berita viral

Iran janji awasi ketat Lebanon usai teken MoU perdamaian dengan Negeri Paman Sam

Teheran – Iran akan memantau secara ketat situasi dalam Lebanon mengingat penghentian permusuhan ke wilayah yang dimaksud merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat, demikian juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, Senin.

"Ke depan, kami akan memantau dengan cermat perkembangan (di Lebanon) serta akan menggunakan semua sarana yang mana diperlukan, apabila dibutuhkan, untuk meyakinkan pihak lawan memenuhi kewajibannya," ujar Baghaei di sebuah pengarahan.

Diplomat yang dimaksud menambahkan bahwa mengakhiri konflik pada Lebanon merupakan bagian integral dari nota kesepahaman penghentian peperangan antara Iran juga AS.

Baghaei menyatakan bahwa Iran akan segera memutuskan mekanisme penandatanganan MoU tersebut.

Perdana menteri Pakistan, yang mana bertugas sebagai mediator pada kesepakatan itu, menyebutkan bahwa upacara penandatanganan resmi akan dijalankan di Swiss pada hari terakhir pekan mendatang.

"Masalah metode kemudian mekanisme penandatanganan nota kesepahaman ini akan diputuskan secara final hari ini atau besok," catat Baghaei.

Baghaei juga menyampaikan bahwa perwakilan Iran akan mengunjungi beberapa negara sebelum penghadapan dalam Jenewa, Swiss, yang berubah jadi area rencana penandatanganan MoU antara Iran dan juga AS.

Sebelumnya pada Akhir Pekan (14/6), Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump serta Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa pengerjaan nota kesepahaman telah terjadi selesai.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, MoU yang dimaksud mengatur penghentian segera operasi militer, termasuk ke Lebanon.

Sementara itu, Menteri Ketenteraman Nasional negeri Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa kesepakatan antara Negeri Paman Sam lalu Iran tak mengikat bagi Israel.

Baghaei menegaskan bahwa Amerika Serikat akan berkewajiban untuk mencabut semua sanksi, baik sanksi primer maupun sekunder. Sanksi Dewan Security PBB juga resolusi Dewan Pemimpin wilayah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga harus dicabut, tambahnya.

Baghaei mencatatkan data bahwa isu-isu itu akan dibahas pada tenggat waktu 60 hari setelahnya penandatanganan MoU.

Menurut Araghchi, periode yang dimaksud akan menjadi fase negosiasi yang juga mencakup penyelesaian kesulitan nuklir Iran dan juga penyusunan kesepakatan final.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles