
Jeddah, Arab Saudi – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras pengaktifan kedutaan oleh pihak yang tersebut disebut "Somaliland" ke Yerusalem yang diduduki.
OKI mengatakan langkah yang dimaksud ilegal juga merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB dan juga resolusi-resolusi terkait.
Organisasi itu kembali menegaskan bahwa tanah Israel bukan miliki kedaulatan melawan Yerusalem yang digunakan diduduki.
Menurut OKI, seluruh tindakan juga tindakan yang digunakan bertujuan mengubah status politik, hukum, maupun demografis Yerusalem batal demi hukum berdasarkan hukum internasional.
OKI juga menegaskan kembali solidaritas penuh untuk Republik Federal Somalia juga dukungan yang mana teguh terhadap kedaulatan nasional serta integritas teritorial negara itu.
Selain itu, organisasi yang dimaksud mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap langkah ilegal itu serta melakukan upaya untuk menentangnya.
Somaliland adalah wilayah pada Tanduk Afrika yang tersebut menyatakan kemerdekaan dari Somalia pada 1991. Hingga kini, wilayah yang dimaksud belum diakui sebagai negara berdaulat oleh mayoritas anggota PBB, satu di antaranya Indonesia.
Sumber: WAFA
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

