politik

Hal ini sosok Rama Duwaji, “First Lady” New York Gen Z & Muslim pertama

Ibukota – New York City baru cuma mengukir sejarah baru di kancah politiknya. Di usianya yang baru 34 tahun, Zohran Mamdani berhasil menjadi Wali Pusat Kota baru termuda juga Muslim pertama.

Tak hanya sekali itu, Zohran juga tercatat sebagai keturunan Asia Selatan pertama yang berhasil mengatur kota metropolitan terbesar dalam Amerika Serikat tersebut.

Namun di balik pencapaian ini, ada sosok perempuan muda Gen Z yang dimaksud berperan di belakang layar melawan kesuksesan Walikota New York terpilih itu.

Sosok wanita itu ialah Rama Duwaji, istri Zohran Mamdani, yang digunakan akan segera menyandang peringkat sebagai "First Lady" atau Ibu Negara New York termuda dan juga beragama Islam pertama pada Januari 2026.

Lantas, siapakah sosok Rama Duwaji ini?

Rama Sawaf Duwaji merupakan orang seniman berbakat keturunan Damaskus, Muslim Suriah yang tersebut baru berusia 28 tahun. Sosok yang tersebut bernama lengkap Rama Sawaf Duwaji ini lahir ke Houston, Texas, AS, pada 30 Juni 1997.

Diketahui ayahnya berprofesi sebagai pengembang perangkat lunak, sementara ibunya merupakan pribadi dokter.

Meski ketika ini menetap pada Brooklyn, New York, sosok yang mana akan berubah jadi Ibu Walikota New York ini diketahui menghabiskan masa kecilnya dengan keluarga muslimnya ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ia pindah ke tempat yang dimaksud pada waktu dirinya berusia sembilan tahun.

Pendidikan Rama Duwaji

Rama menempuh sekolah tingginya ke Virginia Commonwealth University School of Arts lalu lulus pada 2019 dengan predikat cumlaude. Kelulusannya itu pun membuatnya memperoleh gelar kejuaraan sebagai Bachelor of Fine Arts (BFA) in Communication Arts pada 2019.

Sebelumnya, pada waktu menempuh pendidikannya itu, dirinya sempat belajar dalam kampus cabangnya yang tersebut berada ke Doha, Qatar. Namun, ia pun melanjutkan pendidikannya ke kampus utama yang dimaksud berada ke Richmond, Virginia.

Tak berhenti, ia pun melanjutkan institusi belajar ke jenjang selanjutnya di School of Visual Arts (SVA), New York City. Selang sekitar 5 tahun kemudian, Rama pun berhasil meraih peringkat Master of Fine Arts (MFA) in Illustration as Visual Essay pada 2024.

Jejak karir Rama Duwaji

Dengan peringkat pendidikannya itu, Rama memilih berkarir sebagai ilustrator digital, animator pendek, hingga terjun sebagai pengrajin keramik.

Sebagai pribadi perajin keramik, dirinya tak bekerja secara asal. Ia banyak menggabungkan antara kecintaannya terhadap ilustrasi dan juga pottery untuk menciptakan piring dengan gambar tangan yang unik.

Selain itu, melalui pekerjaan sebagai pribadi seniman, dirinya juga kerap mengangkat berubah-ubah isu, mulai dari representasi perempuan, hubungan sesama manusia, kesehatan mental, hingga isu kebijakan pemerintah yang tersebut mendalam, diantaranya kritik menghadapi genosida yang mana berlangsung dalam Gaza, Palestina.

Di samping itu, ada salah satu karyanya yang digunakan terkenal, yakni ilutrasi untuk majalah Vogue yang tersebut menyoroti para pekerja garmen di dalam kota New York. Dimana karyanya itu berjudul “The Cutter, the Sewer, and the Grommet Queen”.

Ia pun terbilang sukses dengan karirnya tersebut. Banyak karyanya yang tersebut berhasil eksis dalam sebagian publikasi bergengsi, layaknya The New Yorker, BBC, The Washington Post, VICE, Vogue, Apple, Spotify, hingga Tate Modern.

Bahkan selain berubah menjadi seniman, Duwaji juga diketahui terlibat berubah menjadi mengajar ke lokakarya ilustrasi, animasi, hingga keramik, di antaranya tahun 2021 pernah bekerja sebanding dengan platform digital kreatif bernama It’s Nice That.

Awal mula bertemu sang suami, Zohran Mamdami

Siapa sangka Rama Duwaji bertemu pertama kali dengan suaminya, Zohran Mamdani pada 2021 melalui program kencan bernama Hinge.

Berawal dari Hinge, keduanya pun akhirnya memutuskan untuk hidup dengan melalui pertunangan terlebih dahulu yang tersebut dilakukan pada Oktober 2024 lalu.

Hingga pada Februari 2025, keduanya pun menyelenggarakan pernikahan ke City Clerks’s Office, Manhattan, kemudian berlanjut menyelenggarakan perayaan pernikahan secara mewah pada Juli 2025 di dalam Uganda.

Di samping itu, ada sebuah ungkapan yang digunakan muncul dari suaminya itu. Di mana dirinya mengutarakan bahwa Rama bukanlah sekedar istrinya saja, melainkan sosok seniman luar biasa yang tersebut layak dikenal dengan langkah sendiri.

“Rama bukanlah sekedar istriku, beliau seniman luar biasa yang mana pantas dikenal dengan tindakan sendiri. Kalian boleh mengomentari pandanganku, tapi jangan keluargaku,” tulis Zohran pada waktu istrinya berubah jadi sasaran oleh sebab itu foto pernikahan lalu informasinya menyebar.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles