujuan awal penyelenggaraan OJAO adalah memberikan wadah pertandingan bagi pegolf amatir Nusantara agar lebih banyak siap menghadapi event internasional.
“Jadi OJAO tujuan utama adalah membina kemudian memberikan kesempatan untuk pegolf kategori junior yang tersebut ada di dalam seluruh Indonesia agar memiliki kesempatan yang tersebut menimbulkan mereka sanggup berprestasi,” kata Au.
Ketua Sektor Kompetisi Dian Mariyun menambahkan, akibat berstatus kejuaraan terbuka, OJAO dapat disertai oleh perkumpulan, pengurus kota/kabupaten, maupun pengurus provinsi.
Ia mengemukakan OJAO juga pernah dijalankan pada skala internasional pada 2018. Selain pertandingan utama, penyelenggaraan tahun ini turut dirangkai dengan kompetisi charity pada hari ketiga.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



