
Ibukota – Kiper klub BRI Super League Borneo FC Nadeo Argawinata tak risau walaupun tim yang digunakan ia bela melakukan perombakan besar untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu, Nadeo memaparkan kepergian sejumlah pemain serta pembimbing merupakan hal yang dimaksud lumrah pada bola sepak bola profesional.
Mantan pemain Bali United itu melanjutkan, pergantian pemain pada jumlah agregat besar bukanlah sesuatu yang dimaksud asing bagi Borneo FC sebab itu merupakan bentuk dari penyegaran skuad.
"Di pada sepak bola itu hal yang normal. Pemain datang kemudian pergi, kemudian sebagai pemain kita harus siap dengan kemungkinan itu. Kebetulan di beberapa tahun terakhir Borneo FC memang benar setiap saat seperti itu, jadi telah cukup biasa," kata Nadeo.
Setelah rampungnya musim kompetisi 2025/2026, Borneo FC melakukan perombakan cukup besar dengan mengganti sikap ahli dari Fabio Lefundes ke Mauro Jeronimo.
Selain itu, beberapa pemain yang dimaksud bermetamorfosis menjadi sosok penting Borneo FC menempati kedudukan kedua klasemen akhir BRI Super League 2025/2026 seperti Kei Hirose, Christophe Nduwarugira hingga Mariano Peralta turut meninggalkan Samarinda.
Menjadi salah satu pemain yang tersebut berkontribusi besar pada keberhasilan Borneo FC musim lalu, Nadeo memilih permanen bertahan dengan Pesut Etam.
Pemain kelahiran Kediri itu memilih melanjutkan kontraknya dengan durasi tiga tahun sebab ia mengkaji BorneoFC masih memberikan dua hal yang dimaksud ia pertimbangkan yakni menit bermain serta jaminan finansial yang dimaksud sehat.
"Sudah jelas berarti ketika ini hanya sekali Borneo FC yang benar-benar kritis menginginkan saya. Tawaran dari klub lain memang sebenarnya ada, tetapi kemungkinan besar negosiasinya belum mencapai kesepakatan," ungkap Nadeo.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



